human touch

.

Pernah dengar lagu Human Touch dari Rick Springfield? Atau jangan-jangan ada yang nggak tahu siapa itu Rick Springfield? Rick Springfield adalah rockstar pada tahun 80-an yang sering mengisi dan tampil pada saat pertama kalinya MTV muncul, meski nggak seheboh Duran-duran. Nah, bagi kalian yang tontonannya sok MTV, yang nggak tahu Rick Springfield, jangan ngaku anak MTV.

Lagu yang paling terkenal dari Rick Springfield adalah lagu perdananya yang berjudul Jessie’s Girl. Tapi lagu yang paling aku sukai adalah I’ve Done Everything For You, Love Is Alright Tonight, dan Human Touch. Lagu I’ve Done Everything For You begitu mengena bagiku bukan karena enak dinyanyikan, tapi juga liriknya. I’ve done everything for youYou’ve done nothing for me… Aw, sangat mengena dengan masalah pribadiku, karena kadang saat aku memberikan dan mengorbankan segalanya kepada seseorang, orang itu tak pernah memberikan apa-apa bagiku. Dalam hal percintaan, di lagu ini diceritakan bahwa wanita nggak pernah peduli dan mengerti dengan segala apa yang dilakukan seorang pria, melainkan sebuah materi. Jadi untuk para wanita, jangan tersinggung kalau dikatakan matre dengan lirik lagu I’ve Done Everything For You. Toh berdasarkan penelitian, kecenderungan wanita terhadap materi lebih dari 96%.

Tapi sebenarnya aku nggak mau membicarakan tentang lagu itu (kok bisa-bisanya terlintas juga ya?) Yang ingin aku ulas kali ini adalah lagu Human Tuch. Pertama kali aku dengar, ada sesuatu yang mengejutkan dan membanggakan bagiku, yaitu opening musik dan background musiknya memasukkan angklung di dalamnya. Harusnya orang Indonesia tahu tuh, sudah lama lagi, awal tahun 80-an. Aku nggak tahu apa alasan Rick Springfield memasukkan alat musik angklung di lagunya ini.

Di dalam video klipnya diceritakan Rick Springfield dari masa lalu keluar dari tabung dan berada di masa depan, lalu menanyakan pada komputer “Hello Sally, What Year Are We In?” dan dijawab “Hello Captain We Are in The Year 2016 A.D.” Aku juga nggak paham siapa Sally itu, soalnya banyak lagu yang menggunakana nama Sally, diantaranya Oasis So Sally Can Wait… Termasuk juga lagunya Peterpan “Sally Sendiri” hehe… Kembali ke video klip, kemudian Rick Springfield mengeluarkan para dancer yang berada pada tabung-tabung dan mulailah menari dengan koreografi ala 80-an. Nah, ketika diketahui bahwa masa depan ternyata banyak sekali timbul perang, maka Rick Springfield dan para dancer memutuskan untuk kembali ke tabung. Semua dancer berhasil masuk ke tabung, namun ketika giliran Rick Springfield mau masuk ke tabung dia terjatuh. Lalu salah satu dancer yang sudah berada didalam tabung (ampun bo’ gaya rambutnya) keluar untuk menolong dan diajak bersama masuk ke dalam tabung. Hehe, sebuah video klip yang keren pada masa itu, dan menurutku pengerjaannya sangat serius.

Nah, di dalam liriknya kata Human Touch sering sekali diulang.

We All Need It.. The Human Touch.. We All Need It.. The Human Touch.. I Need It.. The Human Touch.. We All Need It.. The Human Touch.. We All Need It.. and I Need It Too!

Sebenarnya dari awal liriknya sudah sangat pas dengan keadaan sekarang, bahwa sebenarnya kita terjebak pada sebuah dunia modern. Semua orang berinteraksi secara online, semua orang tak bisa terlepas dari facebook, dlsb. Namun sebenarnya secanggih apapun teknologi yang memudahkan segala urusan, kita masih memerlukan sebuah sentuhan manusia. Aku pernah dengar cerita tentang seorang ibu yang sakit keras, dan kecanggihan teknologi di bidang kedokteran tak satupun yang bisa menyembuhkannya. Kemudian tibalah si anak yang sudah lama berpisah dengannya menjenguknya lalu memegang tangannya, dan seketika itu grafik diagram di sebuah alat yang terhubung dengan tubuhnya menunjukkan bahwa ibu tersebut sudah sembuh total.

Nah dari cerita di atas, bisakah anak menyembuhkan ibunya lewat sapaan di facebook? Kemungkinan bisa, tapi tak ada yang bisa menandingi sebuah kekuatan sentuhan manusia. Di saat syawalan mungkin kita bisa menyampaikan ucapan lebaran dan permintaan maaf lewat sms, facebook, twitter, atau apapun teknologi itu. Tapi tak ada yang bisa mengalahkan sebuah ungkapan lewat bertemunya dua tangan yang saling berjabat. Itulah mengapa mudik itu perlu. Karena kita tidak bisa sungkem dengan orang tua kita atau orang yang kita sayangi dengan diwakilkan sebuah pesan sms atau facebook, sekalipun kata-katanya puitis dan menyentuhnya bukan main. Kita memerlukan sebuah sentuhan manusia men!. Bukankah dalam hadits yang diriwayatkan Ahmad dan Tirmidzi, Nabi menegaskan, “Tak ada dua orang Islam yang saling bertemu, lalu keduanya saling berjabat tangan kecuali Allah akan mengampuni keduanya sebelum berpisah.”

Lebaran kali ini aku nggak ngirim ucapan lewat sms ke siapapun, kecuali mengirim pesan sms dari temanku 2 tahun yang lalu, dan kukirimkan lagi kepadanya. Sebuah pekerjaan kurang kerjaan yang sudah kurencanakan, hehe… Dan dia pun kaget, lalu membalas seolah tak mau kalah dengan mengirimkan ucapan lebaran dengan bahasa yang cabul (dan nggak mungkin aku tulis di blog ini, hehe…)

Selain itu, ternyata kartu ucapan lebaran belum juga surut kepopulerannya dengan beragam ilustrasi dan ucapan yang mempesona. Lebaran ini aku juga mengirim ucapan lebaran dengan kalimat standar “Selamat Idul Fitri 1431, Mohon Maaf Lahir & Batin” tapi bukan lewat kartu lebaran, melainkan sebuah sandal jepit yang aku ukir (terlalu personal kalau aku ekpose semuanya) Thanks to Emyr untuk kontribusinya mencarikan font buat tulisan Selamat Idul Fitri 1431 H. Gambarnya adalah di sandal sebelah kiri ada gambar tangan kiri dan di sandal sebelah kanan terukir gambar tangan kanan, kalau disatukan maka pertemuan tangan itu membentuk tangan yang sedang sungkem mengajak bersalaman pada karikatur wajah orang yang aku kirimi ucapan itu. Sesuatu yang jarang akulakukan, membuat karikatur di sandal.

Lalu kuberi balon kata seolah aku yang mengatakannya “Mohon Maaf Lahir Batin”. Keren toh? Terinspirasi setelah mengerjakan komik untuk Buku Panduan Petra. Ini adalah karya manual meski jaman sudah serba digital. Yang penting ada human touch-nya, alias sentuhan manusia-nya.

.

.

Aku nggak tahu terkirim apa tidak, karena tidak ada balasan dari orang yang aku kirimin. Yah, beginilah… aku terbiasa mengerjakan sebuah karya untuk membantu orang lain dan selalu berhasil, tapi giliran aku berusaha membuat karya untuk diriku sendiri, tak pernah berhasil. Nasib… ya nasib…

Meskipun postingan ini telat banget, yang penting masih di bulan Syawal. Selamat Lebaran semuanya! (standar banget ucapannya, padahal copywriter…)

Tags: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: