signal and sign

Wah tak terasa, sudah lama jarang ngeblog, ternyata sekarang blog-ku tepat sudah berumur empat tahun. Dan selama itu sepertinya aku belum pernah ingat kapan blog-ku ulang tahun. Ini pun tak sengaja saat ngecek email yang mengharuskanku membuka dashboard. Pas di warung lagi. Sepertinya aku perlu memposting tulisan untuk memperingati ultah-nya blogku ini. Ini ada hubungannya mengapa aku ngeblog di warung, biasanya kan di kos. Ikuti saja ceritanya, meskipun mungkin agak memusingkan.

Semenjak aku resign dari petakumpet, salah satu hal yang terputus darinya adalah aku nggak bisa online gratis lagi🙂 Nah, ini adalah salah satu tantangan bagiku untuk tidak terlalu bergantung pada fasilitas nge-net gratis itu. Sudah saatnya aku bisa online kapan saja dan dimana saja, nggak harus pas di kantor, dan pake gocek sendiri. Masalahnya adalah, aku ini orangnya gaptek bukan main. Maka kemudian aku minta saran sama yang biasa online terus, baik pakai smartphone, android, mobile phone, atau gadget apalah itu namanya. Aku ajak Emyr untuk main ke rumahnya Mbak Yanti sekaligus konsultasi sama Mas Hendrik, suaminya Mbak Yanti.

Intinya adalah, aku nggak mau beli smartphone dulu, tapi bagaimana biar aku bisa online dengan laptop peninggalan dari petakumpet itu (yang sampai sekarang belum pernah diinstal ulang, hehe..) Maka satu-satunya ya pakai modem. Aku juga gak paham mau pakai GSM atau CDMA, terus bayarnya gimana, isi ulangnya gimana, dsb-nya. Aku hanya bilang, pokoknya berikan yang terbaik dan sekiranya cocok bagiku apapun itu yang penting aku bisa online dengan laptopku, nanti totalnya berapa. Akhirnya aku dirokumendasikan pakai modem at&t sama Mas Hendrik dan kartunya pakai GSM AXIS PRO. “ Terus kalau habis gimana?” tanyaku. “Pokoknya tiap habis beli aja AXIS perdana terus, lalu suruh aktifin sama operatornya” jawab Mas Hendrik.

Beli perdana terus? Berarti ganti kartu terus ya? Dan itu bukan salah satu kebiasaanku. Namun mau bagaimana lagi, orang gaptek. Dan sejak saat itu aku menjalani dengan situasi yang seperti itu terus. Dengan Rp. 50.000 untuk satu bulan, kuota 1,5 GB unlimited. Karena unlimited aku masih bisa menggunakan sampai 2 GB lebih, karena unlimited. Hanya saja nggak sekenceng ketika belum habis sampai 1,5 GB. Jika masa berlaku habis, ganti kartu AXIS perdana lagi. Dan di kosku yang di Godean sinyal Axis ini kenceng banget, tapi pas dipake di warung nggak sekenceng di Godean. Sehingga aku jarang update apa-apa di warung. Pernah aku berganti pake kartu 3 karena penasaran, tapi akhirnya balik ke Axis lagi.

Akhirnya saat itu aku bisa update dimana saja kapan saja, yang paling sering sih di kos. Kalau dulu waktu masih di petakumpet, aku hanya bisa update pas ada di kantor, itupun kalo internetnya nyala. Sehari-hari setiap aku update image, aku seperti update pakai mobile phone. Padahal aku potret pakai kamera digital lalu transfer ke laptop, baru aku update ke twitpic atau blog. Pokoknya yang namanya aku seberapapun canggih teknologi, caranya masih suka pakai cara primitif. Kesian ya?

Nah di laptopku connector at&t tidak bisa berjalan dengan baik, maka Mas Hendrik memberikan connector Airband (aduh, aku lupa namanya, mungkin benar itu) Awalnya berjalan lancar sekali, namun tiba-tiba ketika pemakaian sudah melebihi 1,5 GB, tiba-tiba Airband nggak respon sama Windows lalu mati sendiri. Tapi masih bisa buat internetan. Nah ketika aku ganti pake perdana lagi, semua kembali normal. Suatu hari aku mencoba untuk isi ulang Axis, tanpa ganti beli perdana terus. Meskipun sebenarnya lebih baik beli perdana saja, isi ulang malah bayarnya lebih mahal, Rp.52.000. Awalnya baik-baik saja, namun ketika sudah ter-connect Airband hilang dengan sendirinya karena nggak compatible sama Windows. Namun masih bisa buat internetan. Aku yang terbiasa dengan cara primitif masih bisa bersabar🙂

Entah kenapa pas bulan Maret, modem ini jadi aneh. Ketika connect pakai Airband, dari tombol disconnest, di-klik jadi connect, lalu airband itu hilang sendiri karena nggak compatible sama Windows. Internet jalan. Tapi ketika aku membuka google image, facebook (fb-nya orang), blog, email, atau yahoonews tiba-tiba jadi nggak connect sama internet. Lalu Airband tersebut muncul dengan sendirinya dengan tombol connect yang harus di-klik agar bisa nyambung lagi, setelah itu Airband ilang dengan sendirinya. Dan ketika aku refresh google image, atau email, tiba-tiba nggak connect lagi, lalu Airband muncul agar aku mengklik tombol connect, karena kalau nggak nanti Airband keburu ilang lagi, lalu aku harus mencabut modem dan memasangkannya kembali agar Airband muncul dengan tombol connect. Dan anehnya kalau buat twitteran bisa, tapi kalau untuk membuka gambar-gambar dari twitpic atau foursquare pasti akan nggak connect lagi. Aku seperti dipermainkan oleh modem. Onlineku hanya bisa untuk twitter saja?!

Akhirnya aku harus menambah kesabaranku bila mau kirim email. Buka email – nggak connect – diconnect lagi – refresh – email inbox keliatan – nggak connect lagi – di connect lagi – refresh – klik compose – nggak connect lagi – diconnect lagi – refresh – attachment – nggak connect lagi – diconnect lagi – attachment – nggak connect lagi – diconnect lagi – attachment – nggak connect lagi – diconnect lagi – attachment – nggak connect lagi – diconnect lagi – sampai kalau aku beruntung tiba-tiba attachmentnya bisa, padahal file yang diattach hanya sekitar 80 KB. Lalu send, dan berhasil dan nggak connect lagi. Sabar, yang penting misi mengirim file berhasil. Saking capeknya, pernah aku print screen lalu aku update di twitter. Sampai 13 kali  kali aku harus bersabar nyambungin ke internet. Aslinya malah lebih!

 

modem-mati2

 

Suatu hari aku mencoba untuk online di tempat lain. Modem berjalan baik meski Airband hilang sendiri setelah connect. Oh, berarti sinyal di Godean nggak bagus dan mungkin sudah banyak yang make’ Axis. Tapi lama-lama jadi nggak connect ketika aku buka image atau email. Apa sinyal di sini juga nggak bagus ya? Karena ketika aku online di warung, modem itu nggak mati saat aku buka apa saja. Dan karena hanya bisa untuk twitteran saja, kadang aku baru memakai kurang dari kuota 1,5 GB pas masa berlakunya sudah habis. Sayang banget kan? Lalu bagaimana jika aku harus search image atau posting blog? Biasanya aku mampir main ke kantor petakumpet hanya buat numpang internetan doang pake’ wifi. Kasihan memang, tapi daripada aku klik bolak balik connect-nggak connect? Mau sampai tua?

Daripada bingung, aku konsultasikan ke Mas Hendrik. Ketika modem dicoba di komputernya, bisa berjalan dengan baik. Tapi ketika di laptopku, saat untuk buka image, blog, email dan sebagainya jadi nggak connect lagi. Mas Hendrik menyimpulkan bahwa ada virus di laptopku. Sepertinya perlu diinstal ulang. Maklum sejak pertama aku pakai laptop sampai sekarang, belum pernah diinstal ulang. Masalahnya adalah aku nggak punya waktu untuk itu karena sibuk mengurus warung TELAP12. Lalu solusinya adalah aplikasi Airband diilangin diganti dengan cara yang lebih primitif dengan dial *99#. Entahlah, aku adalah orang gaptek yang selalu dipermainkan dengan teknologi. Ada nggak sih teknologi yang bikin semuanya jadi simpel? Ini kompleks dan ribet banget!

Oke masalahnya adalah virus, tapi kenapa kalau aku aktifin di warung, internetnya baik-baik saja, nggak pernah mati, dan malah lebih kenceng daripada yang dulu? Termasuk untuk memposting blog ini dan kemarin. Nah lho? Apakah ini karena virus? Atau sinyal di Umbulharjo bagus? Apa sebenarnya yang diinginkan modem ini hingga mempermainkan aku seperti ini? Aku hanya merenung sebentar, mengambil pelajaran, dan mencari tanda-tanda apa yang bisa kuhubungkan. Sepertinya ini adalah ‘sign’ atau tanda sebagai peringatan bagiku. Sign bahwa sudah semestinya aku harus pindah dari Godean ke warung TELAP12. Karena rencana pindah sebenarnya sudah sejak Maret dulu, namun sampai sekarang belum pindah-pindah juga. Sepertinya modem ini mencoba mengingatkanku dengan cara ini, agar aku tidak terlalu menunda-nunda kepindahanku. Toh ketika aku sudah ada di warung aku jadi lebih mudah mengurus semua bisnis ini dan berinteraksi lebih dekat dengan pegawaiku. Aku hanya bisa berprasangka baik. Mungkin seperti itu. Wallahu a’lam…

Tags: , , ,

4 Responses to “signal and sign”

  1. Prabowo Says:

    Hahaha… pasti kalo ada kata Facebook, berikutnya diikuti keterangan dalam tanda kurung (FB-nya orang)😀😀😀

  2. deohendrico Says:

    saya bantu dg do’a u/ kesabaranmu hus..
    semangat..

  3. arifyanti Says:

    wakakakak… masalah klasik. pindah juga masalah klasik wkwkwk. wis online neng omahku ae karo curhat wkwkwkwk. aku kudu ngguyu terus

  4. penggembira Says:

    nyanyian kode kuwiii…koyo ning film

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: