sandal beatles

Ahhh… mudik. Harus mempersiapkan segala sesuatu sebelum keteteran. Dari oleh-oleh, pakaian, dan juga sandal. Tepatnya sandal The Beatles. Sejak 2003 aku telah menyulap sandal Bata yang biasa dipakai untuk acara resmi menjadi sandal The Beatles. Dan sejak saat itulah sandal The Beatles ini menjadi ikonik-ku hingga sekarang. Maksudnya orang akan tahu kalau di mana saja ada sandal Beatles yang berjejer dengan sandal yang lain, berarti Husni ada di situ, hehe… Hmm, berarti sudah 7 tahun, lama juga ya? Dan kayaknya aku sudah berganti sandal Bata sebanyak 4 kali. Sandal yang terakhir sebelum ganti dengan yang baru sudah berumur 2 tahun lebih. Ya, aku masih ingat, aku beli pada bulan Agustus 2008 untuk dipakai di acara Kick Andy di Jakarta (yang saat itu logo Kick Andy masih memakai logo yang lama) Dan akhirnya September 2010 tergantikan dengan yang baru karena dirasa sudah tak pantas lagi kalau dipakai buat lebaran di Jepara. Selain itu stikernya juga sudah mulai terkoyak dan tergores-gores.

.

.

Untuk image personilnya diambil dari cover album kedua With The Beatles. Dari keseluruhan kaset The Beatles, cuma kaset album kedua inilah yang aku punya. Aku beli kaset itu bukan hanya karena lagunya saja, tapi awalnya karena aku sangat terpukau dengan pencahayaan fotografi hitam putih karya Robert Freeman  ini. Pertama kali melihatnya aku langsung berpikir, aku bisa membuatnya dalam bentuk stiker! Dan ketika aku menempelkannya pada sandal Bata, waw that’s great! Ya, aku sangat suka. Bagiku itu sangat hebat dan memberikan kepuasan tersendiri. Bukankah kepuasan sejati hanya dapat diraih dengan mengerjakan sesuatu yang hebat. Dan kita bisa hebat bila mengerjakan apa yang kita sukai. Kira-kira begitulah kata Steve Jobs.

.

.

Nah untuk lebaran kali ini, ada sedikit yang berbeda dengan sandal The Beatles yang baru. Kalau sebelum-sebelumnya menggunakan warna stiker scotlite emas, kali ini memakai warna silver. Hampir mendekati versi asli hitam putihnya. Selain itu aku beruntung mendapatkan sandal Bata yang sangat ringan, nyaman dipakai, dan modelnya yang simple namun elegan. Namanya Bata Light & Easy. Awalnya aku tidak berniat membelinya karena warna bagian atas selopnya berwarna hijau tua. Dan di toko ketiga Bata yang aku kunjungi, sandalnya hanya ada di toko sepanjang Jalan Malioboro itu. Itupun tinggal satu dan tidak ada warna bagian selop yang berwarna hitam. Aku sempat keluar ke toko Bata berikutnya di bagian Selatan sepanjang Jalan Malioboro, siapa tahu ada, tapi ternyata tidak ada. Lalu aku berpikiran, hey tunggu dulu, kayaknya bagian selop itu adalah bagian yang bisa disemir hitam. Lalu aku kembali ke toko Bata sebelumnya dan langsung membelinya, mumpung belum ada yang mengambilnya. Tak peduli apakah bagian yang berwarna hijau tua itu bisa ditutupi oleh semir hitam! Dan AlhamduliLLAH bisa, hehe….

.

.

Nah, kebetulan stiker scotlite kali ini tidak seperti biasanya juga, karena bagian belakangnya sangat licin sehingga tidak bisa dibuat mal The Beatles dengan pensil maupun Drawing Pen. Untuk itulah aku perlu menempelkan kertas tipis di belakangnya untuk membuat mal.

.

.

Dan untuk menyatukan bagian stiker yang sudah di-cut­ secara manual aku hanya perlu selotip bening yang aku kurangi sedikit daya rekatnya. Cara mengurangi daya rekatnya yaitu, dengan menempelkan selotip ke tangan atau lantai keramik lalu melepaskanya lagi dan dilakukan berkali-kali sampai dirasa daya rekatnya sudah tidak begitu kuat. Primitif banget ya caranya?

.

.

Lepaskan bagian belakang scotlite, tempel, lalu lepaskan selotip beningnya…

.

.

Jaadi deh! Begitulah kira-kira proses bikin-nya.

Nah untuk melihat sejauh mana menyalanya scotlite itu, sekarang bagaimana kalau difoto pake blitz? Jepret!

.

.

Tapi eit, ada lagi, meskipun dibikinnya manual, kalau dikerjakan dengan hati-hati, malah bisa jadi dua stiker dalam satu pekerjaan meng-cutting. Gestal negatif dari sisa hasil cutting-an bisa dipakai lagi. Lumayan tokh? Ada yang mau? Kalian pada nggak suka The Beatles siih, ya udah… Enaknya ditempelin dimana yah?

.

Tags: , , ,

6 Responses to “sandal beatles”

  1. superblacksampler Says:

    ouw keren,
    kalo pake sticker scotlite gitu ga gampang lepas sticker nya mas?

    • husnimuarif Says:

      Oh, itu tergantung kualitas daya rekat scotlite-nya. Kalau yg agak mahal biasanya rekat bgt.
      Kalau sandal beatles-ku yg sebelumnya aku pertahankan dengan memoleskan lem alteko pada ujung lancip scotlite-nya. Itupun ada tekniknya, yaitu dg potongan tutup pop mie. Aduh primitif bgt deh pokoknya! Yg penting cari cara apapun meskipun terbatas. Biar caranya primitif yg penting bisa gaya, hehe…

  2. namarov Says:

    NGEERAAAYY!!!

  3. Abi Says:

    Keren bener mas …*_*

    btw , itu teknik menempelkan potongan potongan kecil stiker ke permukaan selotipnya gimana mas ? Apakah ditempel manual , semisal menggunakan pinset gitu ? Makasih sebelumnya .

    • husnimuarif Says:

      ditempel manual, kadang dibantu pinset juga. biar presisi, tempelkan bekas stiker yg udah di cutting pada selotip, lalu tempelkan stiker yg mau ditempel di bagian lubang bekas stiker itu, setelah menutup semua, bekas stikernya dicopot, jadi yg tertempel di selotipnya stiker yg mau ditempel🙂

      • abi Says:

        Wah , terimakasih mas atas jawaban dan sarannya . Itu sangat membantu menjawab rasa penasaran saya . Semoga mas panjang umur dan bisa terus berkarya .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: