tilik bayi

Meski awan mendung begitu kelam tadi sore, akhirnya jadi juga menilik bayi setelah sebelumnya sempat ditunda-tunda selama 2 minggu. Yang berbahagia dengan putri pertamanya adalah Almi, teman kuliahku dulu (aduh lupa siapa nama anaknya). Dulu Almi juga pernah magang di bagian marketing petakumpet, sehingga aku ke sana dengan mbak Rina, orang yang dulu sangat dekat dengan Almi di bagian marketing. Mbak Rina juga bawa Kinan anaknya, tapi sudah tertidur di perjalanan sehingga sampai di rumah Almi langsung ditidurkan di sofa.

Setelah melihat bayinya, mulailah saling tukar cerita seputar hamil dan melahirkan. Maklum percakapan sesama wanita yang pernah dan bisa melahirkan. Kalau nasibku sih hanya sebagai pendengar saja, masak aku mau cerita tentang disunat?

Bla…bla…bla…bla…bla…bla…bla…bla…bla…bla…bla…bla…bla…bla…bla…bla…bla…bla…

Almi : “Pas ngelahirin itu nggak begitu sakit mbak, yang sakit itu waktu … bla…bla..”

Mbak Rina: “bla…bla… emang berapa to?”

Almi : “2,8 mbak…”

Mbak Rina : “Wah masih mending, Kinan ini dulu 3,6…”

Akhirnya aku : “Berarti Kinan dulu cumlaude yo mbak, hehe….”

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: