Jogja vs Indonesia

Iseng-iseng mengusung kembali file-file usang hehe…

Ini adalah foto terakhirku di kantor petakumpet lama. Yang motret office boy loh… Kebetulan saat itu masih sepi dan aku datang selalu lebih awal dibanding yang lain meskipun aku berangkat dengan menggenjot sepeda dari Godean ke Gedongkiwo (pegawai teladan banget yah? Eh bukan pegawai ding…)

Dulu aku bersemangat sekali ketika harus menempuh perjalanan panjang menuju kantor lama, dan selalu aku teriakkan ”I’am young… I’am strong… and I’am long…!!!!” (long dalam artian bisa bertahan lebih lama, namun kebetulan saat itu rambutku pas gondrong pula hehe…) Hingga pada malam pas aku pulang lembur tepat seminggu sebelum kepindahan, aku disrempet pengendara RX-King dari belakang. Mesa’ke banget yo?

Gemuk didalam bahasa Indonesia berarti tambun, gembrot, alias lemu, tapi dalam bahasa Jawa-nya orang Jogja gemuk berarti oli bekas. Aku nggak tahu asalnya kok dinamakan gemuk, di Jepara aja orang menyebutnya bukan gemuk, tapi oli blothonk…

Meskipun ini nggak ada hubungannya dengan berat badan, tapi setelah kepindahan kantor baru petakumpet dengan rute perjalanan yang lebih pendek, membuat tubuhku perlahan-lahan menjadi gemuk dan tidak se-atletis dan se-keren dulu.

Tags:

One Response to “Jogja vs Indonesia”

  1. iqbal rekarupa Says:

    asik….:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: