merasakan lampu hijau

Ahhh… Malam Minggu yang indah. Malam Nisfu Sya’ban, langit sangat luar biasa, bulan bersinar dengan sangat sempurna. Kalau saja malam itu aku bersama ‘someone special’ aku pasti akan menyanyikan lagu Glory of love-nya Peter Cetera, Tonight it’s very clear… As we’re both lying here…hehe… Setelah baca surat Yasiin, rencananya aku mau ngenet di kantor, daripada bengong dan pah-poh nggak ngapa-ngapain. Sampai di kantor malah ketemu Mas Tedy (Art Director petakumpet) yang mau ke Art Jog ’11, yaudah sekalian aja ke sana.

.

.

Acara pembukaannya sangat meriah dan rame banget. Di depan TBY ada traktor untuk konser musik dan kepala bayi yang gede banget!

.

.

Tapi yang jelas aku kangen pingin melihat karya Mas Yudi Sulistyo (dulu ilustrator petakumpet)🙂 Sebuah Jeep dengan ukuran skala yang sebenarnya yang digantung dengan kawat. Digantung dengan kawat? Jelas bisa, karena Jeep tersebut sebagian besar dibuat dari kertas karton, sponati, pralon plastik, dan bahan-bahan ringan lainnya yang dicat air brush sehingga terlihat persis dengan aslinya. Waw!

.

.

Jam 12-an kurang aku baru pulang dari Art Jog ’11 dan sekalian nyari makan sama Mas Tedy di Hok-Ben. Malam itu banyak ngobrol ngalor-ngidul karena aku memang belum ngantuk, sebab hari Sabtu aku suhabiskan waktuku dengan tidur dari jam satu siang hingga jam lima sore. Pukul setengah dua aku baru pulang. Jalanan memang sudah sangat sepi. Sampai-sampai aku diteriakin oleh seorang pria yang baru turun dari mobil travel “Ojek…!” Sialan! Mentang-mentang cuman aku yang bersepeda motor saat itu.

Dan sialnya ketika melewati lampu bangjo, selalu dari kejauhan menyala hijau, tapi ketika kukejar lampunya pasti langsung berubah dari kuning ke merah. Aku sebenarnya mau menerobos karena jalanan memang sepi, tapi entah kenapa aku selalu memutuskan untuk berhenti. I’m a good citizen you know, hehe… Tapi njengkelin  juga karena saat jalanan sedang sepi-sepinya kok selalu kedapatan lampu hijau ke lampu kuning-merah sampai tiga kali. Hingga akhirnya di perempatan Jetis aku mendapatkan lampu hijau yang tinggal 10 detik lagi berubah. Aku langsung menerobos lampu hijau itu dengan membabi buta!

Hati kecilku berkata “Loh bukannya seharusnya tadi ke ke kiri jalan terus? kok malah lurus? jadinya malah muter dong!”

“Biarin! dari tadi kepingin ngerasain lampu hijau nggak dapet-dapet!”

 

 

Tags: , ,

3 Responses to “merasakan lampu hijau”

  1. playboygila Says:

    wah, aku gak bisa nonton, asyeem…..ha3, nice share mas🙂

  2. namarov Says:

    wuakakakakakaa….saakkeee budheee! kkk…

  3. sonny Says:

    wah kepala bayinga gede amitmmana badannya gan? hahahah…salam kenal gan🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: