Setan hafal ayat kursi

Nggak seperti biasanya, dalam kultum subuh kali ini, untuk memudahkan jamaah anak-anak sekolah mencatat ceramah dalam buku laporan ibadah Ramadhon mereka, penceramah memberi tahu judulnya terlebih dahulu, dan judulnya adalah ”setan hafal ayat kursi”. Kira-kira seperti ini (mohon maaf kalo ada yang salah, maklum agak ngantuk juga)

Ada 3 Hal yang menghancurkan hidup kita. Yang pertama adalah nafsu, dalam surat Yusuf ayat 53 dikatakan bahwa sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh pada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Allah.

Yang ketiga (sengaja tak dahulukan, soale aku lupa uraiannya, hehe…) adalah orang Kafir, dalam surat Al-Baqarah ayat 217, dikatakan bahwa orang kafir tidak henti-hentinya memerangi sampai kamu kembali pada kekafiran. Inilah yang membuat sia-sia amalan di dunia dan di akhirat.

Yang kedua adalah setan, dalam surat Yusuf ayat 5 dikatakan bahwa sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia. Setan akan selalu mengganggu dan menghalangi kita meskipun kita nyata-nyata dalam keadaan beribadah. Saat beribadah setan akan mengganggu kita, sehingga ibadah kita menjadi sebuah ibadah karena riya. Mungkin beribadah agar dosa-dosa yang pernah kita perbuat akan dilupakan orang. Ini sepeti orang yang kalau berbuat kebaikan sedikit ingin diketahui banyak orang dan kadang sampai digembor-gemborkan, namun saat berbuat dosa besar ditutup-tutupi.

Atau juga beribadah tapi ingatan kita tidak kepada Allah, tapi justru pada hal-hal duniawi (pas denger ini aku langsung mak jegagik, habis sering sih kayak gini) Hal ini lah yang membuat seluruh ibadah yang kita lakukan percuma. Bahkan pada tingkatan yang lebih parah lagi, seumur hidup kita melakukan ibadah yang kita dapatkan hanyalah capek doang karena yang dipikirkan selalu dunia. Puasa cuman dapet lapar dan dahaga, dll

Quraish Shihab pernah berkata (ini tambahan sendiri) bahwa tujuan setan menggoda manusia di dunia ini ada 2. Yang pertama adalah Anda  harus rugi. Disini biasanya alurnya adalah mundur, misalnya syirik. Syirik bisa saja timbul dari hanya karena cuman pegang-pegang. Alur mundurnya kira-kira seperti ini: syirik timbul dari karena tidak puas membunuh, membunuh timbul karena tidak puas melakukan zina, dan melakukan zina timbul karena tidak puas karena cuman pegang-pegang. (kalo gak salah contohnya seperti itu, maklum ini aku dapet dari Ramadhan tahun lalu)

Yang kedua adalah, yang penting Anda jangan untung. Disini alurnya adalah maju, contoh yang paling sederhana adalah misalnya Anda mau mengerjakan sholat sunnah, tapi males ”Ah, nggak usah ah, wong cuman sunnah”. Memang nggak ada apa-apa, tapi tujuannya Anda kan tidak untung? Alur ini kalau sampai keterusan bisa mengantarkan Anda sampai meninggalkan sholat wajib.

Lalu apa hubungannya dengan judul di atas?

Ada sebuah cerita, suatu saat nabi Muhammad menyuruh Abu Huroiroh untuk menjaga zakat (berupa makanan) di masjid. Saat Abu Huroiroh sedang mengawasi, tiba-tiba ada orang yang nyelonong masuk dan mengambil makanan itu. Abu Huroiroh lantas berkata: ”Jangan kau ambil dulu, belum ada izin dari Rasulullah!” Namun orang itu berkata: ”Sesungguhnya aku ini adalah orang yang lebih pantas mendapatkan makanan ini, karena aku benar-benar sangat memerlukannya” Karena kasihan, kemudian Abu Huroiroh memberikannya. Kemudian setelah itu Rasulullah datang ”Hai Abu Huroiroh, kamu kemanakan sebagian makanan itu?” Abu Huroiroh berkata: ”Maaf Ya Rasulullah, tadi ada orang yang benar-benar memerlukannya, kemudaian aku beri dia” Rasulullah menjawab: ”Kamu jangan sampai tertipu lagi Abu Huroiroh, mungkin besok dia akan kembali lagi”

Dan benar, esoknya orang itu kembali lagi dan mengambil makanan itu, ketika Abu Huroiroh memperingatkan ”Jangan kau ambil makanan itu Rasulullah belum mengizinkanku untuk memberikannya kepadamu” Orang itu berkata: ”Tapi di rumah keluargaku sangat membutuhkannya, istriku dan anak-anakku kelaparan” Sekali lagi Abu Huroiroh memberikan kepada orang itu. Kemudia Rasulullah datang dan berkata lagi: ”Hai Abu Huroiroh, kamu kemanakan lagi sebagian makanan itu?” Abu Huroiroh berkata: ”Maaf Ya Rasulullah, keluarga orang itu benar-benar memerlukannya, kemudaian aku beri dia” Rasulullah menjawab: ”Kamu sudah tertipu Abu Huroiroh, besok dia akan kembali lagi, jangan kau beri dia sebelum ada izin dariku”

Malam itu untuk ketiga kalinya maling pendusta itu tertangkap basah oleh Abu Hurairah ketika sedang beraksi mencuri makanan milik kaum muslimin. Kata Abu Huroiroh “Sungguh akan aku bawa menghadap Rasulullah saw. Ini adalah kali yang ketiga kau datang.”

Kata orang itu, “Lepaskanlah aku, akan aku ajari kau beberapa kalimat yang Allah memberikan manfaat pada kalimat-kalimat itu.”

Tentu saja Abu Huroiroh sangat senang sekali “Apa itu?” tanya Abu Huroiroh.

Orang itu menjawab, “Jika engkau hendak tidur, bacalah ayat kursi. Karena Allah akan menjagamu sampai kau bangun, dan setan tak akan berani mendekatimu.”

Lalu Abu Hurairah pun membebaskannya. Esok hari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bertanya kepada Abu Huroiroh tentang tawanannya semalam. Kata Abu Huroiroh, “Wahai Rasulullah, dia menyangka bahwa dia telah mengajariku beberapa kalimat yang bermanfaat bagiku, maka aku bebaskan dia.”

“Apa itu?” kata Nabi.

“Dia berkata padaku agar aku membaca ayat kursi sebelum tidur. Dan apabila aku membacanya, maka aku akan dijaga oleh Allah sampai subuh dan tidak akan ada setan yang mendekatiku,” jawab Abu Hurairah.

“Ketahuilah, sesungguhnya dia telah berkata jujur padamu padahal sebenarnya dia itu pendusta. Tahukah kau siapa orang yang kau ajak bicara selama tiga malam ini, hai Abu Huroiroh?”

“Tidak.”

“Dia itu adalah setan.” (HR. Al-Bukhari)

Dari kisah di atas, bagaimana setan mengetahui fadhilah ayat kursi, padahal itu sama sekali tidak ada gunanya bagi dirinya. Begitulah setan, dia akan melakukan apapun caranya untuk menjerumuskan manusia. Dan di bulan Ramadhan ini, ketika setan-setan dibelenggu, masih banyak orang-orang yang hafal ayat kursi yang tega melakukan perbuatan setan meski di bulan Ramadahan. Mereka tak sadar bahwa mereka sendirilah setan itu. Mungkinkah para teroris yang hafal ayat kursi itu adalah setan? Wallahua’alam bishowaab….

Semoga kita terlidung dari godaan setan yang terkutuk…

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: