Utang itu (mungkin) akhirnya beres

7 tahun yang lalu, anak-anak desain grafis CITS UGM mengadakan kunjungan ke Amri Gallery (sebelum kebakaran) dipandu oleh Pak Hajar Pamadhi yang memang sudah sangat dekat dengan Pak Amri Yahya (alm). Selain mengagumi karya-karya lukisan batik Pak Amri, ada pelajaran lain yang didapat dari kunjungan itu. Saat itu almarhum Amri Yahya begitu geram dengan pemerintah (waktu itu dibawah kepresidenan Megawati) yang kurang memperhatikan kebudayaan Indonesia, tapi malah sibuk mengurusi masalah politik yang sedang memanas. Hingga akhirnya hak paten batik jatuh ke Malaysia. Betapa sakit hati Pak Amri ketika akan pameran ke luar negeri atau mengirim karyanya, harus ijin dulu ke negeri jiran itu. Padahal jelas-jelas kalau batik itu asli dari Indonesia, ngapain harus pake’ birokrasi yang rumit dengan Malaysia? Dengan tegas beliau berpesan kepada mahasiswa agar selalu menghargai, melestarikan, dan memperjuangkan kebudayaan Indonesia agar tidak dicuri bangsa lain.

Selepas kepergian Pak Amri Yahya, sebanyak 97% kebudayaan yang merupakan hasil cipta, rasa, dan karsa asli Indonesia diklaim negara lain (Amerika, Jepang, Perancis dll) diantaranya tempe, obat-obatan tradisional dan beberapa motif di seluruh Indonesia (aku lupa ini dari artikel siapa, kalo gak salah dari penelitian dosen di universitas luar Jawa). Kayaknya apa yang dipesankan oleh almarhum Amri Yahya tidak ada yang gubris, dan aku merasa mempunyai hutang kepada Pak Amri untuk memperjuangkannya meskipun sekedar koar-koar atau apalah

Akupun juga mencoba semampuku untuk memperjuangkan beberapa hasil kebudayaan yang ada di Indonesia. Saat ada even Black Innovation Award, aku mencoba mengirim inovasi dari kebudayaan Indonesia yaitu TACK-LACK (masih dalam proses hak desain karya) alias sandal teklek, namun hanya masuk 50 besar. Kemudian saat acara Festival Iklan Pinasthika, aku berusaha membuat karya animasi yang mencoba memberitahu orang Indonesia, bahwa kekayaan kita sudah banyak diklaim negara lain, dan sudah saatnya kita memperjuangkan dan melestarikannya. Animasi yang berjudul ‘INI MILIK KITA!’ yang diedit dengan sempurna oleh Nur Cholis, partnerku waktu kuliah dulu, cukup membuat juri tersentak hingga akhirnya masuk finalis di Young Film Director meskipun nggak menang. Pada bagian ending aku tuliskan Tribute to Amri Yahya, kemudian hatiku berkata “Pak Amri, apakah utangku sudah terbayar?” Tak lama setelah itu, Indonesia geger dengan lagu Rasa Sayange yang menjadi backsound promosi iklan Malaysia. Dan aku masih merasa bahwa utangku belum sepenuhnya beres.

Tapi akhirnya dunia mengakui bahwa batik merupakan salah satu warisan umat manusia yang dihasilkan oleh bangsa Indonesia. Dan hari ini Jum’at, tanggal 2 Oktober 2009, UNESCO mengukuhkan batik Indonesia dalam daftar representatif Budaya Tak Benda Warisan Manusia. Hari ini dijadikan gerakan berbaju batik bagi seluruh rakyat Indonesia untuk menumbuhkan social awareness, mencintai dan menyelamatkan produksi asli Indonesia itu. Katanya pengakuan UNESCO itu diberikan terutama karena penilaian terhadap keragaman motif batik yang penuh makna filosofi mendalam. Di samping itu pemerintah dan rakyat Indonesia juga dinilai telah melakukan berbagai langkah nyata untuk lindungi dan melestarikan warisan budaya itu secara turun menurun.

Dus, meskipun aku nggak terlibat banyak dalam langkah itu, dengan ini mungkin aku bisa berkata lega “Pak Amri utangku sudah beres tah?”

Amri Yahya

Amri Yahya

Tags: , ,

One Response to “Utang itu (mungkin) akhirnya beres”

  1. septyan Says:

    update terus dong mas, keren nih, sumpah deh!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: