Sponge Bob ende inspiration (Part 1)

Pada acara Adgi’ Indonesian Design Celebration 2009 100% Indonesia Hebat, satu penampilan Creative Industries yang saya kagumi adalah Singgih S. Kartono. Kreator radio kayu yang banyak memenangkan beberapa penghargaan Internasional ini tidak hanya seorang creativepreneur yang berguna bagi desa dimana dia berasal, tapi juga memiliki concern yang tinggi terhadap masalah lingkungan, istilahnya sekarang adalah eco. Karena memang ada saling ketergantungan antara manusia dan lingkungan, sehingga paling tidak 20-50 tahun kedepan ada yang bisa kita tinggalkan untuk generasi penerus kita. Sungguh benar-benar sangat begitu menginspirasi aku (penekanan yang komplit)

–conjuction into Sponge Bob ende inspiration (Part 2)-

talkshow

Hari ketiga, saat Design Talkshow, ada sebuah pertanyaan yang dilontarkan oleh moderator kepada keempat panelis (termasuk bos pu) tentang apa yang menjadi inspirasi mereka, dan sebuah jawaban singkat yang keluar dari Irwan Ahmett adalah: Sponge Bob.

Pikiranku langsung melayang ke tahun 2003 tahun silam (lagi-lagi pikiranku) dimana saat aku pertama kali menonton Sponge Bob di Lativi jam 16.30. Saat itu temen-temenku menganggapku sebagai orang yang aneh, karena aku harus berebut remote control demi kartun yang dianggapnya tidak berkualitas. Aku berusaha untuk meyakinkan mereka, bahwa ini adalah kartun yang keren dengan guyonan yang pasti selalu lucu, tapi mereka tidak percaya. Sampai akhirnya mereka menjadi tergila-gila setelah menonton the movie-nya. Dan sekarang, Sponge Bob tetap menjadi kartun yang disukai semua kalangan meski terkadang banyak yang diulang.

Malangnya bagi penggemar Sponge Bob setelah aku, tidak menyadari bahwa ada adegan yang hilang saat terpotong iklan. Sebelum pindah ke Global TV, aku menikmati kartun Sponge Bob dengan cerita yang utuh. Bebeda dengan sekarang yang saat ceritanya terus berjalan, harus tertutupi dengan iklan. Sehingga saat kembali ke cerita, ada adegan yang terlewati dan kadang terasa aneh dengan sambungan ceritanya setelah iklan. Dan ketika episode Sponge Bob diputar lagi, aku tahu persis adegan apa yang hilang di tengah cerita.

Aku banyak sekali mendapat inspirasi dari beberapa episode Sponge Bob. Ya, kartun itu telah mengantarkanku pada sebuah penghargaan Silver di Young Film Director Pinasthika Awards 2006. Jadi tak heran jika ada yang melihat iklan anti rokok ”kapan kapokmu” nyeletuk: ”Hey ini kan kayak cerita yang ada di Sponge Bob?” Dan tak bisa dipungkiri, jawabannya adalah benar. Aku mengemasnya ke dalam sebuah bentuk message yang smooth sehingga iklan itu cukup bisa memberi ancaman dan peringatan kepada perokok dengan alur edukasi yang menghibur, ilmiah, tapi kocak. Sekarang file iklan itu banyak dilihat dan bersebaran di mana-mana di kalangan mahasiswa komunikasi (aku nggak tahu kok bisa tersebar dengan begitunya, padahal aku sendiri nggak punya filenya saat itu)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: