cem-ceman sehabis shubuh

Setiap habis shubuhan aku pasti berusaha agar tidak kembali tidur kembali. Sebab aku teringat dengan pelajaran akhlaq waktu sekolah madrasah sore saat kelas 2 SD dulu. Di pelajaran akhlaq disebutkan bahwa tidur sehabis sholat shubuh menyebabkan feqir. Aku nggak tahu apa maksudnya dari feqir ini, saat itu aku menyimpulkan bahwa feqir itu sesuatu yang tidak baik dan merugikan. Menginjak dewasa aku mulai menyimpulkan bahwa feqir yang dimaksud adalah fakir-kefakiran alias rejekinya jauh. Ternyata setelah aku cari-cari di Google memang benar. Kira-kira beginilah bunyinya; Diriwayatkan dari ‘utsman radhiallahu’ anhu dia berkata, Rasulullah Shallallahu’ alaihi wassalam bersabda, tidur shubuh itu mencegah dari rezki (menjauhkan dari rezki). hadits ini dha’if jiddan lihat Dha’if at-Targhiib wa Tarhiib I/262 no. 1046

Meskipun hadits tersebut dha’if tapi aku seratus persen menyetujuinya. Bukankah saat itu Allah menebarkan rejeki-Nya? Dan nabi juga sering berdoa “Ya Allah, berkahilah umatku pada waktu pagi hari mereka.” Sehingga kalau kita tertidur setelah sholat shubuh, maka akan banyak sekali berkah yang terlewatkan dari waktu pagi tersebut. Mulailah melakukan aktivitas setelah shubuh. Meskipun sehabis shubuh aku tidak langsung mencari rejeki seperti petani, pedagang di pasar, ataupun supir angkutan, tapi membaca Al-Qur’an beberapa ayat, atau surat al-waqi’ah. Atau kalau sedang males baca Al-Qur’an, biasanya membaca komik, nonton kartun sambil nyruput coklat panas, ngecandain kucing yang masih tidur, dan aktivitas lainnya, yang penting jangan sampai tertidur. Jika berhasil, maka untuk selanjutnya tubuh kita akan terasa segar dan bersemangat. Berbeda dengan setelah shubuh tidur lagi, ketika bangun tubuh malah semakin lesu, tidak bergairah, pusing-pusing, dan pikiran serasa blo’on. Rasanya kalau sesudah shubuh tidur lagi, setelah bangun aku merasa menjadi orang yang sangat rugi. Satu jam setelah fajar jauh lebih berkah, lebih utama, dan lebih mendatangkan kebahagiaan daripada sekian jam pada waktu lainnya.

Lalu bagaimana saat sebelumnya kita semalaman didera oleh lembur? Sehingga ketika kita dibangunkan oleh adzan shubuh, lalu sehabis sholat shubuh rasanya sudah tak kuat lagi dan tubuh sudah benar-benar berat ingin tidur? Kalau itu masalahnya, biasanya aku tidak memaksakan tubuhku untuk terus bangun. Karena memang harus diimbangi untuk mengistirahatkan tubuh kita. Nah, masalahnya adalah, kalau aku tidak lembur, atau tidak beraktifitas banyak sebelumnya, tapi rasa kantuk menyerang luar biasa seperti di-ilmu sirep, bagaimanakah caranya agar tidak tertidur? Aku kan nggak mau menjadi orang yang fakir! Beruntung aku punya Cem-ceman Penghitam Rambut. Awalnya aku beli cem-ceman itu karena aku suka dengan sesuatu yang alami. Aku suka dengan rambut hitam yang alami bukan karena disemir. Lagian cem-ceman itu bisa mencegah datangnya uban. Tapi, bagaimana cem-ceman bisa membuat aku tidak tertidur sehabis shubuh?

.

.

Begini, cem-ceman itu cara pemakaiannya adalah dengan menuangkan minyak cem-ceman lalu diusapkan merata keseluruh rambut di kepala (sambil dipijat-pijat kalau perlu). Lalu rambut didiamkan selama satu jam kemudian baru dibilas pakai shampoo. Nah cem-ceman itu baunya cukup menusuk, sehingga membuatku selalu terjaga. Selain itu minyaknya sangat pekat dan bisa menyebar kemana-mana. Rambut disentuh sedikit saja, jari tangan sudah akan berminyak dengan bau khas cem-ceman. Nah, kalau kepala sudah dilumuri dengan cem-ceman, berarti akan terhindar dari bantal. Sebab kalau sudah memakai cem-ceman lalu tidur dengan kepala di bantal, maka bantal itu akan penuh dengan minyak cem-ceman yang bau. Kalau sudah memakai cem-ceman, sudah tidak memungkan lagi untuk tidur, kecuali kepala dibalut handuk, atau bantal dilapisi koran (menyusahkan yah?).

Begitulah caranya kira-kira. Saat memakai cem-ceman, aku bisa memanfaatkan waktu yang satu jam (lebih) itu untuk melakukan aktivitas. Dan setelah satu jam lalu mandi dan menghilangkan cem-ceman itu dengan keramas. Wuih, seger banget rasanya! Badan segar, rambut hitam alami serasa muda terus. Nah, bicara soal awet muda, waktu kultum Ramadhan tahun lalu aku mendengarkan tambahan ceramah perihal jangan tidur sehabis shubuh. Penceramah bilang kalau tidur sehabis shubuh akan mengakibatkan orang semakin cepat tua. Lihatlah wajah-wajah orang yang baru bangun dari tidur panjang setelah shubuh, wajahnya kusut, tua, dan tak enak dilihat. Berbeda dengan yang sedari shubuh terus beraktivitas, wajahnya terus memancarkan semangat dan selalu muda.

Kalau dipikir-pikir cem-ceman ini ada erat kaitannya dengan konten ceramah itu. Fungsi dari memakai cem-ceman selain agar selalu muda, juga mencegah tertidur setelah shubuh. Padahal dengan tidak tertidur sehabis shubuh menyebabkan kita awet muda. Berkaitan bukan? Setidaknya sudah beberapa kali aku sering ditanyai orang “Sampeyan kuliah di mana to Mas?” Padahal sudah 4 tahun yang lalu sudah meninggalkan bangku kuliah, hehe… Atau ketika naik bus, digodain cewek SMA “Hai cowok, kenalan dong, kamu dari SMA mana?”

Well, benar-benar teruji…

Tags: , , ,

2 Responses to “cem-ceman sehabis shubuh”

  1. alfone Says:

    Has has has
    Mantabs..
    Cem cem a ne kuwi nggawe dewe opo tuku dadi??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: