february in a mess

Sepertinya di bulan Februari ini aku tak punya waktu untuk ngeblog. Tapi mumpung tahun ini dilebihkan satu hari di bulan Februari, jadi kusempatkan saja.

Rasa-rasanya hampir tidak pernah ada jeda di bulan Februari. Bahkan cuti selama 5 hari di awal bulan pun tak bisa mengejar target. Aku memang sedang merencanakan sesuatu di tahun 2012 ini. Kelihatannya simpel, namun tak kunjung selesai-selesai. Dan aku mencoba untuk step by step, perlahan-lahan mengeksekusinya. Sangat melelahkan namun membuatku sangat puas, apalagi kalau sudah jadi nanti. Aku sangat menyukainya, meskipun segalanya  jadi berantakan

Belang jari telunjuk kanan

Pada awal bulan Februari aku mengajukan cuti selama 5 hari. Kupikir itu waktu yang sangat cukup untuk kejar tayang. Dan yang terjadi adalah 4 hari mencoba mengejar, 1 hari langsung terkapar. Benar-benar hari yang sangat padat dan panas. Hari pertama-kedua persiapan alat dan bahan, yang mengharuskan aku bolak-balik Godean-Glagah Sari. Untung saja untuk persiapan peralatan bisa ditekan harganya dengan membeli barang sisa ekspor murah di seberang perempatan Jalan Kabupaten dari arah petakumpet. Barangnya lumayan bagus-bagus, bahkan hotel pun barangnya mengambil semua dari situ. Hari ketiga trial produk, hasilnya cukup memuaskan. Hari keempat lagi-lagi persiapan alat. Kali ini harus meluncur ke Klaten untuk mencari kualitas yang terbaik tapi termurah, hehe.. Teriknya matahari membuat kakiku terlihat belang-belang karena tertutup sandal selop. Lucunya meskipun kedua tanganku memakai kaos tangan, namun telunjuk kananku tampak gelap. Aku tak tahu bagaimana bisa begitu, mungkin terlalu banyak rem tangan.

Bengong dan terkapar

Saat tubuh sangat kelelahan, yang ada di pikiran begitu sampai kos adalah; waktunya memanjakan diri. Sehabis isya’ setelah perut kenyang dan air sudah mendidih, maka saatnya bikin coklat Milo sambil makan cemilan dan nonton OVJ. Milo sudah diaduk camilan sudah dibuka, saatnya menyalakan TV Expert di komputer untuk nonton OVJ. Lumayanlah buat menghilangkan penat. Komputer sudah nyala, layar sudah biru dengan tulisan Welcome, lalu Wallpaper SpongeBob muncul. Aku beranjak menggerakkan mouse. Aku klik logo Windows, kemudian klik tombol merah. Ada tiga pilihan tombol muncul lagi. Dan secara reflek aku klik tombol merah yang ada di tengah. Layar berubah jadi biru denga tulisan Logging off, lalu mati. Dan aku bengong saja. Aku tahu harusnya aku tadi tekan tombol TV Expert diantara beberapa pilihan setelah mengklik logo Windows. Bagaimana pikiranku bisa mengarahkanku ke tombol Shut Down? Aku bengong tak peduli dan langsung terkapar. Coklat Milo dan camilan ikut bengong melihat tingkahku.

Dizzy Miss Lizzy

Stiker Legendary Pictures di tasku sudah mulai retak dan mengelupas. Memang niatnya dibuat begitu secara alami. Namun kalau sandal Beatles, lain lagi ceritanya. Aku selalu menjaganya, dan biasanya kalau rusak sedikit aku selalu memperbaikinya. Tapi kali ini aku seakan membiarkannya dan tak ada waktu untuk memperbaikinya. Menyemir saja tak sempat apalagi memperbaikinya. Aku seakan mendengar lagu Dizzy Miss Lizzy meskipun aku nggak tahu apa maksud dari lagu itu. Bagiku terasa terdengar kata “Lazy”

Antri Maaf

Melalui blog ini mungkin aku harus minta maaf dari beberapa inbox dan sms yang masuk. Aku mau minta maaf atas interview yang belum sempat kujawab bagi mahasiswa yang mau skripsi. Bukan maksudku untuk memperlambat ataupun mempersulit. Aku selalu berusaha agar kalian bisa lulus dengan cepat, tapi tidak biasanya aku berada dalam keadaan seperti ini. Maafkan juga bagi empat orang yang sudah antri untuk pesan cukilan sandal. Percayalah aku sudah beli sandal jepit itu, hanya tak punya waktu saja untuk mengeksekusinya. Maafkan juga untuk order diluar kantor yang terpaksa kutolak. Rencanaku ini sangat-sangat berarti bagiku.

Terbakar

Sabtu itu aku bangun sangat kesiangan. Setelah meng-qodho sholat subuh perutku terasa keroncongan. Ingin rasanya menikmati nasi pecel sambil nyeruput teh hangat. Sepertinya kemarin aku sudah mengisi penuh panci di kompor listrik dan tinggal menyalakannya saja. Aku tinggalkan kompor itu agar sekembaliku dari beli nasi pecel bisa pas mendidihnya. Biasanya 15 menitan. Aku tinggalkan menuju warung pecel di jalan belakang pom bensin pake sepeda motor. Ternyata di sana ada 2 orang cewek yang sudah mau membungkus makanan. Tapi ternyata mereka sedang kebingungan mau bungkus apa meskipun sudah bungkus dua bungkusan. Wah, bisa lama nih, wong tinggal milih saja kok repot.

“Aduh parenya iya nggak ya?” mereka sedang berdiskusi, padahal si penjualnya sudah megang centong dan memasukkannya ke baskom berisi pare. Ayo! Kalo jadi ya jadi, kalo enggak ya enggak! Lama amat pikirku.

Lalu penjualnya bilang padaku “Mau bungkus apa Mas?”

“Pecel Mas” jawabku. “Bentar ya Mas” balasnya.

“Ya udah parenya dua ribu” kata salah satu cewek itu. Akhirnya penjualnya membungkus plastik bening pare itu. Sudah ada tiga bungkusan, mungkin setelah ini sudah. Namun tiba-tiba…

“Sama bungkus pecelnya lima Mas!”

Busyet! Lima? Bisa lama nih, keburu mendidih nih komporku. Tapi aku kudu tetep sabar, dan berpikir positif.

Begitu sudah terbungkus tiga pecel, tiba-tiba si penjual bilang “Udah Mbak, habis ini ada lagi nggak?”

He? Tiga? Berarti pendengaranku tadi salah. Alhamdulillah…. tapi,

“Lima bungkus Mas!”

Hladalah! Semfruol tenan!

“Ntar ya mbak tak bikin bumbu kacangnya lagi. Ini sudah habis”

Gusti Allooooh… paringana sabaaaar

Begitu bumbu kacang jadi dan pecel sudah terbungkus lima, tiba-tiba ada sms masuk dari Pak Kos: Husni, kompormu terbakar, tadi kabelnya kucabut lewat jendela. Aku langsung lemes dan pasrah. Terserah deh kalian mau bungkus apa lagi, pake diskusi lama juga nggak papa… nasib sudah sial!

Setelah satu pecel terbungkus buat aku, langsung aku ngebut dan hampir nabrak beberapa kali. Sampai kos, langsung aku tinggalkan motorku dan menuju kamar kos. Pak Kos bilang “Untung jendelamu kamu buka, kalo enggak mungkin bisa jadi kebakaran. Kubuka kamar kosku, ternyata sudah penuh dengan asap dengan bau seperti belerang menyengat. Kompornya meleleh ndledek, lempengnya yang bundar sempurna jadi mleyot. Kuambil pancinya, lhadalah! Ternyata pancinya sedari tadi nggak ada isinya!

Tapi meskipun lempeng tadi peyot, ajaibnya kompornya masih bisa dipakai sampai sekarang. Alhamdulillah…

Completely in a mess

Kini setiap aku bangun tidur dan mengaca, ada sesuatu yang berbeda. Ya, bulu rambut di daguku alias janggutku sudah mulai memperlihatkan hasilnya (baca postingan what’s new?) Saat anak pak kosku tahu, dia bilang “Wah Mas Husni sudah nggak kayak Superman lagi. Aku jadi salah tingkah, lalu aku bilang “Loh sekarang lebih garang lagi, ini Punisher!”

Tapi mereka nggak paham, apalagi kalo tadi aku bilang Frank Castle, tambah nggak paham lagi. Mereka lalu bilang “Huu… jadinya malah berantakan, Mas Husni kayak orang payah!”

Mungkin kau benar nak, pikirku. sepertinya aku perlu bercukur untuk pertama kalinya. Entah kapan.

 

*postingan ini harusnya ada gambarnya, tapi nggak tahu mau dilengkapi kapan.

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: