Jadi terkenal itu (kadang)menyusahkan

Blog ini ada, awalnya hanya karena sebuah kejadian (personal) yang membuat aku mau tak mau harus melampiaskannya lewat sebuah blog. Kalau nggak ada kejadian itu, mungkin sampai kapanpun aku nggak pernah menulis blog, dan nggak pantas diriku dianggap sebagai Copywriter. Copywriter nggak punya blog? Ah ngisin-ngisini! Untung saja ada kejadian itu. Kejadian yang membuatku harus mendengarkan lagu Koibito Yo-nya Matsui Itsuwa yang aku dapet dari mas amenth THMD untuk bahan presentasi.

Toh tulisan itu hanya sebatas personal saja, hanya temen-temen dekat saja yang tahu. Bahkan awalnya pun, isinya yang paham cuman aku sendiri hehe… Lama kelamaan aku mulai agak stress, sehingga isinya mulai ngaco. Tapi aku mulai menyukainya. Yang mbaca juga. Kemudian perlahan pekerjaanku semakin bertambah, sehingga membuat aku jarang menulis daily journal-ku di blog. Artinya dalam seminggu, mungkin cuman posting sekali dua kali, atau bahkan kubiarkan sampai berminggu-minggu.

Hingga akhirnya teman sekantor agan McKagan meng-upload sandalku di KASKUS… dan yang terjadi adalah….

Fiuuufh…!!! pada hari Kamis kemarin, tanggal 28 Januari, Views per day: 4275!!!  Suatu perolehan yang benar-benar tidak pernah kusangka sama sekali. Dari grafik yang berkisar cuman puluhan, langsung melonjak, wuutt!!! Blog-ku yang awalnya dibaca segelintir orang kini dibaca ribuan orang!

Siang itu juga aku langsung dapet sms dari temen-temen, dan sorenya langsung diwawancarai oleh stasiun radio di Jogja by phone. Mendadak jadi terkenal! Padahal saat itu kerjaan lagi banyak-banyaknya, dan aku disibukkan oleh komen yang selalu bertambah tiap menit. Belum lagi ada permintaan yang terus selalu ada. Padahal kalaupun aku menyanggupinya, tanganku cuman dua. Bisa diamputasi saya!

Tapi yang menjadi persoalan adalah, bahwa ketika grafik berada pada puncak-puncaknya, maka seperti yang dikatakan Mario Teguh, peluang terbesar selanjutnya adalah turun. Sulit sekali untuk membuatnya menjadi naik, dan naik terus. Artinya aku menjadi terkenal mungkin hanya sehari itu saja, selanjutnya mungkin sudah dilupakan sajalah.. Dan memang benar, malam ini sebelum aku pulang, aku mengecek blog-ku, dan yang mengunjungi cuman 300-an orang. Grafik yang awalnya menanjak, langsung turun drastis, wutt!!!

Lalu bagaimana agar grafik yang 4275 itu bisa naik terus menjadi 5000, atau sampai 100.000, bahkan lebih, setiap harinya? Mau tidak mau, aku harus mem-posting terus blog-ku tiap hari dengan artikel yang menarik atau kocak, agar terus dibaca pengunjung. Lhawong sudah terlanjur dikunjungi ribuan orang kok? Aku harus bisa mempertahankannya. Atau aku harus bikin sandal baru terus tiap hari dan kupasang di blog ini atau dijual di FJB. Semua itu bisa dilakukan, tapi ya susah, dan mungkin aku bisa wasalam.

Kemungkinan untuk selalu meng-update blog-ku tiap hari adalah salah satu cara yang bisa dilakukan untuk bisa terus terkenal. Tapi ya mana mungkin? Urusanku diluar dunia maya juga banyak je… Aku juga nggak mau. Masak tiap hari selalu update? Katanya orang yang selalu update atau mungkin selalu mengganti statusnya di facebook, atau nge-tweet tiap menit menunjukkan sebuah eksistensi mereka, sehingga mereka dikenal banyak orang. Apalagi teknologi sekarang memudahkan kita untuk bisa update dimana saja dan kapan saja. Tujuannya cuman itu, eksistensi atau agar terkenal.

Kadang saat aku berjamaah sholat dhuhur atau ashar di masjid desa dan kumpul dengan para petani, aku ngiri sama mereka yang nggak peduli dengan apa yang terjadi di dunia luar. Mereka orang biasa yang nggak perlu terkenal. Mereka nggak punya email, fb, atau twitter, dll. Baginya update itu nggak penting dan nggak mempengaruhi kehidupan mereka. Bahkan mereka selalu update dengan penciptanya, (katanya sih) tiap nanam satu padi adalah satu dzikir atau shalawat. Update mereka beda dengan update di dunia internet. Berita gaji presiden naik pun gak akan berpengaruh bagi pendapatan mereka. Toh mereka masih baik-baik saja dan bisa makan enak.

Ya jelas lah…pekerjaan kita dan mereka beda. Email nggak akan berpengaruh untuk pekerjaan mereka, tapi bagi perusahaan besar yang mau mengirim dokumen ke luar negeri, email sangat dibutuhkan. Namun kayaknya mereka nggak peduli dengan apa yang pernah diramalkan Alvin Tofler, bahwa masyarakat agraris akan berubah menjadi masyarakat industri, lalu informasi. Karena mereka akan tetap dibutuhkan meskipun nggak terkenal (emang kita bisa makan nasi dari siapa?) Dan satu lagi mereka percaya bahwa segala sesuatu bermula dari sebuah titik, dan akan berakhir di titik itu juga.

Aku nggak tahu apa maksudnya, yang jelas kok postinganku ini udah ngalor-ngidul keluar dari judulnya yah? Pokoknya intinya jadi terkenal itu nyusahin, tapi kok banyak yang suka….

Tags: , ,

5 Responses to “Jadi terkenal itu (kadang)menyusahkan”

  1. Joni Balbo Says:

    ====>> “Kadang saat aku berjamaah sholat dhuhur atau ashar di masjid desa dan kumpul dengan para petani, aku ngiri sama mereka yang nggak peduli dengan apa yang terjadi di dunia luar. Mereka orang biasa yang nggak perlu terkenal. Mereka nggak punya email, fb, atau twitter, dll. Baginya update itu nggak penting dan nggak mempengaruhi kehidupan mereka” ====

    yo uweis to.. jadi seperti mereka wae.. tapi nanti kalo u ketinggalan info sayembara apa gak nyesel bos? :))

    btw, tulisanmu iki memang ngalor ngidul tenan, jadi males bacanya:)
    tp sekali lg selamad jadi terkenalnya, moga kedepan makin terkenal lagi.. amien..

  2. el Says:

    hihih..km udah terkenal dari jaman kuliah hus, atau pas abis masuk kick andy? atau pas abis ikut lomba kartun luar negri itu ya? *ikut-ikutan ngalor-ngidul juga*. Ayo tetap menulis dan berkarya, dan semoga nyaman untuk menjadi terkenal..

    oh ya, km masih punya sendal beatles kan?
    *kaburrr sebelom orang2 dateng lagi buat nanyain dan aku bisa kegencet-gencet sama 5rb/10rb orang lagi*

  3. bindutz Says:

    ya mau gimana lagi mas.. namanya kita2 “yo mung wong biasa je”..
    terkenal dan dilupakan itu hal biasa yo mas yo..
    yang penting ga menyusahkan orang laen dan bisa terus makaryo yo mas yo..??

    salam seko sedulurmu mas.. hehe..

  4. devilfruit Says:

    saya termasuk yang 300 orang itu lho mas😄

  5. rajamerketing Says:

    Sharing artikelnya dunk..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: