kisah suhadi

Sudah lama aku nggak bikin postingan asal-usul-ngasal. Dan malam yang lumayan selo ini aku mencoba untuk cerita ngasal sebelum pulang dan langsung tepar. Sekali lagi jangan ditanggapi serius, ini ngasal! Kalaupun ada kesamaan dengan nama pelaku, maka hal tersebut adalah sebuah ketidaksengajaan. Hanya bercanda saja kok.

Ini kisah tentang Suhadi, anak paling bungsu dari 9 bersaudari. Saudari, karena kedelapan kakaknya perempuan semua, hanya dia yang laki-laki. Orangtuanya orang Sunda, tapi ada yang unik mengapa dia menamakan anak yang paling bungsu seperti nama orang Jawa pada umumnya, yaitu ada awalan Su-. Padahal kedelapan putinya namanya gaul semua, ada Felicia, Fadya, Salsabila (yang ini pasaran banget), Cecile, Kalia, dll. Tapi kenapa nama anak yang terakhir sangat ndeso? Suhadi.

Ceritanya berawal dari keinginan orangtua untuk mempunyai anak laki-laki. Namun sampai anak yang kelima ternyata perempuan semua. Tapi mereka tak pernah putus asa dan terus mencoba sampai sang istri sudah kelelahan setelah kelahiran anak kedelapan ternyata juga perempuan. Mereka sangat sedih, hingga pada suatu malam mereka bersepakat untuk mengakhirinya.

“Sepertinya kita sudahi saja akang, saya sudah nggak kuat”

“Bener istriku, kita sudahi saja. Tapi bagaimana kalau sekali lagi untuk terakhir kalinya”

“Tapi akang harus janji. Ini harus kita sudahi”

“Akang janji, kita sudahi”

Dari hubungan yang terakhir itu ternyata membuat sang istri hamil lagi. Sang istri pasrah jenis kelamin apa yang keluar nanti. Meskipun hamil, tapi sang suami tetap saja nggak bisa menahan keinginanya untuk berhubungan. Ketika sang suami ingin mengajak berhubungan, sang istri mengingatkan “Ingat akang! Sudahi!” “Baiklah istriku aku sudahi” sang suami ingat akan janjinya. Kejadian ini terus berulang-ulang hingga sang istri akhirnya melahirkan.

Tak disangka anak yang keluar adalah laki-laki. Mereka sangat gembira. Dan untuk mengingat kejadian yang selalu mereka sudahi terus itu, akhirnya mereka menamakan anaknya dari “sudahi” menjadi “Suhadi”. Dan benar, setelah lahir Suhadi sang istri tak pernah hamil lagi. Kalian percaya? Jelas jangan, namanya juga ngasal. Baiklah, kita suhadi cerita ini, eh maksudnya sudahi saja cerita ini.

 

*Cerita ini terinspirasi oleh Bosiran, salah satu awak @TELAP12. Nama seharusnya yang diberikan orangtuanya adalah Basiron. Teruskan semangat berwirausaha Bos!

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: