SIM-Salabim (Part I)

Tuhan adalah Maha Segalanya, termasuk dalam hal bercanda. Sering dalam perjalanan hidupku aku merasa dipermainkan olehNya. Kadang disaat aku berdoa dan meminta berkali-kali kepadaNya sering tidak dikabulkan, kemudian tiba-tiba saja tidak disangka-sangka aku mendapatkan sesuatu yang lebih baik dari apa yang aku minta. Memang dalam hal seperti itu awalnya menyebalkan tapi akhirnya menyenangkan. Adakalanya kita dipermainkan dalam situasi buruk karena awalnya kita juga mempermainkan Tuhan. Contohnya kita sudah bersungguh-sungguh dalam bertobat namun suatu saat kumat, bukankah itu sama saja mempermainkan Tuhan? Kemungkinan kita juga akan dibalas dipermainkan. Tuhan kok dipermainkan, emang bisa? Namun apapun hasil dari perbuatan yang kita lakukan, sebenarnya kita memang sudah diberikan yang terbaik. Maka sudah sepatutnya kita nggak usah su’udlon….

Termasuk saat aku membikin SIM. Mau tau ceritanya? Selesaikan pekerjaanmu dulu dan pastikan mood kamu untuk membaca tulisan ini, karena sangat panjang ceritanya. Meskipun panjang, menceritakannya adalah sesuatu yang harus aku lakukan…. (aku nggak tahu apa maksudnya kalimat terakhir ini)

Aku berusaha untuk membuat SIM sesuai prosedur. Kebetulan di KASKUS ada yang ngasih tau soal-soal ujian teori masuk SIM beserta kunci jawabannya. Dan karena nggak ada waktu buat mempelajari semua, maka hanya sebagian yang aku baca, karena jumlah soalnya ada 500. Saat ujian teori, ternyata memang benar, soalnya sama persis, cuman yang diambil 30 soal dengan kode yang berbeda-beda. Aku mengerjakan soal teori semaksimal mungkin dan optimis bisa lulus. Syarat kelulusan adalah jawaban benar minimal 20. Tapi setelah diumumkan ternyata aku benar 19, nanggung banget! sama dengan orang yang ngasih tahu di KASKUS, dia juga bener 19. Wah ini kebetulan atau apa? Akhirnya aku ngulang seminggu lagi. Hiks…

Seminggu kemudian aku ujian teori lagi, kali ini sudah persiapan dengan membaca semua soal yang jumlahnya 500 itu, namun hanya sekali, jadi ada yang lupa dikit. Ujian teori kukerjakan dengan mudah, dan saat diumumkan, soal yang kukerjakan benar 24, yes lulus! Lalu berlanjutlah ke ujian praktek, disini kegagalan lebih dari 3 kali, harus ngulang minggu depan. Setelah melalui penjelasan dari instruktur yang suaranya pelan dan halus, aku mulai dengan giliran awal. Karena awal, maka aku dijadikan acuan bagi peserta lain, sehingga peserta yang dibelakang bisa antisipasi kesalahan apa yang aku perbuat, sialan. Dan lhadalah, aku gagal gara-gara cuman karena hal sepele; lupa negok kanan sebelum berangkat. Ngulang lagi ujian praktek minggu depan. Hiks… Padahal udah nggaya pake’ helm The Beatles  A Hard Day’s Night

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: