PNS (again)

3 bulan terakhir sebelum tahun baru ini hampir-hampir keseharianku penuh diliputi oleh topik PNS. Entah kenapa firasatku seakan berkata bahwa pagi itu kira-kira 3 bulan yang lalu seakan menjadi awal dari topik ini. Ya, saat itu sehabis subuh aku baru saja menyeduh susu coklat campur kopi dan secara tak sengaja nonton acaranya Ustadz Yusuf Mansur. Di siaran langsung itu ada seorang anak perempuan yang bertanya kepada ustadz Yusuf Mansur dengan didampingi ibunya. Awalnya sih dia (anak perempuan) curhat kepada ustadz Yusuf Mansur tentang ibunya. Topiknya memang seputar hubungan antara anak dengan ibunya, tapi tiba-tiba kok berubah jadi ngelantur. Anak perempuan itu minta didoakan agar segera dapat jodoh. Belum sempat ustadz Yusuf Mansur mengarahkan pertanyaannya agar kembali ke konteks, tiba-tiba perempuan tersebut menambahi “Kalau bisa yang pegawai negeri ustadz…” kontan saja mengundang tawa penonton yang ada di situ, termasuk diriku. Untung saja ustadz Yusuf Mansyur bisa mengarahkan keadaan agar kembali ke konteks-nya.

Hmm… PNS memang menjadi pilihan semua orang pikirku. Banyak orang tua yang menginginkan anaknya jadi PNS atau punya mertua seorang PNS. Bukan hanya orang tua, anaknya pun kepingin jadi PNS atau punya suami PNS. Beruntung sekali orang yang sudah jadi PNS, nyari jodohnya gampang (mungkin) Selain itu kalau sudah jadi PNS, terasa aman dan santai lah hidup kita. Dapet pensiunan kalau sudah tua, dapat macam-macam tunjangan dan fasilitas dari negara, kerjaannya pun tak berat-berat amat. Tak perlu berpikir panjang tentang masa depan. Semua sudah diselesaikan dengan menjadi PNS.

Setelah menonton acarnya Yusuf Mansyur, tiba-tiba saja aku ingin sekali mencari sebuah majalah untuk desain sandal (entah kenapa tiba-tiba saat itu aku ingin sekali membuat sandal) itung-itung sambil merapikan lemari. Tapi akhirnya tak ketemu (hayo, siapa ya yang pinjem majalah Hai lama edisi X-Men dan Spiderman-ku?), malah semua buku-buku dan ijazah yang ada lemari jadi berantakan dan berserakan memenuhi kamarku. Saat itulah anak pak kos yang mau berangkat sekolah ikutan nimbrung masuk kamarku dan melihat ijazah-ku. Namanya juga anak SD, kemudian dia langsung mengambil ijazah itu dan langsung memperlihatkannya kepada bapaknya yang kebetulan sedang memanaskan motornya untuk mengantarkan dia pergi sekolah. “Lihat yah, ini ijazahnya Mas Husni” Ayahnya pun penasaran dan melihat ijazahku dengan serius. Aku sih santai saja, karena di ijazahku itu aku cumlaude dan tdak ada nilai C-nya, bahkan nilai A lebih banyak daripada B. Tapi kemudian ayahnya berkata “Wah sayang sekali nilai sebagus ini tapi tidak jadi PNS” Aw, tidak! PNS lagi!

Sebenarnya bukan hanya pak kos yang menyayangkan, tetapi kakakku juga. Tahun 2009 aku pernah disuruh untuk mendaftar CPNS, alasannya “Sayang sekali ijazahmu yang nilainya bagus itu tidak pernah terpakai” Karena terus memaksa aku pun akhirnya menurutinya. Namun karena males banget dan mengganggu beberapa pekerjaan penting-ku di kantor, saat pendaftaran administrasi aku melewatkan bebrapa syarat sehingga sudah pasti tidak lolos ikut ujian, hehe… sori. Sebab saat aku mengantre untuk membuat Kartu Pencari Kerja, aku merasa berada diantara para pecundang dan ingin rasanya segera keluar dari gedung Depnaker itu.

Topik PNS terus saja tak perbah berhenti menerpaku, bahkan di hari weekend sekalian. Ahad itu kebetulan daripada jutek di kos sehabis didera kerjaan kantor, aku menghadiri undangan di masjid Syuhada yang diselenggarakan oleh pkpu. Pulangnya aku ingin sekali mampir ke Gramedia untuk melihat-lihat buku baru. Kebetulan saat dalam perjalanan tiba-tiba hujan, jadi pas banget lah aku masuk ke Gramedia sekalian berteduh. Setelah putar-putar mencoba untuk mencari buku yang menarik tapi nggak ketemu. Yang banyak dipajang di poster justru buku persiapan dan latihan ujian CPNS. Busyet! Akhirnya aku beralih ke buku komik, siapa tahu ada yang cocok untuk sekedar hiburan. Eh, kok bisa-bisanya ada komik tentang PEGAWAI NEGERI. Dan entah angin apa yang membuatku akhirnya membeli buku tersebut, dua lagi. (penjelasan tentang isi buku ini Insya’Allah akan dijelaskan di postingan P-N-Side)

Selang beberapa hari kemudian Zi Balbo (guru, teman chatting, dan pemburu logo) memberitahuku bahwa dia akan mengikuti CPNS di wilayah Jepara, kampung halamanku. Dia bermaksud untuk menginap di rumahku kalau bisa. Dan aku langsung mendukungnya. Aku merasa bahwa PNS sejati itu adalah seorang guru. Mereka mengabdi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa man! Gelar pahlawan tanpa tanda jasa itu tidak cukup bagi mereka. Guru seharusnya mendapatkan apresiasi yang paling tinggi dibandingkan PNS yang lain. Tapi kemudian Zi Balbo memutuskan untuk menginap di rumah temannya yang ada di Jepara yang kebetulan juga sedang mengikuti seleksi CPNS di sana. Well… ternyata musim perburuan CPNS sudah dimulai.

Tak hanya itu, selang beberapa hari kemudian teman kuliahku (juga partnerku dulu) Nur Cholis, yang sekarang juga telah menjadi PNS di Sulawesi Utara sms aku untuk menanyakan nomor teman satu geng saat kuliah yang sudah lulus dari meneruskan kuliah S1-nya di Solo. Aku tak tahu bagaimana Nur Cholis bisa kehilangan nomor itu, tapi yang menjadi pertanyaan adalah, sepertinya ada urusan penting. Lalu saat ym-an dia bilang bahwa temanku yang baru lulus dari S1-nya di Solo itu diterima jadi PNS di bagian Kejaksaan. Dan katanya lagi gajinya 3 kali lebih dari gajiku saat ini. Itulah mengapa dia menanyakan nomor temanku yang diterima di Kejaksaan itu. Dia mau memberi wejangan sedikit mengenai PNS. Apalagi yang ini masalahnya di Kejaksaan. Weleh-weleeeh.

Dan benar, tak lama kemudian temanku yang diterima di Kejaksaan itu mengajakku dan teman-teman lain yang di Jogja untuk makan-makan. Tapi kebetulan saat itu yang bisa kumpul cuman 4 orang termasuk aku. Dan satu orang diantaranya baru saja selesai diklat prajab di Magelang. Jadilah malam itu obrolannya seputar PNS. Setelah ngobrol panjang, akhirnya ngomongin tentang rencana liburan natal. Liburan natal kami berempat berencana untuk main ke teman satu alumni yang ada di Purworejo. Wah bisa pesta duren nih, pikirku. Lumayan untuk me-refresh otakku yang penuh dengan masalah-masalah yang tak kunjung selesai-selesai. Apalagi naik pramex, sudah lama pengin naik kereta api. Sesampainya di sana, di dalam rumahnya sudah disambut oleh sepeda motor biru berplat merah dan berstiker 2 anak lebih baik. Ternyata temanku Purworejo ini telah menjadi penyuluh KB. Eh lhadalah bener, akhirnya seharian ngobrolin tentang PNS. Apalagi dia belum diklat prajab, klop lah sudah. Lalu bagaimana dengan pesta durennya? Ternyata panen durennya gagal karena disebabkan abu Merapi bulan lalu. Jadinya kita berempat hanya bisa menikmati durian di pinggir sepanjang jalan. Busyet! Kalo ini sih di Jogja juga ada.

Kemudian yang terakhir, kebetulan ada ujian perekrutan divisi baru di petakumpet. Dan otakku sedang penuh dengan beberapa pikiran dan masalah. Ujiannya dituntut untuk memeras otak dengan waktu yang singkat ditengah-tengah kerjaan dan final putaran kedua AFF Indonesia-Malaysia. Akhirnya karena sudah stress, agak slewah, dan mau nyerah, maka aku angkat topik PNS ini menjadi insight utama dari Strategic Plan-nya.

Biar kapok sekalian!

Tags: ,

4 Responses to “PNS (again)”

  1. Hikari Says:

    dapat macam-macam tunjangan dan fasilitas dari negara, kerjaannya pun tak berat-berat amat.

    yang bagian terakhir kayaknya nggak semuanya mas
    pasti ada PNS yang kerjaannya berat dan susah,
    tergantung PNS departemen mana, dan penempatan di bagian mana😀

    • husnimuarif Says:

      benar mas. mereka yg bekerja keras utk negara-lah yg seharusnya mendapatkan apresiasi lebih! jgn sampai sampai uang rakyat jatuh ke tangan orang yg salah.

  2. namarov Says:

    PNS..hhhhhmm….

  3. Fitri PMRELOAD Says:

    wkwkwkwkl
    sumpah ngakak abis aku mas baca yg ini !
    *guling2

    ceritane natural banget… dilema
    waakakkakakakaak
    *dalam hati nasib kita sama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: