Nyalakan Merahmu!

Hari ini aku tak sengaja lagi menemukan file foto yang seharusnya untuk bahan postingan blog-ku pada awal Januari 2010 lalu. Ceritanya mengenai sebuah tagline rokok kretek Gudang Garam Merah. Tagline yang menjadi kebanggaanku sampai saat ini sebagai seorang copywriter: Nyalakan Merahmu!

.

.

Setiap habis subuhan dari masjid, sebelum memasuki lorong kecil jalan pintas masjid-kos, aku selalu melihat neonbox Gudang Garam Merah yang berada tepat di depan toko Martha di Jalan Godean. Neonbox merah yang menyala terang dengan tagline ‘Buktikan Merahmu!’ dengan tambahan visual retakan tanah. Aku nggak tahu apa korelasi antara tagline dengan retakan itu. Tapi yang jelas saat itu aku diserahi tugas untuk mengganti tagline ‘Buktikan Merahmu!’ yang katanya kesannya masih nggak jelas dan bias, dengan tagline yang lebih jelas dan kuat. Rasanya seperti mimpi, petakumpet mendapatkan klien sebesar Gudang Garam Merah, setelah sukses memenangkan pitching TV PSA Gudang Garam Corporate untuk Hari Kemerdekaan pada Agustus 2008.

Tiba-tiba aku teringat pada masa-masa kuliah dulu, sepertinya akan sangat membanggakan bila suatu saat nanti bisa membuat iklan yang skalanya nasional alias bisa dilihat orang se-Indonesia. Bangga karena bisa cerita ke siapa saja, keluarga tetangga, anak (kalau punya), atau mahasiswa yang sedang menyusun skripsi, dan yang jelas di blog ini tentunya.

Dan saat itulah waktunya bagiku, meskipun ada dilema karena kliennya adalah perusahaan rokok. Aku benci rokok, tapi entah kenapa saat dihadapkan pada sesuatu yang dibenci, malah mendapatkan ide dan inspirasi yang luar biasa. Terciptalah tagline Nyalakan Merahmu! Sebuah tagline yang jelas, merah adalah semangat, maka maksud Nyalakan Merahmu! adalah Nyalakan Semangatmu! Dari opening presentasinya; sekarang kita nggak jualan rokok lagi, tapi semangat! Namun ujung-ujungnya tetap saja, karena di dalamnya juga ada maksud lain yang merupakan persuasif terselubung. Nyalakan Merahmu! berarti Nyalakan Gudang Garam Merahmu! Tagline yang mengajak untuk merokok. Aku tahu ini tak baik (sangat tidak baik!). Seperti yang kubilang tadi, sesuatu yang brilian kadang muncul saat kita benar-benar membencinya.

Tapi terlepas dari itu, tagline Nyalakan Merahmu! adalah tagline pertamaku  yang paling diingat dan dikenang banyak orang. Persis dengan apa yang kubayangkan saat kuliah dulu. Seumur-umur menjadi copywriter, ya baru kali itu bisa bikin tagline yang bisa bertahan lama dan skalanya nasional. Bayangkan, dari muncul pertama kalinya pada tahun 2009, hingga sekarang. Font-nya pun tak berubah. Berharap tagline itu bisa longlife seperti tagline ‘Pria Punya Selera’-nya Gudang Garam International.

Nah, ceritanya saat kliennya setuju tagline Nyalakan Merahmu! dipakai untuk menggantikan Buktikan Merahmu! aku senangnya bukan main (dan bangga banget tentunya) Sehingga setiap saat aku melewati neonbox Buktikan Merahmu! aku selalu memandanginya dengan tersenyum sambil berkata dalam hati “Lihatlah suatu saat nanti, kamu akan berganti dengan Nyalakan Merahmu! hahaha…” Hingga suatu saat, anaknya pak kosku, namanya Alif (kelas 5 SD) yang biasanya bareng kalau ke masjid, heran dan berkata padaku “Ada apa Mas kok tiap ke masjid selalu memandangi itu dan tersenyum kayak orang gila?” Lalu aku bilang “Tunggu saja nanti, kamu akan ngeliat neonbox itu akan ganti dengan Nyalakan Merahmu!” Alif-nya nggak percaya “Awas kalau nanti nggak ganti! Pokoknya aku pegang omonganmu” Aku hanya tersenyum sinis dan berkata “Hloh, masih nggak percaya juga” “Dari mana Mas Husni tahu kalau akan ganti Nyalakan Merahmu?” Aku tersenyum sombong lagi “Lah, lhawong yang bikin itu aku kok, ya jelas tahu” Alif masih juga nggak percaya. Tak apa, petakumpet dapat klien Gudang Garam Merah saja rasanya seperti nggak mungkin kok.

Hari berikutnya, setelah syuting iklan TVC Gudang Garam Merah versi PHK selesai, aku melihat neonbox itu mulai diturunkan. Dalam hati “Hehe… kayaknya sudah mau diganti nih” Aku pun bilang ke Alif “Tuh lihat… mau diganti kan?” Hingga subuh berikutnya neonbox itu memang diganti, tapi “Wadhuh! Matek aku! Kok malah diganti Dji Sam Soe!” Sekarang giliran Alif yang nagih “Manaa… katanya ganti Nyalakan Merahmu!” Gaswat nih, lalu aku bilang “Bener kok, bakal diganti, nanti iklanya ada orang sedang ngelas!” Tapi tetap saja dia nggak bisa ngeliat iklan TV-nya karena jam 9 malam sudah tidur. Walah kok malah jadi begini, bisa-bisanya neonbox itu diganti Dji Sam Soe!

Hingga suatu Sabtu sehabis subuh aku berencana untuk menghabiskan waktu untuk menikmati sunrise di jembatan kereta api di Ringroad Barat sambil menikmati biskuit coklat dan Nescafe kaleng atau Bear Brand. Tempat itu adalah favorit untuk menikmati kesendirian dan merenung. Setiap orang pasti punya tempat tersendiri untuk menyendiri. Dan aku datang ke situ pada hari Sabtu karena sangat sepi, soalnya kalau Minggu ramenya bukan main. Apalagi saat itu memang sedang dilanda asmara. Biasanya kalau sedang kasmaran sama ‘someone’ aku selalu menunggui kereta lewat, lalu aku teriak kayak orang gila “Someone* aku sayang kamuu!!” Sebuah pelampiasan lewat teriakan yang tertutupi dengan suara kereta yang lewat. Kalau teriak di kos-kosan kan bakal dimarahin tetangga, hehe… Rasanya kalau sudah teriak kencang itu puas banget! Jadi kalau kebetulan kalian naik kereta api dari Jakarta sampai ke Jogja pagi-pagi dan mendengarkan suara teriakan, bisa saja itu teriakanku, hehe…. Hey, orang kalau sedang jatuh cinta itu biasanya melakukan sesuatu yang nggak normal. Dan yang seperti itu merupakan hal yang normal. Nah saat itu aku nggak hanya melampiaskan perasaanku saja, tapi juga melihat neonbox Nyalakan Merahmu! di sepanjang Ringroad Barat. Wah mungkin di tempat inilah aku bisa membuat Alif percaya. (*nama seorang cewek)

Minggu berikutnya aku membuat janji dengan Alif untuk mengajaknya jalan-jalan ke jembatan pada hari Minggu (saat dia libur) Nah sampai di jembatan itulah baru dia percaya. “Tuh kan? Nyalakan Merahmu! Tuh ada orang sedang ngelas juga!” “Itu beneran yang bikin Mas Husni?” “Ha-Yes! Tentu sajjha!” Hehhh, sekarang baru bisa nyombong, mau nyombong kok susah amat sih!

Di situ aku nggak hanya memperlihatkan neonbox saja, tapi juga mengambil gambar. Cukup beresiko juga karena aku men-setting kamera dengan timer lalu kuletakkan di bawah pembatas jalan dengan diganjal batu dimana dialui bus-bus dan truk yang cukup kencang.

.

.

Tentunya aku juga menyuruh Alif untuk memfoto diriku dengan tagline buatanku. “Nah karena aku yang bikin, tolong aku difoto dengan background neonbox itu ya?” Kebetulan saat itu kaos yang kupakai juga merah. Meskipun saat itu mulai rame, tapi aku nggak peduli.

.

.

Dan sebagai copywriter, tentunya aku tak bisa melewatkan tulisan-tulisan yang ada di jembatan itu.

.

love pake f🙂

.

Pulangnya Alif mengajak lewat bawah melewati rel dan kampung. Banyak hal yang unik juga, foto-foto lagiii…..

.

bahkan nyuri lumut pun bisa kena santet😀

.

Lumayan lah, buat refresh sebentar setelah syuting Gudang Garam Merah versi Sarjana Ojek. Ohya, aku belum cerita mengenai apa saja dibalik Sarjana Ojek. Oke deh, lain kali kalau ada waktu….

Tags: , , ,

3 Responses to “Nyalakan Merahmu!”

  1. arifyanti Says:

    keren masbro :))

  2. deetskoink Says:

    wakaka…..ono kata2 KORELASI og pie…hhhi
    waaah..kangen kalian >.<

  3. irir Says:

    numpang koment
    gak sengaja baca blog ini gara2 nyari temen yg kerja di advertising yg tiba2 ngilang.
    blognya keren.
    kreatif banget ya orang2 advertising. jadi ini orang2 yang mempopulerkan gudang garam yg lahir di kotaku….good job

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: