”Nak, aku pengin kamu jadi PNS…”

Itulah kata-kata yang terlontar dari almarhumah ibuku sebelum aku lulus kuliah.
”Aku nggak kepingin bu? Biarkan aku menentukan arah jalan tujuanku sendiri (hehe….)”
”Lha nanti kalo kamu sudah tua bagaimana? Kalo PNS kan enak, dapet uang pensiun?
(Lhadalah, jangan-jangan PNS itu kependekan dari pensiun?)

Banyak orang berbondong-bondong daftar PNS. Ya selain enak, santai, bisa jadi senjata untuk ngelamar anak orang (hehe…) tetapi juga ada yang bisa dijaga’ke kalo sudah tua nanti. Ya itu… uang pensiun (alias PNS hehe….) Tapi pikirku kalo sudah terjun di dunia kreatif kok kayaknya sampai tua nggak mengenal apa yang dinamakan itu pensiun. Mereka akan terus berkarya (meski gajinya gak sebanding dengan usahanya ehm..) dan sampai mati pun, karyanya mungkin akan ada orang yang mengenangnya. Nah kalo PNS meninggal dunia? Kecuali ada PNS yang begitu besar pengabdiannya pada negara sehingga dia rela nggak digaji (meskipun ada gaji ke-13 hehe…) kemudian meninggal dunia, mungkin akan dikenang banyak orang. Oke, back to dialog….

”Bu, uang pensiun itu kan ya uangnya rakyat to? Aku nggak enak kalo kerja digaji uang rakyat (sok banget yo?) Lihat to bu, mereka itu kerjanya sudah nggak berat-berat amat (kecuali guru mungkin), eh digaji uang rakyat, terkadang ada yang korupsi lagi… Ya namanya mendzolimi to?”
”Toh simbah pernah bilang kalo nggak kepingin anak cucuknya ada yang menjadi PNS, wagu hare… nhooo… pye jal?”

Ibuku terdiam agak lama.

”Tapi aku ini khawatir dengan masa depanmu e”
Tiba-tiba ibu menangis… dan dengan terisak-isak melanjutkan…
”Pokoknya besok kalo lulus kuliah kamu harus jadi PNS (himfh) aku ingin kamu ngomong di depanku kalo kamu berjanji akan jadi PNS (huhu….)

(Wadhuh gaswat!) ”Ojo nangis gitu tah bu……”

“Yo makane kamu harus bilang dan berjanji ke aku, kalo besok jadi PNS, baru aku berhenti nangis…!!!”

(Lhadalah, kok kayak disumpah ngene… Pye iki? Ayo berpikirr….berpikir….)
”Yowis…Besok aku akan jadi PNS wis (dalam hati, PNS singkatan dari penulis)”

Tangisnya terhenti sejenak
”Baleni, diulang ngomongnya….aku nggak mantep…!”

”Bu, besok aku akan jadi PNS (dalam hati, PNS singkatan dari prilens alias freelance hehe…)… Wis?…. Lego?”

”Yowis… udah lega aku sekarang, beneran to PNS?

”Hmmm…PNS (penulis)…”

”Dijawab sing tenanan…!!!”

”Iyo…iyo… Pe-eN-eS (prilens)…ho… mantep to?

Lalu aku salim dan pelukan…. kembali ke Jogja menyelesaikan TA tentang copywriter.

(Beberapa tahun kemudian)
Bu, sekarang aku sudah menjadi PNS alias PeNuliS naskah iklan, keren-e ki copywriter, (rasah ditiro’ke nek kangelan…) Ya kadang kalo ada waktu luang, aku yo PNS alias PrileNS, ndisen undangan kek atau bikin kartun. Janjiku udah taktepati lo…..

Ohyo, bengi kapan, aku tau ngimpi melu ujian mlebu PNS lo….. wedi aku…

Tags: ,

One Response to “”Nak, aku pengin kamu jadi PNS…””

  1. superblacksampler Says:

    hahahaaaa…
    awas jadi malin kundang mas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: