Pikiran Jorok (Part2)

Sebenarnya boleh nggak sih kita berpikiran jorok? Atau… Perlu nggak sih pikiran jorok itu? Menurutku semuanya itu boleh, asal manfaatnya lebih banyak daripada mudharatnya. Bukankah manusia (makhluk mulia) itu diciptakan dari sesuatu yang menjijikkan? Jadi intinya berpikirlah jorok, tapi jorok yang bermanfaat hehe… Emang ada? Ada kok…

Mungkin waktu SMA (kelas 1 kalo tidak salah) dalam pelajaran trigonometri kita diajari guru kita membantu menghafal untuk tanda sin,cos,tan di kuadran IV,III,II,I : CotangsiAll (co= cos+ di kw IV, tang= tangen+ di KWIII, sin= sin + di KWII dan All= semua+ di KWI)

Ada juga alternatif menghafal sistem kwadran lainnya yaitu dengan cara dari kwadran I ke kwadran IV, dirangkai menjadi ”Semua Siswa Tanpa Cosmetik”

Tapi yang populer tetep saja CotangsiAll, meskipun harus mekso kata ”semua” diubah menjadi ”All”. Kenapa? Karena lebih mudah menghafalnya. Kenapa kok bisa lebih mudah menghafalnya? Karena kata CotangsiAll itu jorok. Dan sesuatu yang jorok lebih mudah tertancap di pikiran (dan menyenangkan pula hehe…)

Ada lagi, kalau nggak salah dalam pelajaran kimia, kita diajarkan juga menghafal dengan gampang Sistem Periodik Berkala Unsur (SPBU).

Seingatku sih yang paling populer adalah menghafal golongan IA dan IIA. Contohnya di golongan IIA adalah Be, Mg, Ca, Sr, Ba, Ra dirangkai menjadi: Bebek Mangan Cacing, Sreden, Banget Rasane. Tapi temenku punya cara menghafal yang lain dengan kalimat yang jorok (Maaf karena terlalu vulgar, nggak ditulis di sini) Dan dengan merangkai kalimat yang jorok itu, dia bisa hafal semua golongan yang ada di SPBU. Hebat yah?

Nah bagaimana kaitannya dengan mencari ide? Kalau menurutku sih, carilah ide sebanyak-banyaknya dan apapun itu, meskipun jorok. Cuman sekarang ide-ide yang jorok itu kadang tidak pada tempatnya, sehingga melanggar etika. Dan, orang-orang Indonesia suka dengan hal-hal yang berbau seperti itu. Sehingga banyak iklan-iklan yang memakai model wanita sebagai pemikat konsumen. Apakah yang demikian itu namanya mengeksploitasi wanita? Aku nggak bisa menilai. Coba kalian perhatikan iklan di bawah.

Iklan pada tahun 2005 tersebut sempat mendapat reaksi keras dari Kementrian Negara Pemberdayaan Perempuan karena visualnya yang seronok dan vulgar. Aku sendiri nggak tahu apa maksud dari iklan itu. Tapi dari iklan itu sebenarnya bisa dicari ide yang lebih cerdas dan jauh dari kesan seksis (aku nggak mau beberkan idenya di sini, nanti dicuri orang, kapok!) Di Jepang, meskipun banyak iklan yang menjurus pada hal-hal berbau porno, ada juga iklan yang sebenarnya jorok, namun dikemas dan ditempatkan dalam pesan komunikasi yang kreatif, sehingga iklan tersebut sama sekali tidak terkesan porno.

Mau berpikiran jorok? Silahkan, asal ada manfaatnya dan pada tempatnya. Banyak orang yang mengira aku ini orangnya kalem, alim, sopan, dll, padahal sebenarnya di kepalaku banyak juga pikiran-pikiran jorok. Tapi ya tau diri… Jangan bilang siapa-siapa lo…

Tags: , ,

One Response to “Pikiran Jorok (Part2)”

  1. B Says:

    wah pas banget…
    gw lagi butuh ide fresh buat trigonometri eh dapetnya disini.
    hidup CotangsiALL.

    btw arti cotangsiall apaan? emangnya jorok?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: