LEG(never)END

Kematian Mbah Surip tadi pagi pukul 10.oo menjadikannya sebagai legenda di belantika musik Indonesia terutama musik reggae. Tak hanya di Indonesia, bahkan di Twitter ramai sekali dibicarakan sampai-sampai orang-orang dari luar negeri pada penasaran dan menanyakan “Who is Mbah Surip?” Dan kabarnya RBT lagu tak gendong meningkat 600% setelah kematiannya.

Di tahun 2009 ini ada banyak legenda yang meninggalkan dunia. Di dunia musik selain Mbah Surip, ada Michael Jackson yang menggemparkan dunia. WargaFilipina berduka karena kehilangan presiden wanita pertama di dunia, Corazon Aquino. Di dunia periklanan sendiri kita kehilangan Yasmin Ahmad. Mereka semua adalah legenda yang akan selalu hidup selamanya dan tak akan dilupakan orang.

Tahun ini Pinasthika juga mengusung tema Be The Legend yang mengundang semua insan periklanan di Indonesia dan Asia untuk membuat sejarah. Untuk menjadi legenda dan membuat sejarah, bukan terletak pada menang atau kalah, tapi yang paling penting adalah TIDAK MENYERAH. Dan sebenarnya kalimat pada poster di bawah bukan kalimat asli Bruce Lee, itu kalimat yang kurangkai-rangkai sendiri hehe… (kesalahan pada desainer grafis, kata Bruce Lee yang asli adalah Showing off is the fool’s idea of glory, yasudah dimaafkan)

BE THE LEGEND

Tidak menyerah adalah menjadi tidak terhentikan atau Be Unstoppable. Seorang yang menjadi legenda adalah mereka yang tidak pernah menyerah sehingga sekalipun sampai mereka mati pun mereka akan tetap hidup, dan orang yang sudah menyerah meskipun dirinya masih hidup berkeliaran di muka bumi ini, sebenarnya mereka itu sudah mati. Mereka akan mempertahankan ide dan gagasan mereka sekalipun tidak ada orang yang menggubrisnya. Lagu tak gendong diciptakan Mbah Surip pada tahun 1983 dan baru booming sekarang, karena Mbah Surip yakin akan karyanya. Ide yang awalnya memang ditertawakan hingga akhirnya ada yang mengakuinya, karena ada keyakinan.

Jadi bagi kalian yang suka ikut sayembara atau kompetisi, jangan ikut hanya bertujuan untuk menang saja, tapi yang penting adalah untuk tidak menyerah dalam berkarya. Saya mempunyai teman namanya Joni Balbo, saya sangat salut padanya karena beliau tidak pernah sekalipun menyerah meskipun kekalahan yang beliau dapatkan bertubi-tubi, dan sekarang karyanya diakui. Kalau tidak percaya kalian bisa lihat di http://www.zibalbo.com Di situ bisa dilihat bagaimana proses beliau dari awal membikin logo, yang dulu menurutku (sori) sangat ancur banget saat aku melihat logo BEI buatannya, dan sekarang dia memenangkan logo 60 tahun UGM dan yang lainnya, sehingga pantaslah aku menyebutnya Balbo sebagai singkatan dari Baladewanya bikin logo.

Begitu juga dengan Qorazon, dia tidak mempermasalahkan gender untuk bisa menjadi presiden wanita pertama dunia. Michael Jackson, dan yang lainnya… mereka adalah orang-orang yang gila yang bisa mempengaruhi dunia. Mungkin kalau orang Jawa Timur bilang: Gendeng Rek…

Dan sekarang apakah ada orang yang LEbih GENDeng dari mereka?

Tags: ,

4 Responses to “LEG(never)END”

  1. Joni Balbo Says:

    aduh-aduh husni.. mosok diriku kau sandingkan dengan mbah surip dan Jackco… wakakakak..

    tp thx bgt bos untuk smuanya, aku terus terang belajar banyak juga dari kau, dan seandainya kelak aku sukses (*insyaallah) aku pasti tak akan melupakan namamu…

    balbo yang aku tuliskan dalam namaku sebagai ajang pelampiasan, ternyata dengan obrolan spontanmu… balbo mejadi jargon yg ciamik.🙂

    thx bos, sukses juga buatmu…

  2. Joni Balbo Says:

    hehe… jd tersanjung aku bos😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: