meninggalkan blog

Tanggal 3 Januari kemarin aku dikejutkan dengan inbox dari wordpress dengan Subject:Your 2010 year in blogging [husnimuarif.wordpress.com]

Ternyata Team WordPress.com + Stats Helper Monkeys sebegitu baiknya hingga mengirimkan laporan data tentang apa yang telah dicapai blog-ku selama tahun 2010. Aku nggak tahu, perasaan awal tahun 2010 kemarin aku nggak pernah dikasih laporan semacam ini. Tapi mungkin yang menyebabkan tim wordpress mengirimkan data laporan itu ke emailku adalah karena pencapaiannya cukup menggembirakan. Mereka menyebutnya Blog-Health-o-Meter™, dan mereka bilang: We think you did great! Secara keseluruhan keadaan blog-ku selama tahun 2010 bila di-parameter seperti gambar di bawah ini.

.

.

Wow! Jarum parameternya memang menunjukkan diagram yang sangat fantastis, hampir menyentuh titik paling maksimal hingga sampai-sampai dinamakan “Wow” Grafik beserta seluruh laporan itu sempat aku post langsung, karena memang disediakan button [Post this summary to my blog] di emailku. Lumayan lah, untuk sekedar unjuk bangga dan nyombong dikit. Tapi kemudian akhirnya aku memutuskan untuk memasukkannya ke dalam trash alias tidak mem-postingnya. Karena aku merasa prestasi itu hanyalah kebetulan saja dan tidak ada yang perlu dibanggakan. Kebetulan, karena blog-ku bisa dikunjungi 4000 orang per hari gara-gara teman sekantorku Mas Danan Mckagan memposting sandal jepit cukilan di kaskus lalu menjadi Hot Threat. Terima kasih Mas Danan, terima kasih kaskus…

Dan setelah blog-ku terlanjur dikunjungi ribuan orang, maka otomatis aku harus mem-posting blog-ku tiap hari dengan konten yang menarik untuk mempertahankan atau menambah jumlah pengunjung yang mampir. Tapi yang seperti itu sangatlah tidak mungkin. Kenapa? Karena pekerjaan kantor juga menyerangku bertubi-tubi sampai-sampai aku harus menginap di kantor. Mandi aja nggak sempat, boro-boro nge-blog. Hingga akhirnya saat itu aku membuat pernyataan “Jadi terkenal itu menyusahkan” Sejak saat itu tidak setiap hari aku harus nge-blog. Lalu perlahan pengunjung blog-ku pun mulai berkurang.

Nah begitu juga jika aku mem-posting hasil yang We think you did great! Itu, maka mau tidak mau aku harus membuat blog-ku bisa terus menarik banyak pengunjung tiap hari. Sebab mungkin aku nggak ada waktu untuk nge-blog setiap hari. Biarin deh ntar awal tahun 2012 laporannya tidak sedahsyat yang ini. Menaruhnya di trash alias tidak mempostingnya kayaknya memang pilihan yang tepat. Meskipun akhirnya juga keposting di postingan ini (goblok banget ya ogut ini?)

Tapi memang ada kalanya saat kita sedang banyak urusan kita harus meninggalkan blog kita. Beruntung saat sibuk-sibuknya kerja ada twitter yang bisa mem-back up kita untuk tetap menulis. Meskipun twitter cuma terbatas 140 karakter saja, tapi disitulah tantangannya. Namun aku tetap tak bisa meninggalkan blog dan lebih suka nulis di blog daripada di twitter. Bagiku blog masih yang terbaik karena kita nggak cuma bisa cerita banyak, tapi untuk berekspresi kita bisa lebih leluasa.

Bicara soal meninggalkan blog tiba-tiba saja aku teringat blog tentang curhat para pekerja pada tahun 2008 lalu. Namanya www.ojokoyowongsusah.blogspot.com Kayaknya blog ini berhenti dan ditinggalkan begitu saja karena orangnya yang mbikin sekarang sudah sukses, mungkin. Tapi meskipun blog itu hanya berisi 22 postingan selama tahun 2008, tapi tetep saja asyik untuk dibaca. Insight-nya sangat menyentuh karena keadaannya sama dengan yang pernah kualami dulu (maupun sekarang) Berupa keluhan orang-orang yang bekerja sebagai desainer grafis maupun di Advertising, hehe… Namun ini tidak sekedar cerita keluhan yang menarik, tetapi juga ada nasehat-nasehat bijak yang bisa di-share kepada orang lain maupun ke anak-anak kita kelak.

.

.

Hey, menurutku ide ini bagus juga. Ingin rasanya aku membuat blog yang membahas topik tertentu saja, dan setelah itu ditinggalkan saja. Yang penting kontennya tetap asyik meski dibaca kapanpun juga. Jadi kita nggak merasa terbebani saat meninggalkan blog kita. Seperti blognya Yasmin Ahmad yang tetap menarik untuk disimak meskipun beliaunya sudah meninggal. Gimana?

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: