gemuk

“Kau bertambah gemuk sekarang” Begitulah ucapan yang sering dikeluarkan sambil tersenyum oleh teman atau saudara yang sudah lama tidak pernah bertemu denganku. Aku nggak tahu apa maksud dari gemuk (dan senyuman) itu. Mungkin mereka mengartikannya bahwa gemuk itu pertanda kalau diriku sekarang sudah makmur dan sukses. Begitukah? Aku malah menganggapnya bahwa gemuk adalah suatu pertanda bahwa diriku tidak sehebat yang dulu. Tidak seampuh yang dulu lagi dan seolah aku kehilangan kekuatan.

Bagiku gemuk menandakan kemalasan seseorang dimulai (meskipun yang kurus juga ada) Semakin bertambah berat badan berarti semakin lambat gerakan kita. Orang gemuk tak bisa bertindak dengan cepat meskipun sudah berusaha dengan cara  apapun. Tahukah apa yang paling cepat dari orang gemuk saat berlari? Nafasnya, kira-kira itulah jawaban yang keluar dari teka-teki The Riddler. Semakin banyak nafas yang diambil untuk pembakaran, karena pemasokan makanan yang terlalu banyak. Semakin banyak makanan yang masuk ke perut, dibutuhkan pembakaran yang membutuhkan oksigen sangat banyak. Sehingga bawaannya ngantuk. Ngantuk menyebabkan malas.

Kemudahan fasilitas dan teknologi juga menyebabkan kita bukannya semakin mengalami peningkatan, tetapi menjadi semakin dimanja dan malas. Memang sebenarnya hal itu tergantung orangnya, namun aku merindukan saat-saat harus bersepeda bolak-balik ke rental komputer meski hujan-hujanan karena tak punya komputer di kos. Aku merindukan keterbatasan yang membuatku semakin kreatif, bukannya kemudahan yang membuat otakku beku… dan malas. Yang namanya malas itu artinya tidak banyak beraktivitas, sehingga ujung-ujungnya menjadi gemuk.

Diantara orang-orang yang sukses, aku melihat bahwa dulunya mereka kurus lalu menjadi gemuk karena menikmati kesuksesannya itu. Tak ada salahnya, tapi bagaimanapun juga orang gemuk itu sama sekali tak enak dipandang. Secantik apapun orangnya, mendingan nggak gemuk deh. Banyak mereka yang dulu pernah mengalami masa kejayaan akhirnya kejayaan itu hilang dan berakhir dengan penampilan gemuk. Lihat saja aktor-aktor Holywood, pemain bola (Diego Maradona), dan para pensiunan. Mereka yang bisa mempertahankan tubuhnya tidak menjadi gemuk banget, kebanyakan masih bisa eksis dan mengulangi kesuksesannya. Hey, jangan-jangan Hermawan Kartajaya nggak gemuk-gemuk agar bisa bertahan sebagai leading marketing strategist di Asia?

Aku nggak tahu apakah pendapatku; semakin gemuk seseorang berarti semakin kehilangan kejayaannya, ini benar. Hanya saja (nggak tahu kenapa) tiba-tiba aku benci banget dengan gemuk. Lihat perut buncit saja bencinya bukan main. Karena kebanyakan aku lihat para koruptor itu perutnya banyak yang buncit. Dan sekarang aku sedang berjuang bagaimana caranya agar perut tidak buncit. Sejak aku merasakan ada sesuatu yang mengganjal dan menyebabkan kesusahan dalam posisi tahiyyat akhir, disaat itulah aku merasakan bahwa tubuhku sudah mulai gemuk. Sehingga pada akhir 2009 lalu aku mengganti puasa Senin-Kamis dengan puasa Daud. Peningkatan ibadah sekaligus diet, hehe…

Tapi ternyata saat ini perutku masih saja buncit meskipun sedikit (semoga tidak semakin bertambah). Penyebabnya adalah BAB yang tidak lancar (baca postingan sebelumnya: sekali hentakan) Aku merasa ­pede dan bersemangat melakukan aktivitas saat semua yang ada di perutku sudah dikeluarkan semua, hehe…. Well, dulu makan susah, BAB-nya gampang, sekarang makan gampang, BAB-nya susah.

Lalu bagaimana dengan orang yang bertemu dengan temannya,  lebih kurus daripada sebelumnya? Kebanyakan mereka tidak menanyakan “Kamu kok sekarang tambah kurus?” karena dirasa kurang enak dan agak menyinggung perasaan. Kecuali karena memang terpaksa untuk mengetahui kabar buruk apa yang menimpanya sehingga menjadi kurus atau untuk memuji orang yang sedang berusaha untuk menurunkan berat badan.  Karena kurus bagi kebanyakan orang, persepsinya adalah penurunan dan segala sesuatu yang menuju keterpurukan. Dan kebanyakan memang benar, dulu banyak orang yang sukses dan makmur, saat bangkrut tubuhnya menjadi kurus.

Wah, sekarang jadinya malah bingung, dikatain gemuk bingung, dikatain kurus juga bingung. Diganti aja deh sama “Kok kamu tambah ganteng sekarang?” hehe….

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: