Are You Smarter Than a 5th Grader?

Sabtu 13 Maret, waktu menunjukkan pukul 11:15, sebentar lagi kakakku dari Jepara akan datang. Harusnya weekend ini aku mau memanjakan diri dan nggak ingin diganggu. Bukannya nggak senang kakakku datang, cuman ini datangnya karena sebuah urusan keluarga. Dan mengharuskanku untuk mentransfer dan menguras uang di dua ATM-ku, hiks! Yah, mau gimana lagi, keluarga adalah prioritas.

Siang itu aku mengeluh, sebab tanggal 15 nanti aku sudah mempersiapkan uangku untuk sedekah rutin. Lalu aku berpikir, bukankah kata ustadz Yusuf Mansur, dengan sedekah akan semakin menambah rejeki kita? Ini malah masalah datang dan membuat uangku yang ada di ATM semakin memprihatinkan. Tapi ternyata keluhanku salah, sedekah tidak hanya menambah harta kita, tapi juga menyelamatkan dan menjaga harta kita. Sedekah bagiku malah lebih dari sekedar asuransi, karena tidak hanya menyelamatkan kita di dunia, namun juga di akhirat nanti. Dan siang itu aku benar-benar merasa terselamatkan. Ceritanya begini…

Setengah jam sebelum kakakku datang, tiba-tiba ada telepon masuk yang mengaku dari TELKOMSEL. Suara dari seorang laki-laki macam om-om (aku lupa namanya) dengan gaya bicara seperti SPG. Katanya pagi tadi sudah dilakukan pengundian dengan mengacak semua nomor dari 32 propinsi di seluruh Indonesia. Dia bilang nomor pengundiannya tepat dengan 4 digit nomor belakang Simpatiku dan aku berhak mendapatkan uang 10 juta plus pulsa 1 juta tanpa pajak alias tanpa harus mentransfer sejumlah uang. Waw, inikah hasil dari sedekah? Pikirku.

Suaranya begitu meyakinkanku dan menghipnotisku. Aku seakan-akan mengikuti dan percaya padanya. Tibalah saat dia meminta nomor rekeningku, untuk mentransfer hadiah kepadaku. Saat itu langsung saja aku tersadar dan ingat akan perkataan sebelumnya yaitu: pengundian di 32 propinsi di seluruh Indonesia. Tunggu, 32 propinsi? Kayaknya jumlah propinsi di Indonesia tidak 32 deh? Kayaknya sih 33? Pikirku sok tahu. Dari situ, langsung aku balas “Maaf Pak, sekarang saya sedang meeting, mungkin bisa dilanjutkan nanti?” “Oh baik Pak, (sialan dari tadi aku dipanggil Pak, kalau di Bali sih boleh) nanti saya hubungi lagi” Dan sampai sekarang pun aku tidak dihubungi. Berarti telepon tadi sudah pasti adalah sebuah penipuan.

Kemudian setelah ditelepon aku langsung sms temanku, menanyakan berapa jumlah propinsi yang ada di Indonesia. Sms yang pertama menjawab 32 dengan embel-embel di belakang; kalau tidak salah lo. Lalu aku teringat temanku yang di KPU, pasti tahu lah, wong KPU kok nggak tahu, kebangeten. Dan jawabannya adalah 33. Lalu tak lama kemudian anak-anak pak kos pulang dari sekolah. Lalu aku nanya ke mereka berapa propinsi yang ada di Indonesia. Jawabannya gini: “Ya, ada 33 dong…wuuu… Mas Husni ini kalah sama anak SD!” Lalu kujawab “Loh aku kan cuman mau ngetes, seberapa kepintaranmu…(hehe..)”

Fiuh, AlhamduliLLAH untung saja selamet-selamet, kalau tidak mungkin aku sudah tak punya uang lagi untuk mengatasi urusan keluargaku, dan kakakku akan pulang dengan sebuah kabar buruk yang menimpaku.

Ada beberapa kejanggaan dan taktik dari penipuan tadi yang bisa dideteksi. Pertama, meskipun biasanya penipuannya lewat sms, dan ini sedikit lebih maju lewat menelepon langsung, namun nomer yang masuk tidak bertuliskan TELKOMSEL ataupun biasanya cuma 4 digit. Yang kedua, suaranya adalah laki-laki, males ah kalau yang nelepon laki-laki, mungkin kalau yang nelepon Selly bisa saja aku tertipu. Dan coba pikir, yang namanya provider, biasanya yang nelepon ke konsumer adalah suara wanita. Nggak cuman provider lah, pelayanan airlines, suara konsumen Unilever, kuis di televisi, dll, biasanya adalah wanita. Yang ketiga, sang penipu sangat licik dengan menelepon di hari Sabtu. Bila kita sudah terjebak menyerahkan nomer rekening kita, dan tahu kalau kita tertipu, lalu kemudian kita mau menyelamatkan rekening kita, maka sangat sulit, karena hari Sabtu bank tutup.

Yang terakhir, 32 propinsi itu lo. Masak nyebutin propinsi ada 32? Kelihatan nggak profesional banget! Kalah sama anak kelas 5 SD. Saat itu aku mau membalas gini: “Pak, kayaknya bapak nggak pantes deh kalau ikutan kuis Are You Smarter Than a 5th Grader. Lain kali kalau mau nipu yang cerdas dikit dong!” Tapi sayangnya waktu itu aku nggak mau, ntar kalau dia nipu ke yang lain bisa direvisi dong, dan semakin banyak yang tertipu. Dan aku juga nggak mau nyombong, karena saat itu aku juga belum yakin bener kalau propinsi di Indonesia ada 33, cuman kayaknya pernah denger aja ada 33, hehe…

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: