happy birthday my dear

Akhirnya setelah nanya kesana kemari, aku tahu bagaimana cara ngecek hp-ku keluaran tanggal berapa. Caranya adalah dengan mengetik *#0000# (hehe, katrok amat yah?) maka akan keluar tanggal, seri, dan kode lain yang tak kukenal. Itu untuk ngecek hp nokia loh, kalau hp yang lain aku nggak ngerti, sama atau tidak. O-ouw, ternyata aku terlambat mengucapkan Selamat Ulang Tahun, karena hp Nokia 1110-ku keluaran tanggal 16-08-05.

.

.

Tapi tunggu, perasaan dulu aku belinya sehabis lebaran pada tahun 2005. Dan lebaran pada tahun itu jatuh pada awal November, kok ini tanggalnya bulan Agustus? Atau mungkin itu tanggal keluaran dari pabriknya langsung? Kemudian aku cari-cari lagi di mana pack Nokia 1110 itu dulu aku simpan. Dan ketemu! Setelah aku buka isinya komplit, ada kuitansi sama pack Simpati HOKI Rp 25.000.

.

.

Saat kulihat di kuitansinya ternyata aku belinya pada tanggal 10-11-05. Artinya, hp itu keluar dari segel packnya persis 5 tahun yang lalu. Happy Birthday My Dear!

.

.

Behind the story

Sejarah aku bisa memiliki N1110 benar-benar tak terduga, mau tahu? Baiklah akan aku ceritakan. Aku adalah orang yang (menurutku) paling parah dalam hal kemajuan teknologi dan segala sesuatu yang berbau modern. Coba bayangkan, aku baru punya hp pada tahun 2005 di akhir semester 5 saat kuliah. Kemudian suatu hari ada kompetisi ide untuk hp, yang diumumkan di sebuah koran ponsel (dan kayaknya nama korannya PONSEL juga) punya temen kosku. Dan saat itu film BATMAN BEGINS sedang keluar dengan hebohnya. Terinspirasi dari dark-nya film BATMAN BEGINS, tiba-tiba aku punya ide bagaimana kalau layar hp itu gelap, tapi teks-nya yang terang. Kebetulan teman kosku mendengar ideku dan menertawakannya. Meskipun pada akhirnya aku tidak mengikuti kompetisi itu (karena sibuk banget), akhirnya aku berujar pada teman kosku itu “Kalau saja ada hp yang seperti itu, langsung aku beli berapa pun harganya!” Karena saat itu aku yakin, hp yang seperti itu mana ada?

Kemudian lebaran, aku pulang ke Jepara, dengan beban pikiran sebagai ketua pameran AGRESI REKLAME 2006. Tiba-tiba saja beberapa hari setelah lebaran kok ada koran PONSEL (PONSEL atau PULSA ya namanya? Aduh nyebut merek) di rumah entah dari mana. Lalu ketika aku iseng-iseng buka ingin lihat-lihat hp baru… Deng! Aduh mak! Hp yang seperti ada di pikiranku ternyata ada! Nokia 1110 keluaran terbaru (nggak ada yang seken) dengan harga 800 ribuan. Kalau aku nggak beli, berarti aku menjilati ludahku sendiri. Kebetulan saat itu juga sedang bokek, mau dapet duit dari mana? Belum mikir pameran… Tunggu dulu, pameran? Aha! Akhirnya aku minta dibeliin hp sama ibunda dengan alasan aku adalah ketua pameran dan harus bisa kontak-kontakan sama anak buah. Penting banget dah pokoknya! Dan memang sangat penting. Masak ketua pameran akbar tahunan Advertising UGM tidak punya hp? Bagaimana bisa menjalankan pameran dan mengatur anak buahnya? Apa harus mendatangi satu persatu anak buahnya? Aku masih pake sepeda! Bisa nyaho’ lu! Pikir dong pikiiiiir! (hehe kebangeten banget ya aku ini?) Padahal saat itu Fren sedang gencar dengan iklannya yang memakai talent Dennis “Hari gini belum punya hp?”

Kemudian mulailah aku mencari N1110 dengan kakakku di Semarang. Pertama, langsung mendatangi counter Nokia, harganya Rp 740.000. Cari yang lebih murah lagi! Lalu meluncurlah ke Citraland dan cari informasi di seluruh counter hp yang ada di sana. Alhamdulillah ketemu, dan ternyata di setiap counter harganya pada kompak Rp 700.000. Setelah setuju, “Mau nomer apa Mas? Simpati? Mentari IM3? AS?” Waduh, apa lagi ini, aku juga nggak dong. “Pokoknya yang terbaik lah mbak” Akhirnya aku disarankan memakai Simpati HOKI (saat itu harganya 25 ribu) dan sampai sekarang aku merasakan kemudahannya dan tidak ada masalah, seperti slogannya dulu “No Problem No Compromise” Yaa… meski dari kebanyakan orang masih nggak setuju karena tarifnya masih agak mahal, tapi aku nggak masalah. Kalau mau yang terbaik ya harus berani mahal, pelit amat sih, eh. Lalu aku disodorkan beberapa nomer “Pilih nomer yang mana Mas, atau mau nomer cantik?” Busyet mahal amat nomer cantik? 450 ribu! Dan jling! Mataku tertuju pada nomer yang banyak angka 64-nya. Aku nggak tahu dengan nomer itu, tapi nomer 64 hampir selalu mengikuti hidupku. Dari nomer ujian, nomer pendaftaran, nomer rekening, pokoknya apalah, bisa-bisanya angka 64 selalu hadir.

Lalu setelah dipasang, “Akhirnya aku punya hp juga! Berhati-hatilah hey kau dunia!”

Ya, akhirnya aku punya hp. Mungkin kalau bukan karena omongan janjiku pada temen kosku itu, sampai sekarang bisa jadi aku belum punya hp. Lebih parah daripada belum punya facebook!

.

The Timeline

Hampir sama kayak lagunya Barry White – You’re the First the Last My Everything, Nokia 1110 adalah hp pertamaku, dan aku tak tahu akan berakhir sampai kapan. Bagiku, sekarang N1110 masih belum tergantikan meski banyak beragam hp murah (500 ribua-an) dengan fitur yang lebih modern dan bisa untuk mobile on line. Bahkan untuk beli yang lebih mahal dan canggih pun Insya’Allah aku sanggup. Tapi setiap kali aku ditawarin temenku hp baru, selalu aku jawab “Ada game karambol-nya nggak” sekedar untuk menghindar. Atau dengan jawaban klise yang jadul “Hp-nya polyphonic nggak?” Itu sudah cukup bikin orang illfeel dan tak mau menawarkannya lagi padaku, hehe…

Bagiku dengan N1110 aku sudah merasa cukup dan bersyukur. Tak perlu harus beli BB atau iPhone yang mahal, toh kalau ingin ada logo Apple di hp aku bisa bikin sendiri dengan cutting sticker, hehe..

.

.

Uangnya (yang banyak banget itu) lebih baik untuk berkurban kambing nanti, daripada buat beli hp mahal dalam rangka mendobrak personality. Kan katanya hp-mu mencerminkan kamu. Kalaupun itu benar, aku ingin jadi orang yang bersahaja saja dengan N1110. Dan aku tak segan untuk memperlihatkan hp-ku ke orang-orang, baik itu praktisi yang selalu up date informasi, ataupun di hadapan wanita cantik sekalipun. Karena yang penting pulsanya masih banyak. Aku sering mendapati orang yang pinjem hp-ku buat minta sms meskipun hp-nya lebih canggih dariku. Atau seperti saat aku mau minta nomer hp seseorang dengan menyuruhnya me-miscal nomorku, tapi nggak bisa karena pulsanya nggak ada.

Sampai sekarang fungsi hp yang sesungguhnya yaitu untuk nelpon dan sms, masih sangat-sangat cukup bagiku. Kalau mau online, ngeblog, twitteran, dll, suatu saat nanti aku mungkin memerlukannya, tapi sekarang kalau masih bisa dilakukan di kantor, itu sudah alhamdulillah. Lagian aku juga nggak mau menjadi orang yang selalu online dan terikat di dunia digital tiap waktu. Kecuali kalau suatu saat nanti disahkan sholat bisa dilakukan secara online, hehe…

Perjalanan hp ini terbilang mengejutkan, karena sudah berumur 5 tahun. Sebuah angka yang lumayan untuk sebuah loyalitas. Aku adalah orang yang loyal dan tidak mudah tergoda ataupun beralih ke yang lain ketika sudah menemukan yang terbaik bagiku. Termasuk wanita tentunya, hehe.. Ketika aku mencintai seorang wanita yang kuanggap terbaik bagiku, hatiku tertutup untuk wanita lain, meskipun pada akhirnya target itu pergi dan tidak menjadi milikku (kasihan banget ya gua?) Eh bentar, kok ceritanya jadi keluar konteks dari hp sih?

Bicara soal 5 tahun, hp ini telah menjadi timeline dari beberapa peristiwa penting dalam hidupku (selama 5 tahun tentunya). Karena aku masih menyimpan sms dari tahun 2005 hingga sekarang. Hal itu untuk mengingatkanku kembali pelajaran penting apa yang bisa dipetik dari masa lalu. Aku juga masih menyimpan pesan dari SBY (yang mungkin nggak langsung dari presiden) dalam rangka dukungan untuk tolak pencabutan SKB 2 mentri pada tanggal 15 November 2005.

.

.

Memang daya tampung untuk inbox pesan sangat terbatas, hanya 85 pesan (mungkin) tapi aku berusaha untuk menjaga sms yang menurutku sangat berharga. Sering juga aku iseng-iseng mengirimkan sms lama kepada yang bersangkutan untuk sekedar bernostalgia, hehe… Dan sekarang sudah lima tahun, kalau deretan sms tersebut disusun bakalan menjadi sebuah cerita yang panjang dan menarik (atau novel mungkin) Hampir mirip ngumpulin tweet di twitter. Hmmm 5 tahun, kalau 85 dibagi 5 berarti tiap tahun ada 17 pesan yang sangat penting bagiku.

Dan sekarang sudah ada 80 sms di hp-ku. Aw, sedikit lagi… Soalnya kalau sudah penuh, sudah tidak bisa untuk menerima pesan lagi. Dan kemarin-kemarin banyak pesan penting masuk dan aku tak kuasa untuk menampungnya. Untuk menyiasatinya maka setiap pesan penting yang masuk langsung aku potret kemudian menghapusnya langsung.

Atau mungkin sudah saatnya aku beli hp yang baru yah?

Tags: ,

4 Responses to “happy birthday my dear”

  1. bimalizer Says:

    Luar biasa mas…Loyalitas tanpa batas..semoga aku bisa belajar bersyukur dari Anda…dan semoga doa yang ada di balik ucapan selamat tersebut dikabulkan oleh Alloh Subhanahuwata’ala…

  2. orow Says:

    beneran di bikin tulisan ternyata,dasar copireter..!!
    tapi kok ada curcolnya???hihihihihi…

  3. namarov Says:

    Huaaahahahahahahaa…..”Untuk menyiasatinya maka setiap pesan penting yang masuk langsung aku potret kemudian menghapusnya langsung.”
    Bagian ini yg langsung JEDEERR!..nampol abis endingnya.
    * Iyo, diselipi curcol..^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: