(the last) sabar

.

Akhirnya tweet “sabar” di twitter-ku sudah mencapai 114 kali. Entah hitungan itu benar atau tidak, tapi yang jelas aku sudah membuat turusnya di kalender usang setiap aku tweet kata “sabar” Sebenarnya maksudnya apa sih? Nggak ada maksud apa-apa. Aku cuman mau menyamakan kata sabar yang diulang di Al-Qur’an sebanyak 114 kali (ada juga yang mengatakan 106 kali) Aku juga nggak tahu dan nggak berharap apa-apa setelah aku selesai nge-tweet kata sabar ini sampai 114 kali. Bahkan aku berusaha untuk ngepasin selesai nge-tweet sabar 114 kali tepat pada hari ulang tahunku akhir April lalu. Tapi malah nggak pas, padahal biasanya aku ini adalah orang yang penuh dengan kebetulan. Aku hanya bisa berdoa dengan tindakan “simbolisasi sabar” ini sesuatu yang baik akan datang padaku.

.

.

Bicara mengenai sabar, aku punya cerita menarik dari acara DESIGN THAT CHANGE – Design Conference and Charity to Help Children yang diadakan Bajigur pada 24 April lalu. Aku sangat terkesima dengan Dik Doang yang meski cuma menjadi moderator, tapi sepertinya dia-lah man of the match pada acara itu. Banyak inspirasi yang kudapat dari dia (mungkin sepantasnya kupanggil beliau, tapi kayaknya nggak sreg deh) Salah satunya adalah, dia hapal diluar kepala Asmaul Husna. Suatu ketika dia menanyakan umur seorang penanya pada waktu itu. Umurnya 24 tahun. Langsung saja Dik Doang tanggap “Hmm… 24, 24 pada Asmaul Husna artinya Yang Meninggikan” Busyet!

Dari acara itu aku jadi teringat dengan ibuku yang pernah memberiku buku Asmaul Husna sebelum aku hijrah ke Jogja. Tapi aku jarang sekali mengamalkan nama-nama Allah yang terbaik dan yang Agung itu. Hapal ke-99 nya aja nggak! Paling hapal cuma sampai 14, itupun dari akhir surat Al-Hasyr ayat 22 – 24. Kemudian aku cari-cari buku Asmaul Husna yang dicetak ulang dari tahun 1979 itu. Ketemu! Mungkin selama ini doaku banyak yang tidak terkabul karena kurang mengamakan Asmaul Husna. Karena pada prinsipnya kita diperintahkan untuk berdoa dengan Asmaul Husna, tidak hanya dengan lafadz Jalalah saja (ALLAH)

.

.

Setelah kubuka, banyak sekali yang ditandai ibuku, karena khasiatnya juga banyak. Aku jadi bingung mau memprioritaskan yang mana. Mengingat sepertinya akan menyita banyak waktuku. Setelah kupilih Asmaul Husna mana yang aku butuhkan dan akan aku amalkan, ada sesuatu yang menarik. Ternyata Asmaul Husna ke-99 adalah Ash Shabuuru, yang artinya Yang Maha Penyabar. Dan yang lebih mengejutkan adalah, tidak ada amalan untuk dibaca sampai berapa kali. Kalau yang lain kan ada yang dianjurkan untuk membaca “Ya Rahman” “Ya Rahiim” “Ya Malik” dll untuk dibaca sampai 100 kali atau bahkan ada yang sampai 5000 kali. Tapi ini Asmaul Husna yang ke-99 tidak ada anjurannya untuk membaca “Ya Shabuuru” misalnya.

.

.

Penjelasananya hanyalah, Bahwa Allah adalah Maha Penyabar, yakni tidak cepat-cepat menyiksa para hamba-Nya yang durhaka dan berbuat dosa. Allah masih mau menerima taubat hamba-Nya yang benar-benar mau tobat kepada-Nya dari segala dosa yang telah diperbuat. Dialah Maha Pengasih, Penyayang dan Pengampun serta Penyabar. Oleh karena itu, marilah kita senantiasa mohon maghfiroh kepada-Nya atas segala dosa yang telah kita perbuat dengan jalan memperbanyak berdzikir dengan Asmaul Husna.

Asmaul Husna yang terakhir ini sepertinya benar-benar menyadarkanku kembali. Kita harus banyak bersabar dan senantiasa istighfar memohon maghfiroh kepada Allah. Nabi Muhammad saja yang sudah ma’sum tiap hari tak pernah lupa mengamalkan istighfar paling tidak 100 kali, lha kita? Kebanyakan kita mengeluh dan tidak bersabar, tatkala sudah berdoa dengan sungguh-sungguh dan berkali-kali tapi tidak dikabulkan juga. Aku bahkan pernah berkata “Ya Allah, Kau punya banyak hutang padaku, karena doaku banyak yang belum dikabulkan” (hehe…) Padalah nikmat yang diberikan Allah sangat banyak dan kita tak bisa menghitungnya.

Kata Quraish Sihab yang namanya nikmat itu apabila modal kita berlebih. Dan sebenarnya modal kita itu dari lahir sampai sekarang itu nol. Allah-lah yang memberi kita modal sedemikian banyaknya. Dari udara yang kita hirup tiap hari sampai sel-sel dalam tubuh kita yang melakukan sejuta kegiatan tiap detiknya. Subhanallah! Allah itu Maha Sempurna. Tak ada doa kita yang tidak dikabulkan. Allah itu (kalau dalam Asmaul Husna ke-45) Al-Mujiibu, Yang Mengabulkan. Setiap doa pasti dikabulkan oleh-Nya entah kapan, terserah Allah dong, hehe.. Mungkin juga kita tidak menyadarinya ketika doa kita ditransformasikan ke dalam bentuk lain. Yang terpenting adalah kita harus bersabar dan mensyukuri nikmat. Taruhlah kita punya banyak piutang kepada Allah, daripada punya utang banyak kepada Allah, hehe….

Dengan berakhirnya tweet sabar ini dari pertengahan Desember hingga bulan Mei, bukan berarti aku berhenti untuk sabar. Karena yang namanya sabar itu (sekali lagi kata Dik Doang) bukan berarti diam *aduh lanjutannya aku lupa. Aku akan terus bersabar, karena sabar akan mendekatkan kita pada Allah, Innallaha ma’ashobiriin! Dan juga bersyukur setiap hari tentunya. Hey, bagaimana kalau tweet selanjutnya adalah syukur?

Saatnya mencari informasi, ‘syukur’ di Al-Qur’an disebutkan berapa kali…

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: