Suffering Succotash!!!

Masih ingat dengan kucing pada postinganku “beradu dengan kucing”? Akhirnya kucing itu punya anak, jumlahnya 2 lagi. Dan waktu pak kosku mbuatin tempat dari kardus buat anak-anak kucing tersebut, induknya sangat aggresif, khawatir kalau-kalau anaknya diambil. Jadi tiap aku liat dia, nggak cuman melotot tapi juga mengaum waaakh!!.. waakh!!!

Setelah dirasa aman, akhirnya kedua kucing tersebut dipindah ke tempat kardus yang lebih nyaman. Saat induknya balik, jadinya malah frustasi kayak orang gila eh kucing gila, karena nyari anaknya. Semua orang disalahin waaakh!!! waakh!! mau nunjukin anaknya malah dianya mau gigit waakh!!! waakh!!!. Akhirnya setelah dia tahu di mana anaknya, dan ditinggalin biar nggak ngganggu, damailah suasana. Kuintip dari jendela anak-anaknya sedang menyusu induknya.

Tapi anehnya ketika pagi, kulihat induknya meninggalkan anak-anaknya, sehingga waktu kedua kucing itu bangun, menjadi kebingungan. Dan malamnya, induknya kok belum datang juga, padahal mereka gemetar kelaparan. Akhirnya pak kos datang ngasih makanan, tak lama kemudian mereka tidur.

Kucing yang putih lebih jinak dan reaktif, ketika malam aku pulang dan membuka kunci pintu, tiba-tiba dia sudah dibawah kakiku muter-muter sehingga aku kaget dan teriak “Suffering Succotash!!!”. Aku nggak tahu apa makna trademark seruan dari karakter Sylvester salah satu tokoh kartun Warner Bros itu. Tapi yang jelas, dulu aku sering menirukannya saat sedang dapat ide maupun saat stress. Kalau sekarang sih “mekrok!” Dan kayaknya nama Suffering Succotash itu cocok kuberikan ke dia.

Malam itu dia terlihat sedang kelaparan. Susu yang diberikan pak kos tadi pagi nggak dihabisin. Ya jelaslah, pikirku, wong itu susu untuk ibu hamil kok, kebetulan istri pak kosku sedang hamil. Ada-ada saja…. Aku teringat kalau tadi aku beli sekaleng Bear Brand, buat sahur lumayan. Tapi kok kayaknya mending kuminum sekarang sekalian, biar bisa kusisakan untuk anak kucing itu. Kubaca ingredient di kaleng itu ada peringatan Tidak cocok untuk bayi. Ah biar saja, ini kucing… bukan manusia, hehe…. masih mending, pak kos malah ngasih susu buat ibu hamil, ini kan masih bayi, belum bisa hamil, pikirku.

Dan setelah kutuang di piring plastik dia langsung datang, dan mulailah cliap…cliap..cliap.. dengan lahap dia habiskan susu itu. Saudaranya pun menyusul, namun sayang cuman kebagian sedikit. Suffering Succotash!!! jelas aja mereka mau, Bear Brand kok, mahal je….

Induknya sudah dua hari nggak balik menemui anaknya, dasar induk nggak bertanggung jawab! sehingga ketika aku pulang, Suffering Succotash putih pasti langsung mendekatiku dan menyundul-nyundul kakiku. Kadang suka sekali gigit-gigit atau mencakar-cakar sandal The Beatles-ku. Kepalanya pun sering diusap-usapkan ke kakiku, bahkan dijilat dikit. Geli tauk! Atau kalau tidak mencakar-cakar ban sepedaku, dan anak-anak pak kosku suka melihatnya. Auw, Suffering Succotash!! kadang waktuku banyak tersita gara-gara anak-anak kucing itu, mana susunya doyannya Bear Brand lagi. Mana sih simbokmu?

Kucoba menatap wajahnya, dia melototiku. Tak lama kemudian berkedip. Suffering Succotash!! apa kamu generasi penerus simbokmu? Tapi baru tak pelototin dikit aja kamu dah kedip, mungkin belum saatnya untuk beradu nak…

Ah, Suffering Succotash!! kok malah mangap… simbokmu ndi?

Pagi tadi simboknya tiba-tiba balik. Pak kos sempat menduga bahwa simboknya dibunuh. Untung saja tidak, kalau iya aku bisa tekor harus beli Bear Brand tiap hari. Sudah Sana! Nyusulah ke mbokmu!

Tags: ,

One Response to “Suffering Succotash!!!”

  1. Joni Balbo Says:

    ck ck ck…
    kucing n bapaknya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: