sabar

Sekitar pertengahan Desember 2010 lalu, saat sedang bengong-bengong-nya, entah angin apa yang menuntun pandanganku sehingga tertuju pada Tugas Akhirku yang tebal dan tertata di rak. Jilid-an Tugas Akhir di rak itu sebenarnya hampir tiap hari mataku melihatnya. Namun selalu terlewatkan begitu saja seolah tak ada apa-apa. Tapi entah kenapa waktu itu tiba-tiba buku TA itu seolah-olah memanggilku dan menginginkanku untuk menyimak isinya sekedar untuk mengenang kembali perjalananku pada masa silam. Mulailah aku melihat-lihat dari halaman cover hingga ke halaman berikutnya satu-persatu. Sesampai pada halaman persembahan, tanganku langsung bereaksi bergerak cepat untuk membalikkan ke halaman berikutnya. Halaman persembahan itu semakin menambah beban pikiranku yang selalu tidak konsen ketika memasuki akhir-awal tahun. Ya, akhir-awal tahun itu termasuk waktu itu sampai hari ini. Pikiranku memang sedang kacau-kacaunya karena penuh dengan permasalahan yang mungkin tidak akan ada penyelesaiannya.

Setelah melalui halaman persembahan itu, aku langsung terhenti pada halaman motto. Halaman itu begitu bersihnya karena hanya dihiasi oleh satu kata yang sangat simple namun benar-benar memberi pengaruh yang besar bagiku. Kata itu adalah “sabar”.

.

.

Setelah melihat halaman motto tersebut tiba-tiba aku merenung sebentar, dan sekejap aku menjadi tak ingin melanjutkan lagi ke halaman berikutnya. Buku TA itu langsung aku masukkan kembali ke rak karena aku merasa mendapatkan pelajaran berarti dari halaman motto itu. Aku merasa sudah mendapatkan jawaban untuk mengatasi masalah yang menerpaku. Dulu, teman-temanku ataupun dosen-dosen selalu menanyakannya waktu membuka sampai pada halaman motto. Mengapa halaman mottonya cuma sabar? Garing amat? Kemudian aku jawab; loh jangan salah, sabar itu diulang sampai 114 kali di dalam Al-Qur’an. Nggak cuma itu, aku pernah mengalami berbagai pengalaman dengan berbagai perjuangan yang sangat berat dan solusinya hanyalah dengan sabar.

Nah karena aku sedang dilanda banyak beban pikiran, lalu muncullah ide bagaimana kalau tiap aku mengawali hari dengan membuka twitter, aku mulai dengan tweet kata “sabar” hingga sampai 114 kali. Aku nggak tahu apa yang akan terjadi setelah sampai 114 kali. Namun setidaknya, tweet ini bisa memberiku harapan dan semangat, serta mereduksi beban masalah yang selalu datang dan menumpuk ketika masalah yang lain belum tuntas. Dan seperti halnya dengan TA-ku, banyak yang menanyakan mengapa aku selalu nge-tweet sabar, bahkan ada yang memanggil husni yang sabar, hehe….

Ya inilah jawabannya. Aku sedang berusaha untuk terus berjuang menghadapi berbagai masalah yang menimpaku. Menghadapi dengan sabar dan pantang menyerah apapun hasilnya. Kalau tidak berhasil, ya sabar, hehe… Artinya aku harus berjuang lebih keras lagi dan mencari jalan lain yang terbaik. Kadang yang sering terjadi seperti ini “Wah, ini bagaimana? Padahal aku sudah berdo’a dengan sungguh-sungguh, berusaha dengan maksimal, bahkan di-support dengan puasa sunnah plus sodaqoh, tapi masih belum juga terkabul. Malah masalah semakin bertambah!” Banyak yang mengeluh seperti itu, tapi sebenarnya disinilah tantangannya agar kita tidak gampang menyerah dan selalu sabar. Dan dengan sabar inilah mungkin jalan kita untuk semakin mendekatkan diri dengan Sang Khaliq. InnaLLAHa ma’asshobiriin, Allah bersama dengan orang-orang yang sabar. Jangan khawatir usaha dan do’a kita nggak bakal dikabulkan, pasti dikabulkan, cuman nggak tahu kapan, bersabarlah. Bisa jadi Allah menggantinya dengan yang lebih baik. Hey, nabi Musa saja berdo’a kepada Allah, dan baru dikabulkan berpuluh tahun lamanya. Itu nabi lho, kekasih Allah, nah kita?

Namun memang untuk menjadi pribadi yang sabar tidaklah mudah. Tapi bila kita tidak sabar sedikit saja, bisa membuat kita menjadi orang yang merugi. Paling tidak selama bulan Muharam kemarin aku sudah membuktikannya. Aku menghitungnya. Sudah 3 kali aku gagal mengaplikasikan sabar selama bulan Muharram, dan aku benar-benar merasakan dampaknya. Namun ketika kita bisa sabar, kita akan merasakan apa yang namanya sebuah kemenangan besar seperti baru saja merampungkan puasa Ramadlon. Orang yang sabar itu pasti beruntung dan tenteram hatinya.

Indikasi menjadi orang yang merugi karena tidak sabar ada dalam surat Al-‘Ashr. Imam Syafi’i dan juga dalam Tafsir Mizan menyatakan bahwa walaupun surat Al-’Ashr pendek, tapi ia menghimpun hampir seluruh isi Al-Qur’an. Kalau Al-Qur’an tidak diturunkan seluruhnya dan yang turun itu hanya surat Al-’Ashr saja, maka itu sudah cukup untuk menjadi pedoman umat manusia. Nah tho? Jadi jangan sepelekan sabar. Mari kita tentramkan hati, dan janganlah sampai menjadi orang yang merugi. Caranya adalah dengan beriman, beramal sholeh, saling menasehati dalam kebenaran. Dan yang terakhir saling menasehati dalam kesabaran.

Janganlah melempem saat mendapatkan masalah atau musibah. Itu akan membuat kita menjadi semakin kuat dan tegar. Hadapilah dengan tersenyum, seolah-olah kita menantang kepada Allah “Ya Allah apa lagi nih? Cuman segini nih? Ayo uji dan cobaan apa lagi? Aku akan selalu siap menghadapinya! (dengan sabar)” hehe… sombong banget ya? Nanti kalau dikasih yang benar-benar berat banget, berabe kite. Tapi ya jangan sombong-sombong banget kayak gitu lah. Biar bagaimanapun kita ini makhluk yang paling lemah dan memerlukan bantuan dari Sang Khaliq. Karena itu sabar saja nggak cukup, kita juga perlu berdoa. Katanya hanya do’a yang bisa menembus Lauhul Mahfudz dan mengubah suratan takdir yang tertulis. Kalau memang takdir kita sudah dituliskan miskin selamanya, kita bisa mengubahnya dengan do’a, dan usaha tentunya, seperti apa yang pernah difirmankan dalam Surat Ar-Ra’du ayat 11. Makanya perbanyak sholat. Wasta’inuu bisshobri wassholat, wainnahaa lakabirtun illa ‘alalkhosyi’iin (Al-Baqarah 43) “Jadikanlah sabar dan sholat itu sebagai penolongmu. Dan yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu”

Saya rasa begitu ulasanku mengenai sabar Jum’at ini, (kayak khotbah jum’at aje) wallahu a’lam bisshowab…

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: