with the beatles again

Entah sudah berapa kali aku membuat sandal selop Bata menjadi sandal dengan cover kaset album Beatles yang kedua, with the beatles. Ini adalah kaset pertama yang aku beli seumur hidupku. Bukan karena suka dengan lagunya (yang akhirnya aku pun suka) tapi karena fotografinya. Aku nggak tahu siapa itu Robert Freeman alias fotografer yang bertanggung jawab atas cover album kedua ini, tapi aku ingat benar kenangan di waktu kecilku pada iklan kolom di koran yang memuat promosi khusus program radio. Ada kolom dengan foto hitam-putih dengan pencahayaan dari samping yang sempurna. Dan karena saat itu aku masih kecil banget dan belum bisa baca, aku nggak paham kalau radio itu mempromosikan program radio yang memutar musik-musik The Beatles (mungkin).

Lama-kelamaan, iklan itu akhirnya sudah tidak nongol lagi di kolom koran. Tapi lagi-lagi aku diingatkan lagi oleh gambar itu saat aku kelas 4 SD. Tepatnya saat tahun baru, dan majalah MOP (media pelajar) yang didapat kakakku pas mulai masuk kelas 1 SMA saat itu memberikan poster kalender 1994 sekaligus mengumumkan juara lomba komik ketoprak mbeling. Juara I saat itu adalah Dadhiek dari Mungkid Magelang dengan komik ketopraknya yang berjudul “Kawung sukampret” (nama-namanya mirip dengan Sawung Kampret-nya Dwi Koen)

 

kawung-sukampret

 

Dan aku menemukan gambar with the beatles dengan teknik mix media di bagian ending-nya.

 

wtb-mix-media

 

Kalau nggak salah ini orang juga pernah mengikuti Sayembara MOP ini sebelumnya, yaitu pada tahun 1990, saat aku baru masuk kelas 1 SD. Namun dia  dapet juara harapan III. Judulnya “Siluman Cucak Ijo” yang mana ada Raden syahid alias Sunan Kalijaga di dalam komik itu. Uniknya, di setiap komik ketoprak buatannya, selalu menampilkan gambar hitam-putih with the beatles ini. Dan lagi-lagi aku nggak paham apa maksud dari gambar itu. Kok kayaknya legendaris banget gitu..

 

wtb-draw

 

Aku baru ngeh kalau itu The Beatles waktu aku lulus SMA dan hijrah ke Jogja. Gara-garanya melihat kaset-kaset baru di toko kaset Bulletin. Sebuah ritual setelah belanja dari Mirota Kampus satu geng bersama anak-anak kos baru. Entah sekarang toko kaset Bulletin pindah kemana. Kalau nggak salah waktu itu The Beatles merilis album #1, alias kumpulan lagu-lagu The Beatles yang nomer satu di tangga Billboard. Dan ketika melihat album-album The Beatles yang lain, aku merasa mendapatkan jawaban dari rasa penasaran yang begitu lama setelah melihat cover album kedua, with the beatles.

 

wtb-album

 

Dan mulailah saat itu aku keranjingan The Beatles, bukan karena aku membeli kaset itu, tapi karena mendengarkan lagu-lagunya di radio Yasika tiap jam lima pagi bersama pembawa acara Mas Rocky. Sekarang acara itu sudah tidak ada. Dan kalau tahu ada saluran radio lain yang ada program The Beatles-nya, langsung aku pantengin terus meskipun yang request ya orangnya itu-itu aja🙂 Saat itu kalau nggak salah ada Rasialima, Star FM, sama Chanel Five.

Tahun itu adalah tahun dimana aku sedang persiapan SPMB kedua dengan ikut bimbingan belajar di NEUTRON sambil kuliah di D1 CITS-UGM jurusan desain grafis (lihat postingan CITS-UGM, https://husnimuarif.wordpress.com/2012/12/09/cits-ugm/ ). Saat itu aku berikrar, aku nggak mau beli kaset with the beatles sebelum aku lolos SPMB kesempatan kedua. Dan akhirnya nggak lolos. Namun akhirnya aku tetap membelinya karena aku keterima di D3 Advertising Komunikasi UGM. Aku merasa itu adalah pencapaian yang pas, dari desain grafis ke advertising. Aku sangat-sangat bersyukur, karena aku merasa itu adalah jurusan yang memang ditakdirkan untukku, dan aku begitu menikmatinya. Namun hanya dengan membeli kaset Beatles, aku merasa ada yang kurang dengan perayaan simbolik itu.

Hingga waktu mudik lebaran di tahun 2003, aku dibelikan sandal selop hitam Bata oleh kakakku. Begitu aku bawa ke Jogja, kayaknya sandal yang kupakai itu biasa-biasa saja, tak ada yang spesial. Dan ketika aku berencana mau ngasih gambar The Beatles di sandal itu, langsung terpikirkan cover with The Beatles. Awalnya ini hanyalah eksperimen, karena yang namanya asesoris di sandal terdengar sangat aneh kalau pakai tempelan stiker. Sepertinya cuma aku yang baru ngelakuin. Biasanya stiker itu di sepeda motor, helm, kaca mobil, dll. Lha ini kok di sandal. Tapi karena hasilnya memuaskan, dan aku bisa me-maintain dengan baik, maka sejak tahun 2003 hingga sekarang aku nggak pernah bosen untuk bikin sandal with the beatles. Dan selalu sandalnya Bata. Ini bukan promosi, dan bukan karena Bata dengan Beatles itu tulisannya awalannya sama-sama B. Tapi karena aku susah menemukan sandal dengan kriteria ini di merk yang lain. Bahkan sandal ini sudah menjadi trademrk-ku. Artinya ketika ada sandal The Beatles diantara sederetan sandal-sandal yang lain, pasti ada aku di sana. Tak mungkin orang lain (kecuali ada yang pinjam sandal itu)

Dan ini seakan menjadi rutinitasku setiap mendekati lebaran. Biasanya sandal The Beatles yang umurnya lebih dari satu tahun atau hingga dua tahun, biasanya sandalnya sudah terepes atau sampai jebol, sehingga aku harus ganti dengan yang baru. Maka mulailah aku kelilingin seluruh counter Bata di Jogja hanya untuk mencari sandal selop hitam polos dengan space yang cukup luas untuk ditempeli stiker The Beatles. Bahkan ketika mendapat sandal selop yang sudah cocok sekali, namun tidak hitam polos, aku rela menyemirnya sampai hitam (baca: sandal beatles, https://husnimuarif.wordpress.com/2010/09/24/sandal-beatles/ )

Yang menjadikan istimewa dari sandal ini adalah semuanya dikerjakan manual alias hand made. Ini semacam karya seni bagiku, karena setiap bikin hasilnya tidak pernah sama meskipun ukurannya sama. Pasti ada beberapa bagian yang beda, terutama bagian rambut. Aku tidak pernah membuat mal-nya, patokanku hanya cover kaset with the beatles. Dan yang namanya pekerjaan manual, pasti sayang banget kalau bekas dari kertas stiker hasil cutting dibuang. Untuk logonya saja bagian yang diapositif, aku tempel di laptop.

 

sisa-with-the-beatles

beatles-on-laptop

 

Sayangnya susah untuk bisa mempertahankan diapositif di empat kepala personil itu karena terlalu detil. Tapi aku selalu menyimpan sisa kelupasan dari stiker yang sudah aku tempel. Sisanya selalu aku simpan entah dimana kadang lupa, dan tak tahu kapan aku akan memanfaatkannya lagi.

 

wtb_process

 

Bekas dari karyaku pertama aku tempel lagi dengan lem kertas dan aku tempel di rak kayu. Bisa dilihat perbandingan karya pertama dengan karya terakhir, meskipun hanya sedikit saja pada bagian tertentu.

 

wtb-on-wood

with-the-beatles-sandal

 

Karya yang terakhir ini agak beda dibandingkan dengan rutinitas sebelum-sebelumnya. Biasanya aku kalau bikin tiap mepet mau lebaran, namun yang terakhir ini aku bikin di 10 hari pertama bulan Ramadhan. Itu karena sebelum Ramadhan aku sudah beli sandal selop hitam polos. Dan untuk ngedapetinnya sama-sama susah dan sama-sama tinggal satu. Anehnya ketika aku memakai sandal The Beatles di counter Bata, setiap pelayan yang melayani tak ada yang tahu dan hampir tidak percaya kalau sandal The Beatles yang aku pakai adalah produk Bata. Lebaran kali ini aku merasa (sedikit) lebih siap, apalagi ada acara penting setelahnya.

Well, aku nggak tahu sampai kapan aku akan benar-benar bosan dengan with the beatles. Setiap melihat guratan wajah yang tampak separo itu di sandalku, sepertinya tak ada yang bisa menggantikannya. Fotografi itu seakan tak pernah usang ditelan waktu. Aku sempat memikirkan untuk membuat stiker ini dengan bantuan mesin computer cutting. Lebih mudah, dan bisa jadi banyak.  Ah tidak, biarkan aku melaluinya dengan proses ini, karena sandal ini merupakan serentetan kepingan yang menarik dari masa laluku.

Dan aku benar-benar menikmatinya🙂

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: