disket never die!

disket

Disket atau floppy disk, seingatku terakhir kali aku menggunakannya adalah saat mengumpulkan tugas iklan radio waktu kuliah Semester 3 tahun 2004. Karena file untuk audio 60 detik memang gak besar-besar amat 1.25 MB, sedangkan disket kapasitasnya adalah 1.44 MB, jadi cukuplah. Temanku sampai terheran-heran ketika aku memutar iklan radio melalui Winamp dari disket, hehe…

Dulu waktu masih SMA, pengin sekali punya disket satuuuu aja. Rasanya kalau udah bawa disket, kayaknya dah jadi orang yang modern banget, pokoknya bikin ngeri orang sekitar lah. Dan ketika bikin TA desain grafis perancangan kampanye Milo tahun 2003, aku memerlukan disket lebih dari 10. ternyata yang aku cita-citakan sewaktu SMA sudah melebihi batasannya hehe…

Waktu SD saat baca komik Legenda Sawungkampret-nya Dwi Koen, aku sama sekali nggak ngerti apa yang dikatakan Na’ip. Waktu itu disket menjadi suatu faktor yang bisa mengangkat komik yangmana settingnya adalah jaman Batavia bisa menjadi gak ketinggalan jaman. Dan Dwi Koen adalah ahlinya mengarang-ngarang dan mengobok-obok sejarah menjadi suatu cerita yang menarik dan kelihatan logis meskipun sebenarnya bohong (atau mungkin malah emang beneran?) Disket pada tahun 90-an adalah barang yang membuat orang yang nggak pernah nyentuh komputer merinding.

diketerror

disketerror

Aku juga masih teringat waktu aku menyusun TA pada tahun 2006 di rental langgananku Neo, di sana masih dijual disket. Yang punya rental selalu aku ejek: ’Hari gini disket?’ Ternyata memang masih laku keras ck…ck..ck.. Tapi terakhir aku berkunjung di Neo, di sana sudah tidak jualan lagi hehe….

Sekedar informasi, IBM memperkenalkan disket pertama kali pada tahun 1969 dengan ukuran 8 inci dan kapasitas penyimpanan 81 KB. Sedangkan disket yang paling populer adalah yang 3,5 inci dengan kapasitas penyimpanan 1.44 MB. Kalau dihitung, sebenarnya disket sudah setia melayani dunia komputer selama 30 tahun lebih. Sejak 2007 Retailer komputer asal Inggris, PC World, mengklaim tidak akan memasok media penyimpanan itu lagi jika persediaannya sudah habis. Bahkan 98 persen PC baru saat itu tidak memiliki floppy drive. Dan sekarang 100 persen PC tidak dilengkapi dengan FDD. Teknologi disket sudah ketinggalan jaman dan sudah digantikan oleh Internet dan memori USB (Universal Serial Bus), yang bisa menyimpan data 1.000 kali lebih banyak ketimbang disket. Dengan jumlah memori seperti itu, ditambah lagi perangkatnya yang kecil dan mudah digunakan, disket tampaknya menjadi semakin usang dan tidak dapat bersaing lagi.

Yang aneh adalah, sampai sekarang masih ada yang menggunakan simbol disket sebagai ikon untuk ’Save’ Diantaranya yang masih sering aku temui adalah Internet Explorer, MS Word, dan COREL. Selalu ketika aku membuka Internet Eksplorer, saat mau menyimpan gambar, aku nggak cukup terpuaskan dengan klik kanan lalu Save Picture As, aku selalu menunggu ikon disket keluar untuk menyimpan gambar. Kayaknya lebih mantab gitu hehe…..

Hidup Disket! (nek mbledis ketok,ups)

i_e

ms_word

cdr

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: