ternyata cuman sepele gitu

Jauh hari sebelum aku memutuskan untuk membawa sepeda motor di Jogja, aku sudah berencana untuk membeli sarung tangan dulu. Namun atas kebaikan mbak Rina, (bagian supporting Account di petakumet) beliau menjanjikan untuk memberikan sarung tangan milik suaminya yang kebetulan tidak dipakai. Dan setelah sepeda motor itu datang, janji itu akhirnya terpenuhi. Sebuah sarung tangan hitam dari kulit asli dengan merk EIGER diberikan kepadaku. Waw, dari dulu aku suka sekali merk itu (suaminya mbak Rina juga demikian) Aku memakai tas eiger dari SMP sampai kuliah semester 3, sedangkan untuk celananya, aku memakai merk eiger terus dari SMA hingga sekarang.

Dan kali ini bertambah dengan sepasang sarung tangan eiger asli, keren, mahal lagi. Aku nggak tahu alasan sebenarnya mengapa suaminya mbak Rina nggak suka lagi dengan sarung tangan itu. Kalau terlalu sempit, kayaknya sarung tangan itu pas bila dipakai oleh orang seukuran (gemuk hehe…) suaminya mbak Rina. Kemudian mulailah kucoba sarung tangan itu. Kupasangkan krek-krekan (apalah namanya) di bagian bawah karena aku anggap caranya sama seperti memakai jam tangan, lagian selama ini kalau aku memakai sarung tangan bagian pembuka dan penutupnya selalu ada di bawah. Terlihat keren banget, tapi rasanya ada yang mengganjal. Saat kucoba untuk berkendara, sarung tangan itu terasa ada bagian yang meleset dan menarik bagian jempolku sehingga sangat tidak nyaman untuk memegang dan menge-gas di bagian stang.

Mungkin rasa yang sangat mengganggu dan membuat tidak nyaman inilah yang membuat suami mbak Rina enggan memakainya lagi. Tapi kalau aku, yaaa… meskipun nggak nyaman dipaksakan saja sekedar untuk menghindari sengatan panas sinar matahari dan buat gaya-gayaan. Lalu kemudian aku berpikir, masak merk sekelas eiger membikin produk yang nggak nyaman seperti ini, padahal asli. Desainnya sudah sangat keren kayak yang dipakai Kotaro Minami, dari kulit asli lagi. Mungkinkah ini produk gagal?

Sudah sekian lama aku mencoba untuk membiasakan memakai sarung tangan ini, tapi tetap saja rasanya nggak nyaman. Terakhir, Jum’at kemarin aku ijin sebentar dari kerjaan buat nganterin temen dari Jakarta nemenin ke pantai Depok. Selama perjalanan aku memakai sarung tangan itu kecuali pas hujan. Sampai di kantor sore, dan kulihat jempolku merah karena lecet. Kebetulan Sabtu ada lembur di kantor jam 11, dan siang itu panas sekali. Saat mau kupakai sarung tangan itu, tiba-tiba suara hatiku berkata: Hey, kayaknya sekarang kamu sudah nggak pernah ngelakuin yang nyeleneh-nyeleneh lagi. Cobalah nyeleneh, gimana kalo make sarung tangannya dibalik saja. Orang kreatif itu harus berani mencoba keluar dari save area. Ayolah, bukan husny namanya kalo nggak nyeleneh.

Kulihat sebentar sarung tangan itu, pada bagian krek-krekan pembuka penutupnya ada logonya eiger. Lalu aku bergumam: Hmm.. bener juga coba kalau dibalik, biar logo eiger-nya bisa di atas. Kan bisa buat nunjukin ke orang kalau sarung tanganku ini eiger lo, hehe… Dan setelah kubalik… Hey! Ternyata sangat nyaman sekali! Tanganku bisa bergerak dengan leluasa! Wot??!!! Jadi selama ini aku make’nya terbalik! Ya Allah, ternyata saat mencoba untuk keluar dari save area, rasanya malah jadi nyaman (save). Eh gini-gini… saat aku mencoba untuk keluar dari save area, ternyata dari awal aku sudah berada di area yang tidak nyaman (not save). Dan saat aku tahu posisi yang benar memakai sarung tangan itu, rasanya pengin make’ terus buat tidur, makan, merogoh uang di saku saat di pom bensin(sangat susah sekali kalau terbalik) garuk-garuk, dll.

Aaaarggh!!!! Aku suka sekali dengan ke-nylenehan eiger ini! Yang menempatkan krek-krekan untuk aplikasikan di bagian atas! Tapi sorenya pas aku melihat ISL, Persijap kalah 3 – 1 dengan Persema, karena kiper Persijap yang luar biasa Danang digantikan oleh Gani, tiba-tiba aku melihat sarung tangan kiper itu. Dan terlihat krek-krekan-nya ada pada bagian atas. Ealah, ternyata selama ini yang nyeleneh aku, ck…ck… Tak puas, aku mencoba mengetes mas Mio (ob petakumpet) Kuberikan dia sepasang sarung tangan itu, ternyata dia make’ krek-krekannya di atas. Berarti benar, akunya aja yang kurang peka, tapi pekok..

Aku nggak tahu apakah suaminya mbak Rina memberikan sarung tangan itu juga karena nggak sadar kalo make’nya terbalik. Semoga saja mbak Rina nggak membaca blog ini, hehe….

Tags: , ,

2 Responses to “ternyata cuman sepele gitu”

  1. alfone Says:

    VIVA FOR AREMAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA

  2. namarov Says:

    BWAKAKAKAKKAKAAA….LIKE THIS!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: