It’s rain now!

Aku nggak tahu, mungkin grammar judul di atas salah, seharusnya it’s raining now. Tapi sebenarnya ada sebuah pesan terselubung di dalam kalimat itu untuk someone special pada waktu itu. Waktu itu aku masih SMA. Dan dulu aku ingin sekali membuat kata-kata itu untuk dibikin stiker cutting (manual). Aku bahkan sudah menentukan jenis font apa yang mau aku ambil dari sebuah iklan di Koran Singapura, The Straits Time yang kudapat dari kakakku. Kakakku bisa dapet koran itu dari bos-nya. It’s rain now! Aku selalu mengatakan itu saat hujan tiba sambil tersenyum memandang ke langit. Seolah ada semangat untuk menghadapi situasi. Orang biasanya males kalau hujan turun. Banyak rencana yang gagal gara-gara hujan. Tapi ketika aku bilang It’s rain now! Justru membuatku bersemangat. Bahkan aku mengharapkan hujan datang membersamaiku. I love rain!

Sekarang hujan sangat sulit ditebak. Di Jogja akhir-akhir ini panas dan gerahnya bukan main. Sementara saat aku telepon istriku di Sumedang, di sana sedang hujan deras. Sekarang aku memang sedang terpisah jarak dengan istriku karena dia sedang hamil muda. Kondisi awal kehamilan yang serba tidak memungkinkan, mengharuskannya untuk lebih baik dia di Sumedang saja. Bukan hanya menjaga kalau tiba-tiba mual-mual dan muntah, tapi istriku merasa tak cocok dengan panasnya Jogja. Baik-baik di sana ya sayangku…

Kalau tak pikir-pikir kok Jogja sudah tidak seperti dulu lagi ya? Sekarang suka gak jelas, kadang suasana gerah dan sepertinya pertanda mau turun hujan, tapi malah nggak hujan-hujan. Aku ingat, dulu pada tahun 2012, awal aku mendirikan TELAP12, hujan sudah nggak turun lagi di bulan April. Sekarang bulan Mei masih turun hujan meskipun kadang cuman sebentar. Setiap mau nyuciin motor dan nggak jadi, sorenya hujan. Lalu aku berujar; “Untung tadi nggak jadi nyuciin motor, hehe…” Karena hujan yang kadang datang nggak jelas itulah yang bikin aku selalu menunda-nunda untuk nyuciin motor.

Pertengahan Mei kemarin, sebelum istriku balik ke Sumedang, aku sempat bikin tulisan “I LOVE RAIN I LOVE PROBLEM” di jas hujan, dengan menggunakan selotip kertas dalam rangka menyambut hujan sekaligus menyambut masalah yang kadang datang terus bertubi-tubi. Aku memang sengaja membuat tulisan itu untuk menjadi penyemangat diriku agar selalu berpikir positif dan tidak nglokro (malas) dalam menghadapi masalah. Dan setelah aku bikin itu di jas hujan, hujan nggak pernah turun-turun! Eh maunya mau mancing hujan malah nggak turun-turun. Aku sampai kasihan pada motorku karena debunya sudah naudzubillah.

Melihat motorku yang sudah lusuh dan kumel karena sering di parkir dekat jalan berdebu dan berbaur bersama motor-motor para pelanggan TELAP12 tiap harinya, aku jadi nggak tega. Aku merasa tidak pernah mengurusi motorku. Motorku seolah bilang kepadaku; “Apa kau tidak malu menumpangi aku yang kayak gini?” Malu banget sih, tapi tunggu waktunya yah? Kamu nggak tau apa, akhir-akhir ini aku sibuk banget? Maka Minggu pagi tadi aku berniat mencuci sendiri motorku itu. Aku memang sengaja tidak menyerahkannya ke tempat cuci motor biasanya. Selain untuk menciptakan kedekatanku dengan motor, juga ngirit karena tanggal tua. Sebab uang yang tersisa mau untuk dibelikan kado bayi. Nggak apa-apa lah, kan Senin gajian… dan bisa puasa sunnah Senin dulu🙂 Mas Arif, temanku di Syafa’at sudah lahiran putri keduanya. Rencananya nanti sore mau nengok.

Mulailah aku mencucinya dengan 2 shampo Head&Shoulders Mint. Biar adem pikirku. Aku cuci sampai pada detil-detilnya. Setelah dibilas, motor terlihat bersih dan mengkilap. Lalu aku tinggalkan sebentar biar kering. Ketika balik lagi, kok masih kelihatan kusam ya? Terlihat masih ada bekas-bekas bulir-bulir air yang mengering. Bahkan hasilnya masih kalah sama tempat cuci motor, meskipun di sana bagian detil motor masih banyak yang terlewatkan. Apa karena ini motor emang sudah kotor banget ya? Sampe kalah meski sudah dishampo. Tunggu dulu, di tempat pencucian motor kan pake dipoles kit biar mengkilap? Akhirnya siangnya aku ke Pamela 2 untuk beli kit yang spray, sekalian beli kado buat bayi.

Setelah dapet tuh kit, saatnya menyemprot dan memoles pakai kain lap. Eh semprotannya rusak. Terpaksa ambil semprotanya pledge yang biasanya dipakai warung buat ngelap meja. Agak susah juga ngaturnya soalnya semprotannya gede, sedangkan tabung spray kit-nya kecil. Semua bagian aku semprot, lalu aku poles tiap sampai sedetil-detilnya. Hasilnya? Nih motor cakep banget dah! Tau gini dari dulu aku nyuci motor sendiri aja. Lebih bersih, lebih irit! Aku puas dengan hasil kerjaku. Setelah itu aku mulai bikin ucapan dan bungkus kado, ngashar, mandi, trus berangkat deh nengokin bayi. Sebelumnya aku sms untuk janjian sama Mas Antok Syafa’at dulu. Dia mau kuajak menemaniku sekaligus nunjukin tempatnya Mas Arif. Jadi ke kantor Syafa’at dulu, baru ke rumahnya Mas Arif.

Keluar dari warung, semua mata pelanggan yang baru datang, tertuju pada motorku yang kuno tapi cakep. Di jalan pun aku sangat pede mengendarai motor. Dan sampailah pada lampu merah kali Mambu. Lampu merah di sana memang sangat lama. Tapi tak mengapa, biar orang bisa ngeliat lebih lama motorku yang kece ini. Tak sengaja aku melihat selebor belakang pengendara yang ada di depanku. Di selebor itu ada stiker merah dengan tulisan ITS RAIN di bawahnya ada alamat http://www.itsrainwear.com kalau nggak salah. Sepertinya itu merek clothing. Aku langsung teringat dengan It’s Rain Now! (nyambung kan sama pengantar di awal? Hehe..) Ketika sampai di pertigaan Sop Merah, dari kejauhan terlihat hujan deras di Pojok Benteng Kulon. Seolah ada sekat yang jelas bagian yang hujan sama yang tidak. Ealah, It’s Rain Now! beneran…

Aku pun langsung menepi, soalnya sayang sama motorku. Baru aja dicuci dan dibanggain, eh malah hujan! Pengendara lainnya pun juga menepi untuk berteduh. Kulihat cahaya matahari sore masih bersinar terang diantara hujan yang semakin lama semakin deras. Ah, paling cuma sebentar. Eh bukannya mereda, tapi malah semakin deras. Sebenernya sih jas hujan ada, tapi motor baru aja dicuci. Sampai pengendara-pengendara yang berteduh itu pada ngeliat aku, seakan ikut setuju bahwa sayang kalau motor yang kencling itu dipake’ hujan-hujanan. Wah sepertinya aku dipermainkan hujan nih. Tapi tak apa, toh kapan-kapan motor ini juga bisa dicuci lagi. Mungkin inilah saatnya aku memakai jas hujan “I LOVE RAIN I LOVE PROBLEM” hahaha…

Aku langsung menggulung celanaku, dan kupakai jas hujanku. Orang-orang pada memandangku. Aku sengaja mempertontonkan bagian belakang jas hujan yang bertuliskan “I LOVE RAIN I LOVE PROBLEM”. Hehe, keren kan? Lalu kustarter motorku dan siap menerjang hujan. Sengaja aku keluar perlahan dari tempat berteduh itu, biar orang-orang yang berteduh di situ semuanya membaca pesan yang ada di jas hujanku. Dan mulailah aku pede lagi dengan jas hujanku itu menerjang hujan di jalanan, menyalip motor dan mobil (biar mereka bisa membaca pesan di jas hujanku yang keren, hehe..) Tapi baru saja mau sampai di perempatan Prawirotaman hujan mereda. Bahkan sampai di warung Bu Ageng, aspal tidak kelihatan basah-basah amat. Ternyata di daerah situ cuman gerimis aja. Sampai di Suryodiningratan pun sudah tidak hujan, hanya basah sedikit. Dengan santai dan pandangan kosong ke depanaku bergumam; “Hey hujan, aku tahu, kau mencoba mempermainkanku… aku sudah menduganya dari tadi kok…”

Lalu sampailah aku di kantor Syafa’at. Cahaya matahari dari arah barat bersinar begitu hangat. Aku suruh Mas Antok untuk memotretku bersama jas hujan dan motorku. Aku sedang merencanakan sesuatu. “Kau boleh mempermainkanku hujan, tapi awas.. setelah dari Mas Arif nanti……., aku akan langsung nge-blog!”

 

i-love-rain

 

Hujan pun tersenyum dan membalasnya dengan pelangi. Seolah senang kalau aku ngeblog lagi malam ini…

 

rain_mbuh

Tags: , ,

4 Responses to “It’s rain now!”

  1. prabowo96 Says:

    Motor sampeyan Honda Astrea Grand taun sebelum 95 yo, mas Husni? Lampu belakangnya masih satu baris.

    Kalah tua dong punyaku, taun 95😀

  2. ambu Says:

    I LOVE U, ABI…. I love u, All the way..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: