SMP itu lucu

Itu adalah judul dari majalah KAWANKU tahun 90-an (saat itu ada tokoh stil-nya) yang saat ini masih aku ingat-ingat terus. Isinya mengulas segala sesuatu kelucuan saat masuk periode SMP. Aku tak ingat banyak, karena saat itu aku masih SD. Artikelnya sebenarnya nggak terlalu panjang, dan yang paling aku ingat adalah SMP itu seragamnya lucu. Kalo SD pakai celana pendek, SMA pakai celana panjang, maka SMP celananya nanggung. Sampai di majalah itu dibuat ilustrasinya. Dan hal itu benar-benar kualami waktu SMP.

Waktu SMP kulihat banyak yang suka sekali pakai celana pendek di bawah dengkul, seperti celananya tukang cendol keliling. Sampai-sampai saat itu ada aturan sejauh mana panjang celana pendek SMP. Sehingga yang terjadi adalah, celana yang pendeknya terlalu panjang (lucu banget yah kalimatnya?), dipendekkan dengan cara bagian yang panjang dilipat lalu dijahit. Anak SMP justru malah suka dengan gaya itu yang menurut mereka trendy, terus saku belakangnya jahitannya dibikin seperti saku celana jeans. Lalu saat upacara diumumkan lagi bahwa celana pendek tidak boleh ada lipatan, tapi dipotong lalu dijahit. Welah!

Yang lebih norak lagi adalah trend saat itu. Sudah celananya bawah dengkul, trus pakai kaos kaki sepakbola sampai hampir di atas dengkul. Mungkin kalau untuk sholat jauh lebih tertutup auratnya. Ditambah pakai topi dengan bagian penutupnya yang ditengadahkan ke atas lalu dikasih tulisan pake Tip-X. Satu kata untuk trend itu, wagu!

Meski jaman sekarang sudah banyak berubah, tapi SMP tetep aja lucu. Kalau dulu kelas 1,2,3, sekarang namanya kelas 7,8,9. Celana anaknya Pak Kos-ku warnanya juga biru, tapi celana panjang, bukan celana pendek yang nanggung. Dan kelucuan yang tidak akan berubah adalah saat transisi menuju masa puber alias masa-masa ABG. Masa SMP adalah masa dimana kita merasa sudah tidak anak kecil lagi. Sudah mulai menyukai lawan jenis dan mulai mengenal pacaran (anak TK aja sudah tau kok, hehe..) Apalagi jaman sekarang ada hp. Aku merasakan perbedaannya saat anaknya Pak Kos main ke kamarku. Dulu nonton film dan ngakak bareng, sekarang ditontonin film malah sibuk sms. Sedikit-sedikit badannya dipalingkan ke samping, hp-nya ditaruh di sebelah kanan atau kiri pinggang lalu sms-an, agar tidak diketahui dia sms apa. Sampai-sampai ayahnya akhirnya tidak mengijinkan dia memiliki hp karena isinya rayuan gombal semua. Pernah suatu ketika Pak Lik-nya datang main, lalu ketika pulang, Pak Lik-nya nelpon kok ada sms mesra di BB-nya. Aku ngakak! Lha siapa lagi kalo bukan anaknya Pak Kosku? Bisa-bisanya curi-curi kesempatan pake BB Pak Lik-nya.

Ciri khas yang tak pernah berubah dari masa SMP adalah sifatnya yang sok dan suka ikut-ikutan. Sok pake istilah gaul, sok pake bahasa Inggris, sok jago, dll. Suatu hari ketika aku baru saja membuka pintu kamar, anaknya Pak Kos yang mau berangkat sekolah memanggilku “Mas…!!” Aku pun menoleh. Dengan wajah yang sok jagoan dia menunjuk ke arahku sambil berkata “You are next!” Waduh, apalagi nih maksudnya? Next disini apakah dia habis mengalahkan lawannya kemudian aku yang selanjutnya? Sepertinya sih begitu. Tiap ketemu aku dia selalu begitu, menunjuk ke aku sambil bilang “You are next!” Sampai lama-lama suatu hari dia capek dan bertanya padaku sambil bawa kamus “Mas, you are next itu maksudnya apa sih, kok di kamus artinya kamu selanjutnya?” Waaa-gubrak! Tiap hari You Are Next tapi nggak tahu apa maksudnya! Ternyata dia ikut-ikutan teman-temannya, katanya kalo udah ngucapin gitu kelihatan keren. Aku waktu SMP juga sok pake kata-kata bahasa Inggris, tapi ya nggak seperti ini nulisnya.

 

nexs

 

SMP juga sudah mulai galau. Tapi yang sekarang kayaknya tingkat galaunya kelewat akut. Waktu trend galau sedang memuncak-muncaknya, setiap aku berangkat ke masjid bersama dia, dia selalu menepuk pundakku sambil berkata “Sing sabar Mas” Benci banget aku kalau dia melakukan itu. Nggak ada apa-apa, dia menepuk pundakku dan bilang Sing sabar Mas. Bikin mood yang sedang hepi jadi galau, apalagi kalau memang galau beneran. Pernah suatu hari aku ngeliat dia sedikit-sedikit mengecek hp-nya lalu gelisah. Mungkin sms-nya nggak dibales-bales. Kalau jamanku mungkin melihat surat yang dikirimin ke target ditemukan kembali di tempat sampah, hehe.. Wajah gelisah itu terus menyertainya kemanapun. Suatu hari pas aku sholat berjamaah isya’ dia ada disampingku. Aku merasa ada aura galau yang sangat dalam dirinya. Dari tadi murung dan gelisah terus. Dan benar saja, ketika rakaat kedua imam belum menyelesaikan suratnya, entah apa yang dia pikirin sampai-sampai dia membatalkan sholatnya, geleng-geleng sebentar, lalu takbir lagi mengulang sholatnya. Dan dalam perjalanan pulang dari masjid, sebelum menyeberang jalan, aku tepuk-tepuk pundaknya dan bilang “Sing sabar yo..” Lalu aku tambahin lagi  “Cewek itu emang begitu, nggak usah dipikirin” langsung dihantamkan pecinya ke aku, hehe..

Yang lebih lucu lagi adalah, waktu SMP suka bikin kelompok atau slogan-slogan yang entah apa maksudnya, habis itu dibikin stikernya. Coba ini apa maksudnya? Ah, pokoknya SMP itu lucu deh!

 

sahabat-palsu

Tags: , ,

5 Responses to “SMP itu lucu”

  1. Bisnis Online untuk Pemula Says:

    “you are next!” itu quote di film blood sport, musuhnya van damme… si chong li. ^_^

  2. Prabowo Says:

    Oala… sampeyan sempet ngalami era majalah Kawanku ta? Itu jamane aku masih SMP kelas 1. Dulu beli Kawanku gara2 pengen ngikuti Senopati Pamungkas-nya Teguh Santosa. Gak taunya pedhot di tengah jalan, seiring kasus Arswendo😦

  3. maspoeloeng Says:

    apiikkkkk……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: