karikatur part 1

10 hari yang lalu aku dapat berita dari milis CCI, dari Han Kardinata yang me-link ke DGI, memberi kabar bahwa GM Sidharta sedang dirawat di Rumah Sakit Panti Rapih Jogja. Seorang kartunis kawakan KOMPAS yang aku idolakan sejak aku masih kecil, terutama karya andalannya, Oom Pasikom. Semoga beliau diberikan kesembuhan dan bisa berkarya lagi. Sebab GM Sidartha banyak sekali memberi pengaruh padaku terutama di bidang kartun dan karikatur. Kalau bicara soal karikatur dalam perjalananku hidupku, sebenarnya kalau diceritakan sangatlah panjang. Di blog-ku ini aku mencoba untuk meringkasnya, meskipun juga akhirnya kelihatan masih panjang uraiannya.

Sedari kecil, kalau aku disuruh untuk menggambar, secara tak sadar aku menganut definisi seni dari Aristoteles. Ars Simia Nature, alias seni itu peniruan terhadap alam. Sehingga aku mengandalkan pengamatanku pada alam. Bila yang aku lihat garis lengkung maka aku goreskan garis lengkung, bila yang aku lihat lingkaran, maka aku menirukannya dengan membuat lingkaran. Nah, bagaimana dengan wajah manusia? Aku ikuti juga proporsinya, artinya mata manusia garisnya ya kayak gitu, bibir juga kayak gitu. Lama-lama jadi mikir kok antara wajah yang satu dengan yang lain bisa beda yah? Ternyata setiap orang memiliki karakter yang berbeda sekalipun itu sangat tipis, entah itu di matanya, bibirnya, lekuk wajahnya, rambutnya, alisnya, hidungnya, bahkan kupingnya. Itulah menariknya karikatur, meski dibuat tidak realis, orang yang melihatnya akan langsung bisa menebak itu wajah siapa.

Nah bicara soal karikatur alias gambar-menggambar wajah, seingatku pertama kalinya aku menggambar wajah adalah wajahku sendiri waktu kelas 1 SMA. Aku lupa tepatnya pada acara apa, kayaknya sih kalau tidak Hari Kartini, ya Hari Jadi Jepara. Aku menjadi wakil kelasku untuk ikut lomba potret wajah (kalau tidak salah, soalnya lombanya banyak banget) Yang masih aku ingat adalah, saat itu aku memakai kaos kerah putih tulisan Nasmoco. Saingannya pun berat-berat, terutama senior kelas 3. Mereka memakai teknik dussel dengan kapas sehingga seperti tampak real foto hitam putih. Sedangkan aku memakai teknik arsir silang, andalanku saat itu. Ketika sudah selesai, para peserta menyerahkan gambarnya ke juri (ketika itu adalah Pak Slamet), lalu juri melihat gambar itu dan mencocokkannya dengan peserta. Seninnya, selesai upacara pemenangnya diumumkan. Dan aku menang. Lumayan dapet uang Rp 20.000 saat itu. Dan seperti biasanya, masuk ke kas, hehe….

Kemudian saat aku kelas dua, aku diberi kepercayaan untuk menjadi Sie. Mading sekolah. Kalau nggak salah namanya “Expransa” singkatan dari Ekspresi Anak SMA Satu (masih nggak ya sekarang?) Dan waktu itu tiap bulannya aku membuat kumpulan komik slide-slide lucu, namanya Dunia Kartun. Kalau nggak salah aku pernah membuat karakter salah satu guru paling senior di SMA pada slide PANJUL&PAIJO, yaitu guru Geografi Ibu Adriana Supartijah (maaf ya bu…). Karakternya sangat mudah dibuat, karena beliau sudah begitu tuanya. Aku juga nggak tahu kenapa terlintas di benakku untuk memasukkan karakter itu, mungkin karena guru itu adalah guru yang paling dikenal murid-murid bahkan alumnus. Bagi alumnus SMA 1 Jepara pasti masih banyak yang ingat dengan panggilan “Nyi Par”. Saat aku menginjak ke kelas tiga, otomatis aku sudah lepas dengan struktur keorganisasian OSIS, sehingga sudah terlepas dengan mading. Namun kebetulan lagi-lagi ada lomba mading saat Hari Kartini, dan aku berhasil membuat karakter teman-teman penyusun Mading, termasuk penanggung jawab yaitu wali kelasku, Ibu Any (hehe…)

Lulus SMA, gagal SPMB dan akhirnya menghabiskan waktu setahun untuk persiapan SPMB selanjutnya dengan masuk program 1 tahun di CITS-UGM. Aku mengambil jurusan yang nggak begitu berat, yaitu desain grafis. Saat kuliah di CITS-UGM, ada dua dosen yang aku bikin karakternya, yaitu Pak Wayan dan Pak Affandi (eh, Affandi atau Effendi yah?) Setelah itu aku jarang sekali menggambar wajah. Hingga akhirnya mendekati pameran Agresi Reklame 2006, aku mulai terusik untuk mengambil wajah dosen untuk sebuah pengumuman penting pengumpulan karya. Anak-anak kreatif Advertising 2003 pasti tahu siapa orang itu, hehe… Tak selesai sampai di situ saja, soalnya akhirnya keterusan untuk membikin karikatur wajah pemateri pada Workshop Agresi Reklame 2006. Padahal aku sendiri ketua panitianya, bisa-bisanya disuruh bikin karikatur. Namun semuanya berjalan dengan lancar, termasuk membubuhkan logo identitas pertamaku pada karikatur itu. Ohya, salah satu dosenku yang ikut mengisi materi juga aku gambar karikaturnya, yaitu Edy SR. Tak lama kemudian beliau menampilkan wajah karikaturnya di friendster (aaw, jadul banget!)

.

.

Rasanya setelah sekian lama dari saat aku menggambar wajahku sendiri pada lomba waktu SMA, aku belum pernah lagi menggambar wajahku. Aku juga belum nemuin karakter yang paling menonjol dari wajahku itu ada pada bagian mana. Dan rasanya aku ingin sekali orang lain menggambar wajahku. Bukan aku sendiri yang menggambarnya maksudnya. Kesempatan itu datang saat aku pertama kali masuk ke petakumpet. Tepatnya saat bebarengan dengan adanya acara Advertising Expo/ ADEX yang diselenggarakan di Galeria Mall. Saat itu stand petakumpet berdekatan dengan stand SUARA MERDEKA (SM). Nah di stand SM itu ada macam-macam sajian, dari meramal hingga gambar karikatur, semuanya gratis! Karena dekat, maka kami akrab dengan orang-orang dari SM termasuk kartunisnya.

.

.

Awalnya sih enggan untuk ikutan digambar karikatur, karena harus ngantri panjang. Tapi kok kebetulan tiba-tiba ada kesempatan sepi, sehingga aku diajak Mas Indra (sekarang Bajigur!) untuk digambar wajahnya.

Aku digambar oleh Mas Ibnu Thalhah (kalau nggak salah sekarang jadi ilustratornya koran Cempaka, Suara Merdeka Group) Aku minta digambar sedang menggambar GOEN, ilustrator idolaku dan inspirasiku. Semua ilustrator di Suara Merdeka nggak ada yang nggak kenal dengan sosok GOEN, pasti kenal! GOEN adalah sosok kartunis yang paling top dan paling disegani di Semarang, hanya mungkin masih banyak orang yang belum kenal dengan sepak terjangnya di dunia kartun. Setelah selesai digambar, akhirnya kami foto bareng. Hiyaaa!!!

.

.

Meski sudah digambar orang lain, tapi sampai sekarang pun aku masih belum nemu, sebenarnya karakter yang paling menonjol dari wajahku ini ada bagian mana. Hidung? kantung mata? kuping? Hey, mungkin ada satu lagi, bekas cacar hehe….

.

Tags: ,

One Response to “karikatur part 1”

  1. Catur Widianto Says:

    i like this ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: