kosku, gudangku…

Iklan PSA di atas adalah iklan yang menceritakan bahwa hutan adalah paru-paru dunia, kemudian diterjemahkan bahwa bumi sedang bernafas lalu musnah (kempes) ketika hutan (yang diwakili oleh pohon) dicabut oleh tangan manusia. Dibuat di awal tahun 2008, tepatnya setelah aku kena cacar dan mencukur habis rambutku yang gondrong (maklum cacarnya juga sampai di kepala, jadi gatel banget)

Bermula dari kompetisi video tentang lingkungan hidup yang diadakan UPN, lalu aku mengajak temenku yang bekerja di Jogja TV, Eko. Setelah menyempatkan brainstorm dan dicapai kesepakatan, akhirnya mulailah eksekusi menggunakan handycam dan proses editingnya dibantu oleh alumni Advertising 2003, eren dan arqom (tak ada dalam foto).

Tak memakan banyak waktu karena hanya single shot. Sebuah ide yang (terlalu) simple (menurutku), tapi kebetulan waktu itu memang sedang rame-ramenya kasus ilegal logging. Iklan ini menjadi finalis di kompetisi yang diadakan di UPN waktu itu, lalu diikutkan lagi di Global Warming Video Award: Wujud Peduli Pada Upaya Penyelamatan Bumi yang diadakan oleh DAAI-TV dan Kementerian Lingkungan Hidup. Namun sayangnya lagi, setelah diseleksi dan masuk 5 besar untuk kategori non animasi, akhirnya gagal masuk ke 3 besar. Tinggal sedikit lagi, tapi emang yang seperti itu sudah menjadi kebiasaan.

Untuk craftsmanship-nya menggunakan balon yang dicat biru (minta dicampurin warna sama mas yudi) lalu untuk pulaunya menggunakan wax. Untuk tutup pentilnya dimodifikasi dengan memotong selang waterpas yang kebetulan pas banget untuk dijadikan batang pohon dengan ditutupin wax coklat. Sedangkan daunnya adalah spon yang dicuil-cuil lalu dicat hijau dan… jadilah!

Namun begitu proses syuting selesai, ini balon mau ditaruh mana? Kalau dulu waktu di kos lama, banyak sekali ruangan yang bisa disulap menjadi gudang. Tetapi kosku yang sekarang, semua barang ngumpul menjadi satu, dari kardus berisi buku, komik, poster dan koran-koran, sampai stereofoam, kertas karton, botol dan sandal bekas. Apalagi atap kosku nggak ada eternitnya, semua benda sangat gampang terkena debu. Ditinggal sehari saja kosku sudah kayak gudang. Tapi mau bagaimana lagi, nggak ada yang mau merawatnya. Akhirnya balon tersebut aku fungsikan untuk menutup ember tempat alat mandi. Awalnya sih keren, tapi karena tidak pernah dibersihin, 2 tahun kemudian beginilah jadinya….

.

sebelum….

.

2 tahun kemudian…

.

Awalnya untuk syuting iklan…

.

2 tahun kemudian, nasibnya mengenaskan

.

Artistik ya? (padahal jorok banget!)

Lain kali jangan nyimpen properti kayak gini di kosku! Kosku bukan gudang tauk!

Tags: ,

One Response to “kosku, gudangku…”

  1. namarov Says:

    nggilani mas…buang aja.
    cah historis kih…wkwkkwk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: