Diana Pungli

Ha-haaa… akhirnya aku nemu file-ku tahun 2007 saat ikutan lomba Anti Pungli. Nggak masuk finalis sih, tapi kok bisa-bisanya aku kepikiran tentang Diana Pungky yah? hehe..

Kalau melihat postinganku “Tipe Wanita” aku jadi teringat tentang Hukum Pewarisan dan perkawinan silang Mendel jaman SMA dulu. Dan Diana Punky-lah tipe wanita yang menurutku sangat cocok bagiku, ck…ck…(geleng-geleng). Coba kalau disilangkan, rambutku lurus, Diana Pungky bergelombang. Kulitku sawo matang, Diana Pungky putih halus. Bentuk mukaku lonjong, Diana Pungky agak bulat. Aku tak bisa membayangkan nanti anaknya jadi kayak apa…

Oke kembali ke poster anti pungli. Waktu lomba diselenggarakan, pikiranku berpikir sangat berat dan keras saat itu. Kayaknya aku tak pernah berpikir seberat itu sekarang (hmmm…) Aku mencoba untuk mebuat iklan yang tampak tidak seperti iklan (seperti yang dikoar-koarkan kebanyakan praktisi iklan waktu itu). Lalu karena aku tak bisa terlepas dari plesetan, maka terciptalah konsep: Diana Pungky YES! Diancam Pungli NO!

Ampun, wagu banget deh….

Inspirasi datang dari Sajak-sajak yang ada di koran Kompas setiap hari Minggu. Wah kayaknya keren nih kalau dibuat format kayak gini, sajak dengan ilustrasi di atasnya. Maka segera kubuat sebuah ilustrasi dengan cat poster seorang Diana Pungli yang mau mencium (merayu) seorang pengusaha, namun pengusaha tersebut memberinya kepiting yang siap mencatut bibirnya. Auw, sudah lama aku tak berkreasi dengan cat poster (hiks, kemampuanku sudah menurun)

Aku nggak bisa berkomentar apa-apa tentang poster anti pungli yang kubuat ini. Kok bisa-bisanya aku kepikiran merangkai kata-kata sajak kayak gitu, padahal nggak tahu juga apakah aturan sajak itu benar atau tidak. Karya ini tidak memberi pesan apa-apa, tapi aku merasa puas, karena aku sangat serius membuatnya. Apakah ini poster? atau sajak? Entahlah…

Kapan ya aku bikin karya nggak jelas kayak gini lagi?

Tags: , ,

3 Responses to “Diana Pungli”

  1. namarov Says:

    pertamaxx
    waghu puooolll!! wkwkwkw….

  2. ndari Says:

    aha…

    ngomong2 wagu apaan artinya?

    • husnimuarif Says:

      aku baru sadar… kalo wagu itu tidak ada dalam bahasa Indonesia…
      bahasa Indonesia-nya apa ya?
      kalo dalam Tesaurus sih kata lainnya: canggung, gabir…
      tapi klo menurutku, wagu itu: jelek yang benar2 nggak layak bgt….
      Wallahu a’lam….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: