Sertifikasi Halal

Sabtu 25 Oktober 2014, hari ini adalah tanggal merah karena tahun baru Hijriyah. Sayang jatuhnya pada hari Sabtu, jadinya ya sama aja dengan weekend, hehe… Sudah lama aku nggak ngeblog. Semenjak menikah aku merasa bahwa tanggung jawabku kini semakin besar. Apalagi sekarang istriku sedang hamil, jadi hampir tak ada waktu untuk ngeblog. Kalau kulihat postinganku selama tahun 2014, hanya ada satu postingan. Itupun dadakan dan saat istriku sedang pulang ke kampungnya di Sumedang. Dan pagi tadi aku baru saja mengantarkan istriku pulang lagi ke Sumedang untuk acara tujuh bulanan kehamilannya.

Aku dan istriku sebenarnya tak ingin dan tak ada niatan untuk mengadakan acara tujuh bulanan atau mitoni (istilah orang Jawa), namun keluarganya di Sumedang pingin ada acara syukuran kecil-kecilan. Ditambah lagi istriku sudah kangen hawa dingin Sumedang (meskipun sebenernya lebih kangen sama aku, hehe..) Aku tak bisa menemaninya karena ada agenda penting dan beberapa pekerjaan yang tak bisa ditinggalkan. Dan setelahnya ditinggal, di rumah aku hanya bisa bengong. Mau nonton film yang dari dulu ingin aku tonton rasanya males, mau tidur nggak bisa, mau makan nggak nafsu, pokoknya mau ngapa-ngapain bawaanya nggak mood. Jadilah hari ini hari-hari yang sia-sia dan tak memiliki makna maupun cita-cita sama sekali.

Hingga mendekati maghrib tiba-tiba ponakanku sms, lalu ada peringatan sms sudah sangat penuh. Jadilah agendanya men-delete-i inbox yang tidak penting. Ketika sedang seriusnya menyeleksi sms yang mau di-delete, tiba-tiba sampailah pada sms dari Gunawan berupa undangan nikah pada hari Sabtu tanggal 11 Oktober kemarin. Saat itu aku memang tak bisa datang ke Karanganyar karena suatu hal, dan Ya Alloh! sudah lama aku ngrencanain untuk ngucapin selamat, tapi terus ketunda-tunda.Ini sudah telat berapa lama?

Gunawan adalah anak yang magang AE di petakumpet tahun 2007 silam. Dan aku masih kontak baik dengannya di twitter meskipun nggak pernah ketemu. Ketemu terakhir kalau nggak salah pas Pinasthika 2011.

Setelah Idul Adha memang rame-ramenya orang pada nikahan. Bagi orang Jawa katanya wethon atau itung-itungan tanggalnya bagus buat nikah. Baru saja kemarin Kamis aku menghadiri resepsi nikahannya temenku kuliah, Dhimas. Karena tempatnya di Jogja aku bisa datang, apalagi dekat dengan kantor petakumpet, bisa sekalian maen. Dan sekarang sudah masuk bulan Muharam, atau kalau di Jawa masuk sasi Sura. Menikah di sasi Sura itu bagi orang Jawa rak ilok alias pamali. Bisa kuwalat katanya. Sehingga mulai hari ini acara kondangan serasa dinyatakan break dulu.

Sebenarnya ada banyak cerita tentang pernikahanku yang ingin aku share di blog ini. Bahkan aku pernah mau mempostingnya pas malam sebelum menunaikan akad nikah, karena nggak bisa tidur. Mengingat kondisiku harus fit karena paginya mau akad, maka aku harus memaksakan untuk tidur, dan tulisan itu mengendap sampai sekarang. Mau dilanjutkan pun males­-nya bukan main. Melihat sms dari Gunawan itu, maka malam ini aku harus mengucapkan selamat dan memberi doa baginya meskipun telat. Jangan lagi ditunda-tunda!

Tapi entah kenapa, itu saja tidak cukup bagiku. Aku masih merasa nggak enak. Hingga aku putuskan malam ini aku harus memposting sesuatu sebagai permintaan maafku. Baiklah, meskipun mungkin ini urutannya jadi terbalik, tapi tak apalah. Seharusnya aku memposting tulisanku yang mengendap pas malam sebelum aku akad itu dulu, baru ini. Tapi daripada ditunda-tunda.

Ini adalah rencana lama. Dari dulu aku menginginkan sebuah kaligrafi yang mungkin bisa kupasang di pigura yang besar setelah menikah. Sebuah kaligrafi tulisan halal ﺤﻼﻝ dimana di bagian lam-alif ﻼ membentuk simbol love, dan di dalam love tersebut terdapat visual dua tangan pengantin yang sedang bergandeng tangan, yaitu tanganku dan tangan istriku. Karena sesuatu hal, maka sampai sekarang niatan itu belum juga terwujud. Daripada begitu, lebih baik kupasang di blog saja. Nah, setelah mencari-cari foto di album nikahanku, ternyata tak ada foto yang menunjukkan aku dan istriku bergandengan. Akhirnya aku ambil saja momen setelah mengucapkan akad nikah, karena sudah halal, hehe… Beginilah jadinya.

 

halal__

 

Nah bagi Gunawan Wibisono dan Nourmatania Istiftiani, sekali lagi saya dan istri mengucapkan “Selamat Menempuh Hidup Baru, Barakalluhu laka wabarakallu ‘alayka wajama’a baynakuma fii khair” Biar nggak standar, kalau berkenan kamu bisa mengirim foto kamu dan istrimu saat nikah, nanti akan ku-edit kayak fotoku dan istriku di kalgrafi halal seperti di atas. Gratis! Kirim saja fotomu ke email: husni.muarif@yahoo.com Bagi temenku Dhimas & Arta kuucapkan selamat menempuh hidup baru sekali lagi. Dan bagi semuanya yang mau template sertifikasi halal seperti di atas bisa kirim email, nanti akan kuedit, kalau aku lagi luang atau selo. Tapi jangan foto pre wedding ya, soalnya belum halal, hehe… Bagusan foto pas setelah akad, biar tambah joss halalnya!

Demikian semoga postingan ini membantu. Selamat Tahun Baru 1436 H.

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: