Posts Tagged ‘karikatur’

long way round and long way down

September 26, 2011

Adalah film yang dibintangi oleh Ewan McGregor dan Charley Boorman. Aku nggak tahu film ini mengisahkan tentang apa, karena aku belum pernah menontonnya. Kalau dilihat dari poster film dan dokumentasinya yang terlihat melewati gurun dan disambut banyak orang di berbagai kota, sepertinya sih ini tentang sebuah perjalanan panjang 2 orang rider mengelilingi belahan dunia. Lalu nggak tahu filmnya, kenapa diulas di blog ini? Karena beberapa bulan yang lalu aku mendapat order bikin karikatur untuk hadiah perpisahan si bos yang suka sekali dengan film Long Way Round Long Way Down. Dan sepertinya pembuatan karikaturnya lebih lama daripada perjalanan Ewan McGregor di filmnya, hehe…

Nah, kebetulan si bos berkebangsaan Inggris ini hobinya Riding Motorbike dan akan pindah ke Perancis (yang ternyata akhirnya pindah ke Aberdeen) Namanya adalah Nick Fretwell, dan entah kenapa ketika aku menerima order ini, aku merasakan bahwa si bos ini adalah seorang yang baik dan bijaksana. Tak heran kalau si pemesan, Mbak Ririn rela untuk mengeluarkan koceknya sendiri. Sehingga hal itu mengharuskanku untuk bekerja dengan total, karena kebetulan perusahaannya adalah Total, hehe…

Dan seperti yang kubilang tadi, pengerjaannya memang sangat lama. Ordernya kuterima bulan Februari dan baru selesai bulan Juni. Hal ini dikarenakan aku ingin karikatur ini full vektor, agar bisa di-print maksimal. Selain itu aku banyak kerjaan kantor yang mengharuskan untuk lembur (yang seharusnya bisa selesai maksimal tanpa lembur hehe…) Alhamdulillah Mbak Ririn bisa memahami dan memakluminya. Dan sungguh aku benar-benar menikmati proses yang panjang untuk mengolah brief dan mencari bahan sebanyak-banyaknya agar hasil karikaturnya sempurna.

Saat tahu bahwa Nick suka Riding Motorbike dan film Long Way Round Long Way Down, aku sebenarnya ingin menonton filmnya agar bisa lebih mendalami. Tapi karena nggak sempat, karena harus nyari di rental dulu (nonton film di kantor atau kos aja nggak sempat, apalagi harus nyari di rental) maka aku nyari segala hal tentang film Long Way Round Long Way Down di Google. Setelah lengkap, barulah dicari ide yang simpel, baru mulai bekerja.

Seperti biasa, awalnya adalah mengamati foto-foto dan pose Nick yang akan dibuat karikatur. Setelah dapet, lalu mencari motor dari bermacam angle yang pas yang akan dikendarai Nick. Semua foto-foto Nick dan gambar motor diprint, lalu di-sket. Untuk mendapatkan motor yang pas sangat susah. Begitu sudah dapat angle yang pas, gambar aslinya blur, sehingga aku harus mengira-ngira untuk detilnya dengan mengamati image motor yang lain. Setelah sket selesai, di-scan, lalu saatnya mewarnai dan mengubahnya dalam bentuk vektor.

Untuk peta perjalanan perpindahan Nick dari Jakarta ke Aberdeen pun dibuat semirip mungkin dengan filmnya, dari font maupun bentuk petanya. Dan untuk lambang kota Aberdeen aku ambil langsung dari lambang yang ada pada sambutan Selamat Datang di Aberdeen yang aku cari di Google Image.

Untuk gaya tipografi Nick Fretwell aku mencontoh dari poster motocross yang nggak sengaja dapet pas searching di image Google. Di-sket dulu, lalu dibikin berkilauan seperti gaya era 80-an atau seperti pada film Captain EO-nya Michael Jackson. Dan bisa menjadi seperti itu karena mulanya adalah sebuah ketidaksengajaan bereksperimen dengan efek Contour di Corel Draw. Sebuah tindakan ngawur yang hasilnya diluar dugaan! :)

Untuk kepulan debu pasirnya ngambil dari adegan mobil Rally Dakar, ditambah dengan kerikil-kerikil kecil yang melesat seperti pada adegan motorcross di bawah.

Sedangkan background dan garis bebatuan pada tanahnya, aku mencontoh goresan ala Peyo pada komik Smurf.

Hmmm… sepertinya semuanya sudah komplit dan selesai… tapi aku merasa ada yang kurang. Masak background-nya bersih gitu sih? Lalu aku coba bagian belakangnya dikasih background langit gradasi seperti yang ada pada cover soundtrack CD-nya.

Dan… perfecto! Sebuah karikatur dengan tingkat kedetilan yang lumayan, dan semuanya vektor! Kelebihannya adalah, file-nya lebih kecil dan mau diprint dalam ukuran apa saja, bebas!

Aku rasa ini adalah karikatur terbaik yang pernah aku bikin selama ini. Benar-benar puas! Dan saking puasnya aku sampai berencana untuk tidak mencantumkan identitas namaku secara terang-terangan di karikatur itu. Namun kemudian aku selubungkan tulisan “husni ’11” pada goresan tekstur tanah. Hehe.. tetep nggak mau rugi..

Terima kasih untuk Mbak Ririn yang telah memberiku order ini, aku sangat bersemangat sekali mengerjakannya :)

karikatur part 1

August 31, 2010

10 hari yang lalu aku dapat berita dari milis CCI, dari Han Kardinata yang me-link ke DGI, memberi kabar bahwa GM Sidharta sedang dirawat di Rumah Sakit Panti Rapih Jogja. Seorang kartunis kawakan KOMPAS yang aku idolakan sejak aku masih kecil, terutama karya andalannya, Oom Pasikom. Semoga beliau diberikan kesembuhan dan bisa berkarya lagi. Sebab GM Sidartha banyak sekali memberi pengaruh padaku terutama di bidang kartun dan karikatur. Kalau bicara soal karikatur dalam perjalananku hidupku, sebenarnya kalau diceritakan sangatlah panjang. Di blog-ku ini aku mencoba untuk meringkasnya, meskipun juga akhirnya kelihatan masih panjang uraiannya.

Sedari kecil, kalau aku disuruh untuk menggambar, secara tak sadar aku menganut definisi seni dari Aristoteles. Ars Simia Nature, alias seni itu peniruan terhadap alam. Sehingga aku mengandalkan pengamatanku pada alam. Bila yang aku lihat garis lengkung maka aku goreskan garis lengkung, bila yang aku lihat lingkaran, maka aku menirukannya dengan membuat lingkaran. Nah, bagaimana dengan wajah manusia? Aku ikuti juga proporsinya, artinya mata manusia garisnya ya kayak gitu, bibir juga kayak gitu. Lama-lama jadi mikir kok antara wajah yang satu dengan yang lain bisa beda yah? Ternyata setiap orang memiliki karakter yang berbeda sekalipun itu sangat tipis, entah itu di matanya, bibirnya, lekuk wajahnya, rambutnya, alisnya, hidungnya, bahkan kupingnya. Itulah menariknya karikatur, meski dibuat tidak realis, orang yang melihatnya akan langsung bisa menebak itu wajah siapa.

Nah bicara soal karikatur alias gambar-menggambar wajah, seingatku pertama kalinya aku menggambar wajah adalah wajahku sendiri waktu kelas 1 SMA. Aku lupa tepatnya pada acara apa, kayaknya sih kalau tidak Hari Kartini, ya Hari Jadi Jepara. Aku menjadi wakil kelasku untuk ikut lomba potret wajah (kalau tidak salah, soalnya lombanya banyak banget) Yang masih aku ingat adalah, saat itu aku memakai kaos kerah putih tulisan Nasmoco. Saingannya pun berat-berat, terutama senior kelas 3. Mereka memakai teknik dussel dengan kapas sehingga seperti tampak real foto hitam putih. Sedangkan aku memakai teknik arsir silang, andalanku saat itu. Ketika sudah selesai, para peserta menyerahkan gambarnya ke juri (ketika itu adalah Pak Slamet), lalu juri melihat gambar itu dan mencocokkannya dengan peserta. Seninnya, selesai upacara pemenangnya diumumkan. Dan aku menang. Lumayan dapet uang Rp 20.000 saat itu. Dan seperti biasanya, masuk ke kas, hehe….

Kemudian saat aku kelas dua, aku diberi kepercayaan untuk menjadi Sie. Mading sekolah. Kalau nggak salah namanya “Expransa” singkatan dari Ekspresi Anak SMA Satu (masih nggak ya sekarang?) Dan waktu itu tiap bulannya aku membuat kumpulan komik slide-slide lucu, namanya Dunia Kartun. Kalau nggak salah aku pernah membuat karakter salah satu guru paling senior di SMA pada slide PANJUL&PAIJO, yaitu guru Geografi Ibu Adriana Supartijah (maaf ya bu…). Karakternya sangat mudah dibuat, karena beliau sudah begitu tuanya. Aku juga nggak tahu kenapa terlintas di benakku untuk memasukkan karakter itu, mungkin karena guru itu adalah guru yang paling dikenal murid-murid bahkan alumnus. Bagi alumnus SMA 1 Jepara pasti masih banyak yang ingat dengan panggilan “Nyi Par”. Saat aku menginjak ke kelas tiga, otomatis aku sudah lepas dengan struktur keorganisasian OSIS, sehingga sudah terlepas dengan mading. Namun kebetulan lagi-lagi ada lomba mading saat Hari Kartini, dan aku berhasil membuat karakter teman-teman penyusun Mading, termasuk penanggung jawab yaitu wali kelasku, Ibu Any (hehe…)

Lulus SMA, gagal SPMB dan akhirnya menghabiskan waktu setahun untuk persiapan SPMB selanjutnya dengan masuk program 1 tahun di CITS-UGM. Aku mengambil jurusan yang nggak begitu berat, yaitu desain grafis. Saat kuliah di CITS-UGM, ada dua dosen yang aku bikin karakternya, yaitu Pak Wayan dan Pak Affandi (eh, Affandi atau Effendi yah?) Setelah itu aku jarang sekali menggambar wajah. Hingga akhirnya mendekati pameran Agresi Reklame 2006, aku mulai terusik untuk mengambil wajah dosen untuk sebuah pengumuman penting pengumpulan karya. Anak-anak kreatif Advertising 2003 pasti tahu siapa orang itu, hehe… Tak selesai sampai di situ saja, soalnya akhirnya keterusan untuk membikin karikatur wajah pemateri pada Workshop Agresi Reklame 2006. Padahal aku sendiri ketua panitianya, bisa-bisanya disuruh bikin karikatur. Namun semuanya berjalan dengan lancar, termasuk membubuhkan logo identitas pertamaku pada karikatur itu. Ohya, salah satu dosenku yang ikut mengisi materi juga aku gambar karikaturnya, yaitu Edy SR. Tak lama kemudian beliau menampilkan wajah karikaturnya di friendster (aaw, jadul banget!)

.

.

Rasanya setelah sekian lama dari saat aku menggambar wajahku sendiri pada lomba waktu SMA, aku belum pernah lagi menggambar wajahku. Aku juga belum nemuin karakter yang paling menonjol dari wajahku itu ada pada bagian mana. Dan rasanya aku ingin sekali orang lain menggambar wajahku. Bukan aku sendiri yang menggambarnya maksudnya. Kesempatan itu datang saat aku pertama kali masuk ke petakumpet. Tepatnya saat bebarengan dengan adanya acara Advertising Expo/ ADEX yang diselenggarakan di Galeria Mall. Saat itu stand petakumpet berdekatan dengan stand SUARA MERDEKA (SM). Nah di stand SM itu ada macam-macam sajian, dari meramal hingga gambar karikatur, semuanya gratis! Karena dekat, maka kami akrab dengan orang-orang dari SM termasuk kartunisnya.

.

.

Awalnya sih enggan untuk ikutan digambar karikatur, karena harus ngantri panjang. Tapi kok kebetulan tiba-tiba ada kesempatan sepi, sehingga aku diajak Mas Indra (sekarang Bajigur!) untuk digambar wajahnya.

Aku digambar oleh Mas Ibnu Thalhah (kalau nggak salah sekarang jadi ilustratornya koran Cempaka, Suara Merdeka Group) Aku minta digambar sedang menggambar GOEN, ilustrator idolaku dan inspirasiku. Semua ilustrator di Suara Merdeka nggak ada yang nggak kenal dengan sosok GOEN, pasti kenal! GOEN adalah sosok kartunis yang paling top dan paling disegani di Semarang, hanya mungkin masih banyak orang yang belum kenal dengan sepak terjangnya di dunia kartun. Setelah selesai digambar, akhirnya kami foto bareng. Hiyaaa!!!

.

.

Meski sudah digambar orang lain, tapi sampai sekarang pun aku masih belum nemu, sebenarnya karakter yang paling menonjol dari wajahku ini ada bagian mana. Hidung? kantung mata? kuping? Hey, mungkin ada satu lagi, bekas cacar hehe….

.

karikatur part 2

August 31, 2010

Berikutnya, selepas bikin karikatur untuk pemateri workshop Agresi Reklame 2006, tawaran pun mengalir. Tapi awalnya datang dari teman-teman dekat. Ada yang untuk nembak pas ulang tahun pacarnya, atau untuk hadiah perkawinan. Dan yang paling sering adalah untuk perkawinan. Dan karya yang masih terselamatkan dan kusimpan adalah pesenan dari Mas Edy SR (yang pasti ada gambar bolanya). Tekniknya pun macem-macem, ada yang hitam putih, dussel pensil, vector corel dan coloring photoshop. Untuk tarif biasanya seikhlasnya dan dibayar setelah jadi, agar tak mengecewakan dan sebagai takaran kira-kira karikatur itu pantas dihargai berapa.

.

.

Tapi pas pemilu 2009 lalu, aku mendapatkan tawaran yang agak lumayan gede. Artinya aku harus menggambar wajah banyak orang, tepatnya berjumlah 23 kepala, fiuh! Aku dapat tawaran itu dari partnerku waktu kuliah, Nur Cholis, untuk temannya yang bekerja di Departemen Pelayaran (aku nggak tahu bidang apa persisnya) di Borneo Kalimantan yang akan dihadiahkan kepada bosnya yang akan pindah ke Jakarta. Sebelumnya Nur Cholis sudah tanya-tanya sama penggambar wajah karikatur yang lapaknya banyak berjejeran di dekat perempatan pom bensin Sagan menuju ke arah D3 Ekonomi UGM, untuk menanyakan berapa harga untuk bikin karikatur borongan yang dimaksudkan. Ternyata tiap kepala dihargai Rp. 150.000 baik itu gede maupun kecil.

Karena mintanya mendadak, tetap saja Nur Cholis merekomendasikan aku, karena secara kita adalah teman dekat, jadi agak gampang urusannya. Awalnya aku tidak bisa menyanggupi untuk bikin 23 kepala dalam sehari, karena aku juga terbentur kerjaan kantor. Dan akhirnya disepakati untuk menggambar pegawai-pegawai pentingnya saja yang berjumlah 10 orang. Tarifnya pun, karena sama temen sendiri dihargai Rp. 100.000 per kepala. Lumayan lah 2 hari dapet 1 juta. Karena saat itu bertepatan dengan Pemilu pada hari Kamis tanggal 9 April dan kebetulan aku tidak terdaftar di KPU, lalu Jum’at tanggal 10-nya tanggal merah wafatnya Yesus Kristus, jadi kumanfaatkan saja 2 hari yang diliburkan itu. Sabtunya aku bisa istirahat.

Pertama aku bikin sketnya dulu pake pensil untuk dikirim email sebagai konfirmasi apakah wajahnya sudah mendekati aslinya.

.

.

Feedback-nya pun tak lama, mereka langsung ACC. Kemudian mulailah aku ink pake spidol karena akan dicetak ukuran gede. 1 meter lebih ada!

.

.

Lalu aku coloring pake photoshop, ternyata lebih cepat dan lebih gampang daripada teknik vektor di CorelDraw. Semua foto dan pendukungnya dikumpulin jadi satu plek!

.

.

Setelah dikirim email untuk preview, jadinya malah deadline-nya diundur dan disuruh agar dikomplitkan saja jadi 23 orang, ditambah dengan kacungnya (istilahnya Nur Cholis). Lalu dikirimlah foto-foto pegawai kacung-kacungnya itu ke aku. Busyet! Kecil-kecil! Minggu-nya langsung aku kerjakan sket tambahan. Jumlahnya 23 kepala tapi bayarnya nggak Rp. 2.300.000, melainkan cuman 2 Juta. Nggak apa-apalah 3 hari dapet 2 Juta, karena untuk pewarnaan selanjutnya akhirnya kuserahkan ke Nur Cholis.

.

.

Setelah dicetak hasilnya sangat memuaskan dan gede banget sampai memenuhi kamar kosku. 3 hari, eh (jadinya malah) 4 hari yang melelahkan, setelah itu hibernasi panjang hehe….

.

karikatur part 3

August 31, 2010

Dari sekian pesanan karikatur yang aku bikin, yang paling banyak adalah karikatur untuk hadiah perkawinan. Sebenarnya sih ngiri juga saat membuat wajah pasangan bahagia. Soalnya bikin karikatur untuk pasangan yang akan nikah, tapi yang mbikin karikatur nggak kunjung nikah-nikah hehe… Tapi pesanan itu biasanya aku terima dengan legowo, sebab hal itu aku anggap saja sebagai usaha menuju ke sana. Artinya pas bikin juga sambil berdoa semoga pasangan ini berbahagia dan aku bisa segera menyusulnya hehe… Kalau yang nerima senang, kan ogut juga senang. Syukur-syukur yang nerima juga ikut mendoakan apa yang aku maksud dan aku tulis di blog ini.

Nah, kebetulan kemaren-kemaren karikatur terakhir yang aku bikin juga untuk hadiah perkawinan. Dan lagi-lagi yang pesan adalah temannya Nur Cholis yang pernah pesan karikatur segede gambreng itu. Kebetulan partnerku itu kerjanya juga sudah di luar Jawa, sehingga lagi-lagi kontak-kontakannya lewat email. Konsepnya dari yang pesan adalah sebuah tema deklarasi putih dengan pasangan yang sedang mengendarai sepeda dengan mawar-mawar di sekitarnya. Bahkan gambar sepedanya pun dikirim email, font deklarasi putih harus memakai Al-hambra serta ditambahi doa dengan tulisan Arab.

Sebelum aku membuat karikatur itu aku berpikir, ini mau dibuat pake Corel atau pake photoshop ya? Corel agak lama tapi vektor, jadi filenya bisa agak kecil. Sedangkan photoshop bisa lebih cepat, tapi nanti file-nya gede. Nur Cholis kan sudah nggak di Jogja? Belum sempat aku memikirkan itu, aku iseng-iseng mampir ke portfolionya Mas Anung di http://www.theanungsworks.co.cc/ Di situ dia bikin karikatur Mr. Noiray. Waw, that’s was great vectorwork! Aku nggak tahu bikinnya pake apa, kayaknya sih pake Corel. Kalau masalah vector beliau memang achli-nya. Akhirnya karikatur itu aku jadiin referensi. Jebule angil tenan! Tur suwiiii!!!

.

.

Nah ini yang sedikit nggak aku suka, gambar pasangan pengantin yang dikirimkan kecil. Akhirnya terpaksa aku sket dulu pake pensil (kayaknya yang namanya karikatur itu memang gambar manual, kalau langsung di Corel itu mah namanya nge-path) Setelah itu barulah di-path.

.

Dan untuk warna kulit kuambil dari gambar aslinya, dengan mengambil warna kulit paling tua ke yang paling muda, lalu tinggal dimainin tuh gelap terangnya (nggak tahu ini benar apa enggak prosedurnya)

.

.

Dan ternyata memang njlimet dan suwii!!! Meski cuman dua wajah, namun aku selesaikan lebih dari 4 hari! But I’m really passionate to do this!

.

.

Hahh… kapok, nggak mau lagi deh bikin kayak gini! Kecuali memang kalau nggak ada kerjaan sama sekali hehe….. Tapi alhamduliLLAh, setidaknya bisa buat beli hardisk eksternal. Eh, gara-gara karikatur ini, kayaknya statusku sebagai copywriter mulai dipertanyakan nih….

.


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 29 other followers