sebuah template yang agak ‘nggilani’

Heran, Piala dunia sudah selesai tapi saat pagi tadi aku nonton TV, pemberitaan tentang kasus Video mirip Ariel-Luna Maya-Cut Tari masih saja nongol terus di gosip. Padahal kasus itu mencuat sebelum pembukaan Piala Dunia, sampai sekarang belum juga tuntas. Aku sebenarnya ingin mengumpamakan mereka ke dalam sebuah template. Tapi sebelum aku lanjutkan postingan ini, tahukah Anda apa itu lencung? Lencung adalah tahi ayam basah, orang Jawa menyebutnya telek lencung.

Mungkin postingan ini agak sedikit jorok-bukan agak sih, tapi memang jorok. Namun sebenarnya penggambaran ini bertujuan agar pemahaman bisa ditangkap dengan mudah. Karena kalau kita tengok ke belakang, praktisi iklan Budiman Hakim dalam buku pertamanya “Lanturan tapi Relevan” juga pernah menggambarkan bagaimana seharusnya sedekah itu dengan sebuah analogi BAB. Bahwa yang namanya sedekah itu harus ikhlas seperti saat kita BAB. Artinya, ya sudah dilepaskan saja benda rapuh kekuningan itu dari makanan yang masuk ke perut kita tanpa ada beban pikiran. Dan adakah diantara kita yang menyesal setelah BAB? Tak seorang pun yang mengharapkan benda rapuh lembek itu (kadang juga agak keras dan sedikit garing) masuk kembali lewat –oke nggak perlu diteruskan. Semakin besar BAB semakin lega rasanya. Begitu juga keikhlasan orang yang bersedekah yang akan merasa lega setelah bersedekah. Bahkan memang harta itu harus dikeluarkan sama seperti saat sisa makanan sudah mengumpul banyak di saluran pencernaan kita. Ketika kita BAB pun merasa malu jika dilihat orang. Nggak mungkin kita menampak-nampakkan BAB kita ke orang lain. Begitu juga seharusnya sedekah.

Nah, masalah video porno ketiga artis itu juga bisa dianalogikan dengan lencung dan sup ayam lezat. Karir dan pencitraan mereka dibangun melalui proses yang sangat panjang hingga mereka mendapat image yang positif di mata banyak orang. Sama halnya dengan sup lezat yang terbentuk dari racikan sayur-sayuran, bumbu, dan komposisi yang mantap, sehingga orang yang melihatnya ingin segera menyantapnya karena baunya sangat sedap.

Image: kaskus.us

.

Kemudian tiba-tiba datang lencung hangat yang baru keluar dari let-si (dibalik bacanya) ayam. Splatz!

Bayangkan kalau kita ambil bagian yang terkecil dari percikan lencung itu masuk ke sup yang lezat tadi lalu diaduk-aduk melarut menjadi satu. Meski perbandingan kuantitas sup ayam dan bagian kecil dari percikan lencung sangat-sangat jauh, tapi adakah yang sudi menyantap sup itu?

Begitu juga dengan Ariel-Luna-Cut Tari, karir dan pencitraan yang telah dibangun dengan sempurna menjadi hancur hanya gara-gara video porno. Image positif yang dibentuk bertahun-tahun menjadi berantakan gara-gara video yang hanya beberapa menit saja. Sama seperti sup ayam yang sudah susah-susah dibuat akhirnya dibuang gara-gara sepercik lencung (kecuali yang tidak tahu, mungkin terasa enak saja menyantapnya, hehe….)

Begitulah kira-kira template yang bisa aku bikin, meskipun agak jorok, eh memang jorok ding! Tapi mumpung mendekati bulan puasa, marilah kita persiapkan diri untuk menempa pribadi kita di bulan puasa, menjadi pribadi yang baik dan bisa mempertahankan kebaikan itu setelah selesainya bulan Ramadlan. Jangan sampai kesempurnaan dari setiap kebaikan yang kita bangun dengan menahan nafsu sebulan penuh, menjadi bubrah dan kumat lagi. Tapi ada sebuah peningkatan yang lebih baik setelahnya, lalu berikutnya dan berikutnya. Mungkin itulah yang dinamakan ‘Kemenangan’ wallahu a’lam bishawab….

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: